Posts Tagged ‘televisi

17
Okt
12

Masihkah Radio Berjaya (Konsumsi Media di Indonesia 2012)

Kebiasaan manusia terus berubah seiring dengan Waktu yang terus berjalan dan tekhnologi yag terus berkembang. Demikian juga dengan kebiasaan konsumen media – termasuk pendengar radio – tentunya juga mengalami perubahan. Yang perlu dikhawatirkan oleh insan radio adalah, apakah radio konvensional masih didengar? Apa yang harus dilakukan oleh praktisi radio agar tidak tergerus oleh tekhnologi yang berkembang sedemikian pesat ? Lalu bagaimana peta persaingan radio – televisi dan berbagai media lainnya belakangan ini? Jelang akhir tahun 2012, Voice of America siaran Bahasa Indonesia mempublikasikan hasil riset mengenai pola konsumsi media di Indonesia yang dilakukan oleh Broadcasting Board of Governors sebuah badan yang menaungi lembaga-lembaga penyiaran internasional milik Amerika dan perusahaan riset Gallup. Riset ini dilakukan secara nasional di bulan Juli – Agustus 2012 pada 3000 penduduk Indonesia usia 15 tahun keatas. Lanjutkan membaca ‘Masihkah Radio Berjaya (Konsumsi Media di Indonesia 2012)’

Iklan
03
Nov
10

Meneropong Liputan Bencana

Tulisan ini adalah pandangan subyektif saya pribadi saat menonton pemberitaan mengenai bencana di televisi. Performance sejumlah reporter dalam memberikan laporan bencana, khususnya bencana letusan Gunung Merapi, seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. Apakah mungkin reporter-reporter yang diturunkan untuk meliput bencana adalah reporter yunior? Ada beberapa hal yang seharusnya segera dievaluasi dan bisa di jadikan contoh bagi jurnalis radio agar hal yang sama tidak terulang.

1. Tidak runtut dalam menyampaikan laporan
Laporan yang dituturkan tidak rapi atau kadang penuturan berulang-ulang menyampaikan sesuatu yang sudah disampaikan dalam 2 – 3 kalimat sebelumnya. Penuturan semakin berantakan saat reporter harus menyampaikan laporan disaat yang bersangkutan mengalami kepanikan. Hal ini seharusnya bisa dihindari jika reporter mau meluangkan waktu beberapa saat sebelum waktu siaran langsung yang sudah disepakati bersama untuk Lanjutkan membaca ‘Meneropong Liputan Bencana’

19
Mei
10

Media Hoax ???

Kemarin sempat mendapat kabar duka dari sebuah media online dan televisi berita, bahwa seorang seniman besar Indonesia meninggal dunia. Namun beberapa waktu kemudian, berita tersebut diralat karena sang seniman masih hidup meskipun dirawat di sebuah rumah sakit.

Menurut saya, kesalahan media online dan televisi tersebut adalah tidak melakukan recheck saat mendapatkan informasi. Seharusnya, media tersebut bisa merubah isu menjadi fakta jika mau menunda sejenak nafsu untuk menjadi yang tercepat dalam menyajikan berita.

Saya membandingkan dengan apa yang dilakukan oleh rekan-rekan di sejumlah radio, begitu mereka menerima informasi tersebut, yang mereka lakukan adalah melakukan Lanjutkan membaca ‘Media Hoax ???’

06
Okt
09

Eksklusifitas: emosi atau kebutuhan

Paruh kedua tahun 2009, media di Indonesia banyak mendapat makanan empuk berupa berita-berita besar yang terjadi di negeri ini. Mulai dari peledakan bom JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta hingga penangkapan teroris, berbagai kasus korupsi hingga intrik KPK yang tak kunjung usai dan gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat di akhir September – awal Oktober 2009.

