14
Apr
11

Youtube Institute

Terkenal lewat Youtube, itulah yang banyak dialami oleh sebagian orang yang dikatakan lulusan Youtube Institute 🙂

Setelah booming Shinta dan Jojo yang melakukan lipsync (penyesuaian gerak bibir) sambil bergoyang di youtube, kembali Indonesia di hebohkan oleh Norman Kamaru, seorang anggota Brimob melakukan hal yang serupa. Bergoyang, lipsyncing lagu terkenal, direkam dalam bentuk video, kemudian di unggah ke dunia maya (youtube) bisa membuat mereka menjadi terkenal. 

Apakah mereka yang pertama? Tentu saja tidak. Namun, paling tidak mereka memiliki satu – dua – atau lebih keunikan dan perbedaan yang bisa membuat orang tertarik. Apakah mereka bisa melejit karena mereka melakukan sesuatu yang luar biasa? Kalau kita jelajahi youtube, kita akan menemukan banyak orang lain yang melakukan hal yang serupa. Lalu pelajaran apa yang bisa kita ambil dari fenomena sukses lewat youtube yang marak terjadi belakangan ini?

Mau dan mampu kreatif! Mau melakukan dan membuat video kemudian meng-upload ke youtube sudah bisa dibilang ada kreatifitas yang mereka lakukan. Semakin kreatif akan mebuat karya kita semakin beda. Dan jika kreatifitas kita benar, kita akan mampu menarik perhatian orang. Demikian juga di radio, saya selalu mendorong teman-teman penyiar untuk membuat kreatifitas. Ciptakan konsep acara yang menarik, kemudian kemaslah dengan sesuatu yang berbeda. Respon yang saya dapat, ada yang langsung bergerak untuk membuat kreatifitas, namun ada juga yang berkutat pada titik: susahnya menemukan hal yang kreatif.

Apakah sedemikian susahnya menemukan kreatifitas yang bisa membuat kita berhasil? Make it simple, jangan terlalu berpikir rumit karena kita tidak sedang dituntut untuk menciptakan penemuan baru.

Seperti fenomena youtube di atas, untuk meraih sukses tidak harus menjadi yang pertama. Kita bisa menerapkan apa yang pernah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, Niteni – Niroake – Nambahi.

  • Niteni, mengamati apa yang membuat orang lain berhasil, mengamati kelebihan dan kekurangannya dan mengamati apa yang disuka oleh konsumen / pendengar.
  • Niroake, mencontoh yang sudah berhasil. Jadi tidak perlu terlalu pusing, contoh saja hal-hal positif yang sudah membuat orang lain sukses. Namun perlu diingat bahwa supaya kreatifitas kita bisa berhasil harus berbeda. Untuk itu kita harus melakukan N yang ke 3, yaitu
  • Nambahi, menambahkan inovasi baru, sesuatu yang tidak dilakukan oleh mereka yang pernah sukses sebelum kita.

Saat browsing, saya menemukan aksi yang sama: 2 orang me-lipsync-kan lagu terkenal, bergoyang-goyang, divideokan kemudian di upload ke youtube. Berikut ini salah dua klip yang mereka buat.

Mereka berasal dari Phillipina. Saat sudah terkenal, mereka pun dikontrak menjadi bintang iklan, bukan sekedar merk lokal Phillipina, namun mereka dikontrak oleh sebuah perusahaan minuman bersoda terkenal kelas dunia. Ini klip iklan yang mereka bintangi.

Yang saya dapat dari 2 pemuda Phillipina ini, mereka serius menggarap kreatifitas mereka. Ada alur (meskipun sederhana) dalam klip mereka. Mereka ekspresif, dan bahkan melibatkan teman-teman mereka. Tentunya pembaca bisa menambahkan hal-hal lain yang membedakan video lipsync 2 pemuda Phillipina ini.

Jadi, tidak terlalu susah untuk kreatif dan berhasil. Modalnya mau dan mampu, kemudian terapkan 3N. Melakukan yang sama yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain, namun kita konsepkan lebih serius dan dikemas secara berbeda.

Tips sukses lewat youtube klik di sini

Beberapa orang yang menjadi terkenal lewat youtube klik di sini

Iklan

0 Responses to “Youtube Institute”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,546 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: