17
Okt
12

Masihkah Radio Berjaya (Konsumsi Media di Indonesia 2012)

Kebiasaan manusia terus berubah seiring dengan Waktu yang terus berjalan dan tekhnologi yag terus berkembang. Demikian juga dengan kebiasaan konsumen media – termasuk pendengar radio – tentunya juga mengalami perubahan. Yang perlu dikhawatirkan oleh insan radio adalah, apakah radio konvensional masih didengar? Apa yang harus dilakukan oleh praktisi radio agar tidak tergerus oleh tekhnologi yang berkembang sedemikian pesat ? Lalu bagaimana peta persaingan radio – televisi dan berbagai media lainnya belakangan ini? Jelang akhir tahun 2012, Voice of America siaran Bahasa Indonesia mempublikasikan hasil riset mengenai pola konsumsi media di Indonesia yang dilakukan oleh Broadcasting Board of Governors sebuah badan yang menaungi lembaga-lembaga penyiaran internasional milik Amerika dan perusahaan riset Gallup. Riset ini dilakukan secara nasional di bulan Juli – Agustus 2012 pada 3000 penduduk Indonesia usia 15 tahun keatas.

Temuan menarik dari riset ini diantaranya adalah:
1. Pengguna telpon selular di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup besar dari 67% pada 2011 menjadi 81% di tahun 2012, atau bisa dibilang 8 dari 10 orang di Indonesia sudah menggunakan telpon selular. Namun ternyata hanya 13% penduduk (usia 15 keatas) saja yang mengaku menggunakan smartphone.
2. Setengah dari orang Indonesia (49,8%) menggunakan SMS atau pesan teks untuk mendapatkan informasi / berita.
3. Media sosial perlu diperhitungkan sebagai salah satu media komunikasi, terutama jika kita memiliki target pasar kalangan kamu muda (usia 15 – 24 tahun).
4. 20,6% atau 1 dari 5 orang Indonesia menggunakan internet dalam 1 minggu terakhir. Hampir semua (96,2%) pengguna internet di Indonesia menggunakan jejaring sosial dan 72% menggunakan internet untuk mencari berita terakhir. Hal ini terjadi tidak hanya di perkotaan, namun sudah menjangkau hingga pelosok daerah. Kepemilikan telpon selular yang makin merata, berperan banyak dalam meningkatkan penggunaan internet di Indonesia.
5. 95,7% pengakses internet di Indonesia menggunakan Facebook, 47,6% menggunakan Youtube, 37,6% adalah pengguna Google Plus dan 29,4% pengguna Twitter.
6. Televisi masih menjadi media yang dominan di Indonesia, dimana 95,9% orang dewasa Indonesia menggunakan media ini untuk mendapatkan berita.

Bagaimana dengan RADIO? Ini dia hasil risetnya:
1. Dibandingkan dengan media lain, 87% penduduk Indonesia menggunakan TV untuk mendapatkan berita, 36% melalui SMS, 11% memperoleh informasi dari radio dan hanya 7% yang masih menggunakan koran / majalah untuk mendapatkan berita.
2. Jika pada 2010 50% penduduk Indonesia mendengarkan radio untuk mendapatkan berita, angka tersebut anjlok menjadi 31% pada 2011 dan terus merosot tinggal 24% pada tahun 2012.
3. Kepemilikan pesawat radio juga merosot, dari 46% di tahun 2011 menjadi 38,1% pada 2012.
4. 94,5% penduduk Indonesia mendengarkan radio FM, 7,6% mendengarkan gelombang AM dan 2,8% mendengarkan gelombang SW.
5. Point menarik berikutnya, meski trend penggunaan internet oleh penduduk Indonesia mengalami peningkatan, namun hanya 1% yang mendengarkan radio melalui internet (streaming).
6. Hal yang tidak kalah menarik, terjadi peningkatan kebiasaan mendengarkan radio menggunakan telpon selular dari 9% pada tahun 2011 menjadi 22% pada 2012. Kebiasaan ini dilakukan oleh 15% penduduk usia diatas 30 tahun, dan 30% usia muda (15 – 24 tahun).

Mengejutkan saat melihat kepemilikan jumlah radio yang merosot demikian juga dengan anjloknya jumlah pendengar yang memanfaatkan radio untuk mendapatkan berita. Namun saya rasa pekerja radio harus tetap optimis dan terus berpikir kreatif agar tidak tergerus jaman. Paling tidak berdasarkan survey jika dibandingkan dengan media lain, radio masih menjadi sumber berita pilihan jika dibandingkan dengan media cetak.