Radio, televisi, media cetak dan internet berlomba menyajikan berita paling cepat dan paling eksklusif. Eksklusifitas sebuah berita yang kita peroleh kadang membuat kita – secara emosional – ingin menunjukkan bahwa kita ‘lebih’ dibandingkan media kompetitor. Hal ini tidak salah dan merupakan kebanggaan yang perlu kita bagikan kepada pendengar / penonton. Harus diakui bahwa kecepatan dan eksklusifitas berita yang kita peroleh dipastikan dapat membantu meningkatkan jumlah pendengar / penonton kita. Lanjutkan membaca ‘Eksklusifitas: emosi atau kebutuhan’

19
Jan
09

30 fakta seputar Obama dan Inagurasi

20 Januari 2009 akan menjadi hari besar bagi warga Amerika. Barrack Obama yang identik sebagai icon perubahan akan dilantik menjadi presiden Amerika ke 44. Kemeriahan sudah terasa sejak 5 hari sebelum pelantikan dan akan terus berlangsung hingga 5 hari setelah pelantikan. Sejumlah artis ikut memeriahkan perayaan di Washington DC, termasuk Beyonce, Sheryl Crow, Bruce Springsteen hingga Stevie Wonder.

Keamanan super ketat melibatkan 58 agen keamanan berbeda-beda, termasuk dari angkatan darat, udara dan angkatan laut menerjunkan ribuan petugas bersenjata ke dalam kota. Pagar pengaman, detektor logam hingga televisi layar lebar didirikan mulai dari Capitol Building dimana upacara pelantikan akan berlangsung, hingga ke Lincoln Memorial. (transkrip pidato bisa dibaca di akhir tulisan)

Lanjutkan membaca ’30 fakta seputar Obama dan Inagurasi’

17
Des
08

Ngeblog sambil denger radio, Mengapa Tidak ?!

Ditulis oleh Ariyanto broadcaster sebuah stasiun radio di Solo

Wabah blog terus menyebar dengan cepat dan rasanya nyaris tak terbendung. Dia menjangkiti sejumlah kalangan hingga seolah tak mau terlepas darinya. Seiring dengan itu, situs – situs jejaring sosial pun kini kian beragam.   Maka itu, sekarang orang lazim jika mempunyai lebih darin satu blog. Tak mengherankan rasanya, jika ada  ada yang mengatakan, “Saya kini tak bisa membagi waktu antara nge-MP dan nge-plurk”. Atau, “Wah, saya kangen juga ama  FS ”
Ungkapan – ungkapan itu tentu merupakan isyarat adanya semacam pergeseran pola konsumsi media di masyarakat. Bahkan, pergeseran itu diprediksi akan meluas. Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi terhadap konsumsi terhadap media lain seperti koran,  televisi atau radio.  Ini tak lain karena sifat blog adalah personal, hingga waktu yang digunakan untuk menjalankan aktivitas ini akan mengurangi waktu membaca media cetak atau menonton televisi.

Lanjutkan membaca ‘Ngeblog sambil denger radio, Mengapa Tidak ?!’

12
Des
08

Nielsen: Listenership pendengar radio meningkat!

72% responden mengaku sibuk dan tidak punya waktu membaca koran!!

Begitulah kata Associate Director The Nielsen Company Indonesia Ika Jatmikasari saat memaparkan hasil survey yang dilakukan oleh lembaganya baru-baru ini. Responden di 4 kota besar yang disurvey hingga September lalu lebih suka mendengarkan radio, menonton televisi atau berselancar di internet ketimbang membeli media cetak. Kebiasaan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun depan.

14% memilih menonton televisi dan 11% tidak membaca media cetak karena alasan harga. 35% pembaca koran dan 45% pembaca majalah mengatakan kenaikan harga sudah mempengaruhi kebiasaan membaca dan mereka beralih ke media lain, seperti televisi, radio, dan internet. Ika Lanjutkan membaca ‘Nielsen: Listenership pendengar radio meningkat!’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,172 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s