Posts Tagged ‘teori

10
Des
08

Menjual kejujuran

Saya mengakhiri hari yang melelahkan dengan mengajak berbincang mas Rane melalui fasilitas ‘chatting’ yang disediakan oleh Facebook. Obrolan pun mengalir ke pembicaraan seputar jurnalisme infotainment – yang tumbuh menjamur di televisi – yang kadang menerobos masuk ke ranah pribadi dari tokoh yang sedang hangat-hangatnya di’gosip’kan, etika jurnalistik, perlu tidaknya mengungkapkan urusan pribadi seseorang hingga membuatnya menjadi konsumsi publik dan manfaat dari informasi yang disampaikan bagi masyarakat.

Obrolan mengenai etika membuat saya teringat pada sebuah acara reality show yang sempat saya tonton di salah satu channel televisi. Acara kuis yang diberi nama The Moment of Truth ini memberikan hadiah jika peserta yang berani jujur dihadapan orang-orang dekatnya yang ikut hadir satu panggung dalam acara tersebut.

Lanjutkan membaca ‘Menjual kejujuran’

Iklan
22
Okt
08

Hak Tolak

Hari ini saya mendapatkan kesempatan mempraktekkan salah satu teori jurnalistik, yaitu kewajiban untuk melindungi identitas narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya. Selain itu, saya juga mendapatkan pelajaran baru, mengenai apa yang disebut sebagai Hak Tolak.

Kasus ini berawal dari adanya kritik dari salah satu pendengar yang disampaikan melalui sebuah radio. Pendengar tersebut mengkritisi kinerja dari salah satu lembaga hukum di kotanya. Berkaitan dengan fakta / data yang disampaikan, si pendengar meminta identitasnya tidak diekspos. Sebagai media, tentunya radio harus berkomitmen untuk melindungi narasumbernya.

Lanjutkan membaca ‘Hak Tolak’

07
Agu
08

Big Fat Liar

Very Idam Heryansyah alias Ryan – tersangka sejumlah pembunuhan – beberapa kali menjalani uji kebohongan di Mapolda Jawa Timur. Cara ini ditempuh setelah berkali-kali Ryan memberikan keterangan yang berubah-ubah saat diperiksa oleh polisi.

Kebohongan, tidak hanya dilakukan oleh kriminal. Koruptor, politikus, pengusaha dan siapapun bisa saja menjadi seorang pembohong. Ada yang belum pernah berbohong?

Saat kita berbohong, selalu dilakukan dengan sadar dan mengandung unsur kesengajaan. Misalnya, seseorang yang mengetahui sesuatu namun mengaku tidak tahu. Namun situasinya berbeda jika misalnya ada seseorang mengatakan bahwa si A pergi dengan si B, padahal sebenarnya si A pergi dengan si C. Bisa jadi hal ini hanya sebuah kesalahan karena ketidak tahuan, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kebohongan kecuali jika dilakukan dengan sengaja.

Lanjutkan membaca ‘Big Fat Liar’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 563,896 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s