Posts Tagged ‘audio

04
Jan
11

radio feat. new media part.2

Dalam tulisan sebelumnya, saya mencatat paling tidak ada 3 hal yang harus dilakukan oleh radio konvensional agar tidak tergerus oleh new media. Best content yang mengacu kepada kebiasaan dan kebutuhan pendengar, best talent yang menjadi ujung tombak dari siaran kita, serta memanfaatkan tekhnologi – dalam hal ini new media – yang belakangan melaju semakin pesat.

Dengan memanfaatkan new media, kita Lanjutkan membaca ‘radio feat. new media part.2’

Iklan
30
Okt
10

Radio feat. New Media part.1

Berbagai data yang tersebar di internet menunjukkan bahwa belakangan ini, pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Dari hasil riset yang dilakukan oleh Nielsen pada akhir tahun 2009, jumlah pengguna internet non mobile di Indonesia mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat menjadi sekitar 17% dari jumlah penduduk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2010 ini pengguna internet pun bisa melonjak hingga 40 – 50 juta orang lebih. Jika ditambah dengan jumlah pengguna data melalui telpon selular, tentunya angka itu akan menjadi semakin besar, karena sampai saat ini saja tercatat 150 juta orang menggunakan telpon selular.

Data lain mengenai penggunaan internet di Indonesia bisa dilihat pada laporan dari Mobile Web Association atau di laporan Yahoo! South East Asia

Tingginya jumlah pengguna internet telah mempengaruhi kebiasaan pendengar radio. Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini mereka lebih sering membuka internet dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk Lanjutkan membaca ‘Radio feat. New Media part.1’

05
Feb
09

Menempatkan Pernyataan Narasumber

Dalam tulisan terdahulu, saya sedikit memaparkan pentingnya cuplikan wawancara dengan sumber terkait dan atmosphere / suasana yang terekam dalam sebuah laporan berita radio, untuk menunjukkan kebenaran sebuah peristiwa. Dengan menempatkan pernyataan sumber berita, berita kita akan memiliki kekuatan lebih.

Disamping suara / audio, pernyataan dari sumber berita bisa juga kita kutip sampaikan di awal, tengah maupun akhir sebuah laporan. Perlu diperhitungkan agar kutipan yang kita sampaikan isinya tidak sama persis dengan potongan suara narasumber yang akan kita siarkan. Misalnya, jika dalam wawancara dengan sebuah sumber kita mendapatkan bahasan A, B, C kita bisa mengutip pernyataan narasumber mengenai point A di awal laporan, kemudian memutar sebagian suara narasumber saat membahas point B dan mengakhiri laporan kita dengan mengutip point C.

Lanjutkan membaca ‘Menempatkan Pernyataan Narasumber’

24
Sep
08

Cue

Menurut BBC, yang dimaksud dengan CUE dalam pemberitaan adalah pengenalan tertulis untuk klip audio. Jika diterjemahkan menggunakan istilah yang biasa saya gunakan, yang dimaksud dengan CUE adalah pengantar potongan wawancara atau reportase. ‘Pengantar’ ini bisa disampaikan oleh penyiar di studio ataupun oleh reporter yang sedang melakukan wawancara di lapangan.

Tujuan pembuatan cue:

  • memberikan garis besar cerita dari sebuah peristiwa
  • memberikan informasi latar belakang peristiwa yang diperlukan oleh pendengar untuk memahami isi potongan suara yang akan diputar.

Lanjutkan membaca ‘Cue’

10
Jun
08

Membuat Sandiwara Radio

Pembuatan sandiwara radio harus mempertimbangkan perbedaan fungsi mata (visual) dan telinga (audio) dimana mata lebih kritis sedangkan telinga lebih menggugah perasaan / imajinasi. Dengan demikian naskah sandiwara radio dibuat dengan dialog-dialog yang ditujukan untuk menggugah imajinasi pendengar.

Lanjutkan membaca ‘Membuat Sandiwara Radio’

28
Mei
08

Yang sepele dalam wawancara radio

Sebenarnya sepele, dan pasti rata-rata kita sudah mengerti, paham bahkan sudah pernah melakukan. Tapi karena sepelenya, seringkali kita melupakannya. Melalui tulisan ini saya ingin sedikit melakukan reminding agar wawancara yang dilakukan oleh reporter kita tidak gagal berantakan hanya masalah sepele. Secara detail kita perlu memperhatikan apa yang harus dilakukan reporter kita sebelum, pada saat dan sesudah melakukan wawancara:

Lanjutkan membaca ‘Yang sepele dalam wawancara radio’

18
Mar
08

Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C (bagian 3)

Dalam jurnalistik radio, kredibilitas adalah aset jurnalistik yang terbesar karena berkaitan dengan kepercayaan pendengar terhadap radio kita.

Setelah faktor a (accuracy) dan b (balance), kali ini akan dibahas faktor ketiga dalam rumus jurnalistik radio untuk mencapai C (credibility) yaitu:

Lanjutkan membaca ‘Rumus Jurnalistik Radio, a + b + c = C (bagian 3)’




B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 561,752 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s