Posts Tagged ‘konsumen

29
Nov
08

2009, optimis / pesimis?

Marketing Research Indonesia – MRI baru-baru ini telah melakukan sebuah penelitian, untuk mengetahui sejauh mana kekhawatiran masyarakat (Jakarta) terhadap terjadinya tsunami ekonomi.

Dari hasil riset tersebut diketahui, bahwa masalah-masalah yang menjadi perhatian masyarakat adalah pengangguran (31%), peningkatan harga (24%) dan masalah keamanan (20%). Mayoritas (85%) masyarakat yakin bahwa krisis ekonomi global ini akan membawa dampak negatif terhadap Indonesia. Mereka (61%) juga menunjukkan ketidak puasan terhadap tindakan pemerintah dalam berupaya mengatasi dampak dari imbas krisis terhadap Indonesia. Meskipun berharap terjadi perbaikan berbagai aspek ekonomi, masyarakat menyadari bahwa pada tahun 2009 iklim bisnis masih tidak menentu dan tidak bisa diharapkan.

Lanjutkan membaca ‘2009, optimis / pesimis?’

Iklan
29
Okt
08

PRIVATE ANNOUNCER

ditulis oleh: Huria Ulfa

Saya ingin manambahkan sedikit ilustrasi saat penyiar melakukan tugasnya. Dalam beberapa tulisan, saya setuju dengan cara penyampaian informasi oleh seorang penyiar secara one by one kepada pendengar. Artinya bahwa penyiar memvisualisasikan dirinya sedang berbicara kepada seorang pendengar atau sekelompok kecil pendengar, bukan kepada banyak pendengar saat berbicara atau menyampaikan informasi kepada pendengar. Hal ini bertujuan untuk menyentuh pendengar secara personal, dan bila ini divisualisasikan, bagi pendengar akan terasa bahwa penyiar sedang berbicara kepada diri pendengar. Dan pendengar pun akan merasa sedang diajak berbicara secara pribadi. Bagi seorang yang sudah menjadi penyiar, hal ini akan mudah dibayangkan.

Sentuhan pribadi bagi pendengar akan terasa nyaman, bila diperlakukan secara private, dan akhirnya dapat mensugesti pendengar dengan apa yang disampaikan seorang penyiar. Salah satu caranya adalah mengenal dan memahami target audience. Siapa yang diajak berbicara, dan apa yang sedang dibicarakan. Pemilihan Lanjutkan membaca ‘PRIVATE ANNOUNCER’

26
Jul
08

Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan

Banyak kesulitan yang dihadapi rekan-rekan pengelola radio dalam menggaet pengiklan. Selain susah mendapatkan pengiklan, radio juga dibenturkan pada posisi tawar yang lemah. Sehingga sering kali radio tidak bisa berbuat apa-apa jika pengiklan meminta fasilitas macam-macam dan menawar harga semurah mungkin.

Mengapa sebuah radio posisi tawarnya lemah dan tidak bisa menjadi pengendali penawaran harga?

Yang kita harus pikirkan adalah, siapa sebenarnya konsumen radio? Pengiklan atau pendengar? Jika kita telaah, yang menjadi konsumen sesungguhnya dari sebuah radio adalah pendengar kita. Sedangkan pengiklan akan secara otomatis menitipkan pesan promosinya jika radio kita memang memiliki banyak pendengar.

Dengan data jumlah pendengar yang kita miliki, pengiklan akan bisa menghitung efisiensi dan efektifitas menggunakan radio kita sebagai sarana promosi. Selain acara yang bagus dan jumlah pendengar yang banyak, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar proses selling menjadi lebih mulus.

Lanjutkan membaca ‘Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan’

06
Mei
08

Podcast edisi 05 & 06 Mei 2008

Opini Anda

Polisi Ceban

Untuk mencegah salam tempel di jalan, polri berencana memberikan bonus 10 ribu rupiah, bagi anggotanya yang melakukan penilangan. Bagaimana komentar masyarakat tentang bonus ini? Klik disini

Topic of the Day

Militer amerika terlibat dalam penelitian medis di indonesia selama puluhan tahun. Meski sudah diputuskan oleh pemerintah sejak tahun 2000 lalu, proyek ini masih terus berlanjut. Bagaimana komentar Arbi Sanit, dr. Boyke Dyan Nugraha, Togar Sianipar dan Ichsanudin Noorsy klik disini

Visi Indonesia

Peluang indonesia menjadi negara maju

Belajar dari negara lain yang berhasil bangkit dari keterpurukan seperti China dan India, mereka membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menjadi negara maju. Bagaimana dengan Indonesia? klik di sini untuk mendengarkan pendapat Kwik Kian Gie

Birokrasi tanpa koordinasi

Kebijakan sebuah departemen seringkali kontraproduktif dengan kebijakan departemen lainnya. keputusan menteri seringkali tidak populis di mata pengusaha. Klik di sini untuk mendengarkan komentar Sofyan Wanandi

Business Wisdom

727. Time is Money

Jika tiba tiba dipagi hari ada orang memberi uang 15 juta rupiah dan akan diambil sisanya nanti malam, apa yang akan anda lakukan? Klik di sini untuk mendengarkan.

726. Branding group

725. 4 level umplifier desire

724.Youtube

28
Apr
08

Podcast Edisi 28 April 2008

Topic of the Day

28 April 2008 – Kecurangan ujian nasional

Guru dan kepala sekolah ketahuan membocorkan dan membetulkan jawaban soal ujian yang dikerjakan muridnya. Dengarkan komentar Wardiman Djoyonegoro klik disini

Visi Indonesia

Potret perekonomian Indonesia. Nasionalisasi atau liberalisasi. Ulasan Kwik Kian Gie klik disini

Sejak harga minyak menembus 90 US Dolar per barel, membuat panik sejumlah negara konsumen minyak. Apa dampaknya dalam jangka panjang. Ulasan Faisal Basri klik disini

Business Wisdom 720. 3 hal mengusir kejenuhan

Apa yang harus kita lakukan untuk keluar dari kejenuhan? Dengarkan tips bisnis Tanadi Santoso klik disini

25
Apr
08

Sang Penghasut

Beberapa waktu lalu seorang rekan mengajak berdiskusi soal keluhan-keluhan yang dijumpainya saat menghadapi pertanyaan klien. Mungkin saja kasus yang sama pernah juga dialami oleh tenaga penjualan kita. Salah satu masalah yang dihadapi adalah, klien enggan beriklan di radio karena radio dianggap tidak bisa memvisualkan bentuk produknya dan lebih memilih beriklan melalui koran, menyebarkan leaflet atau bahkan melalui televisi. Dalam keadaan seperti ini, yang perlu dijelaskan ke klien, diantaranya adalah:

Lanjutkan membaca ‘Sang Penghasut’

16
Feb
08

Tips memaksimalkan performance penyiar

1_852670205l Kiat mendapatkan penyiar yang baik telah saya tulis dalam posting saya yang lalu. Selanjutnya adalah tugas kita untuk terus melatih mereka agar bisa menjadi penyiar yang handal. Kita juga harus terus menerus memotivasi penyiar agar tidak berhenti mengembangkan diri. Jika mereka lalai sedikit saja, karier mereka akan terhenti karena selain harus bersaing merebut pendengar, penyiar radio juga harus berlomba dengan waktu. Penyiar yang tidak terus melakukan pengembangkan diri akan menjadi penyiar yang out of date, basi dan akhirnya ditinggal pendengarnya.

Apa yang perlu dilakukan agar performa seorang penyiar semakin berkembang?

Lanjutkan membaca ‘Tips memaksimalkan performance penyiar’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,131 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s