Selain itu, menurut saya, penurunan jumlah kepemilikan radio bisa jadi dikarenakan adanya pergeseran sarana, dimana saat ini orang tidak harus memiliki radio untuk mendengarkan siaran radio. Peningkatan kepemilikan telpon seluler di Indonesia saya rasa telah menjadi pemicu terbesar dari pergeseran ini – terbukti banyak orang memanfaatkan telpon selularnya untuk mendengarkan siaran radio, baik melalui aplikasi ponsel untuk mendengarkan radio yang menggunakan gelombang FM atau menggunakan data internet / pulsa. Begitu juga kebiasaan orang untuk mendengarkan radio di dalam mobil yang sepertinya tidak ikut dihitung dalam survey ini – CMIIW. Dengan demikian bagi saya, penurunan kepemilikan pesawat radio belum mencerminkan penurunan jumlah pendengar radio.

Survey juga menunjukkan terjadinya penurunan pada jumlah pendengar radio, dimana saat ini hanya 24% penduduk Indonesia yang menggunakan radio untuk mendapatkan informasi. Apakah berarti sudah sedemikian sedikitnya pendengar radio di Indonesia? Saya tetap optimis masih banyak orang mendengarkan radio karena pendengar radio tidak hanya mencari informasi atau berita. Justru yang lebih utama adalah kebutuhan para pendengar akan hiburan. Data dari survey ini mengingatkan kita bahwa radio jangan hanya sekedar berkutat pada mengejar berita tercepat, menjadi sumber informasi terhandal dan sejenisnya. Justru kita harus bisa menjadi teman paling setia bagi pendengar kita yang butuh untuk dihibur. Jika sebagai penyedia informasi radio kalah dengan televisi, sms, internet atau media yang lain, radio harus menang sebagai personal entertainer bagi pendengarnya. (Update 19 Oct 2012: kecilnya jumlah penduduk Indonesia yang memanfaatkan radio sebagai sumber informasi bisa jadi juga dikarenakan oleh 1. Sedikitnya radio berformat berita di Indonesia. Seperti kita ketahui kebanyakan radio di Indonesia berformat hiburan, kalaupun memiliki acara berita, bentuknya hanya sebagai sisipan. 2. Minat masyarakat untuk mendengarkan informasi yang disampaikan hanya dalam bentuk audio tentunya juga memegang peranan penting)

Yang perlu kita waspadai adalah perkembangan internet yang begitu pesat seiring dengan melonjaknya penggunaan peralatan bergerak (mobile) seperti telpon selular, telpon pintar, komputer tablet dan berbagai gadget lainnya yang terjadi hampir merata diseluruh Indonesia. Lagi-lagi survey ini mengingatkan kita bahwa di era ini dan mendatang radio tidak akan bisa hidup jika hanya mengandalkan radio internet karena hanya sedikit (1%) penduduk Indonesia yang mendengarkan radio melalui internet. Melalui proses konvergensi media radio tidak sekedar memindah siaran dari gelombang FM / AM / SW ke gelombang internet, tapi harus bisa menyajikan content internet baik web maupun mobile yang lebih lengkap, kreatif, menghibur dan bermanfaat bagi pengaksesnya. Jika strategi yang kita lakukan tepat, maka radio tidak akan menjadi barang antik sekedar mengisi sejarah.

Sekali di udara…tetap di udara *semoga! optimis!

Sumber dan hasil riset lengkap silahkan klik: Press Release BBG

Make Me Your Radio

Iklan

3 Responses to “Masihkah Radio Berjaya (Konsumsi Media di Indonesia 2012)”


  1. Oktober 17, 2012 pukul 2:26 pm

    Reblogged this on DODI SYAHPUTRA MM and commented:
    Digdaya Media, Luar Biasa

  2. 2 Meirina Ramadhan
    Oktober 17, 2012 pukul 3:29 pm

    Kreativitas baik segi program maupun Dj tentu sangat penting agar radio tetap eksis. Dibutuhkan Dj yang tidak sekedar hanya memutar lagu tapi juga menghibur. Sudah seharusnya acara di radio dibuat seperti acara di teve. dan tentu ga gampang! kualitas SDM itu yg perlu ditingkatkan! peer buat insan radio

  3. 3 maseadi
    November 4, 2012 pukul 8:20 pm

    Saya kira radio tidak akan ditinggalkan, karna radio sendiri mempunyai kelebihan untuk didengarkan dan tidak bisa didapat dari media lain.. seperti contoh radio Rodja yang berjalan digelombang AM sekarang mendunia dengan alat bantu antena parabola.. salam
    http://mayherbal.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 558,268 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: