16
Mei
13

Google luncurkan Radio Without Rules

Google baru-baru ini 15 Mei 2013 telah meluncurkan fasilitas baru yang disebutnya sebagai “radio without rules” yang memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk mendengarkan lagu yang mereka suka secara streaming tanpa perlu mengunduhnya. Dengan diluncurkannya fasilitas ini, maka Google akan bersaing langsung dengan perusahaan penyedia layanan streaming lainnya seperti Pandora, Spotify dan tidak tertutup kemungkin juga akan bersaing dengan Apple iTunes.

Dengan menggunakan radio tanpa aturan yang tersedia pada Google Play Music All Access, pendengar bisa menyusun playlist lagu-lagu yang mereka suka dan mendengarkannya, langsung secara streaming melalui komputer desktop maupun ponsel pintar android. Lagi-lagi terobosan ini akan menjadi ancaman yang perlu dipertimbangkan bagi industri radio konvensional. Untuk sementara radio di Indonesia belum perlu khawatir karena fitur Google Music ini belum tersedia untuk konsumen di Indonesia. Selain itu layanan ini adalah layanan berbayar, jadi radio konvensional yang selalu tersedia secara gratis bagi pendengarnya masih bisa bernafas dengan lega.

Meski begitu, radio konvensional tetap perlu berpikir kreatif. Sekedar memiliki website dan siaran streaming saja tidaklah cukup. Kita perlu memikirkan kovergensi media yang benar-benar konvergen, konsep program dan content terbaik serta memahami keinginan pendengar termasuk melahirkan penyiar yang disuka oleh pendengar agar tidak tergerus oleh tekhnologi. Penyiar radio juga perlu selalu melakukan evaluasi terhadap siarannya sendiri, agar tetap bisa disuka oleh pendengar – jangan sampai pendengar enggan mendengarkan suara kita dan memilih membuat playlist sendiri di Radio Without Rules – nya Google :).

Chris Yerga - Google engineering director for Android, saat menjelaskan Google Play Music All Access
Iklan

1 Response to “Google luncurkan Radio Without Rules”


  1. Agustus 7, 2013 pukul 12:31 pm

    Wah bisa bahaya ini, mungkin radio Indonesia juga harus bersiap-siap dengan perkembangan jaman. Bahkan luar negeri sekarang sudah ada beberapa yang menggunakan radio satelit


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,366 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: