01
Feb
11

Kencing Aja Bayar

Era Generation X, lalu ada Generation Y, sudah berlalu. Dari salah satu situs yang saya baca, katanya dalam dekade ini muncul generasi baru yang dikenal sebagai Generation G. Huruf G merupakan singkatan dari GENEROSITY yang dalam bahasa Inggris, berarti “habit of giving freely without expecting anything in return”. Jadi, jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Generation G adalah generasi murah hati, yang suka memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Contoh kebiasaan untuk berbagi tanpa pamrih, menurut saya paling terasa  di dunia maya. Melalui jaringan sosial, bisa kita lihat berapa banyak informasi mengalir secara gratis dalam jejaring kita. Jika dulu kita harus mengeluarkan uang untuk membeli informasi melalui koran atau sekedar mendapatkan user id dan password sebuah situs berita, saat ini berita-berita mengalir bahkan tanpa kita minta. Tidak hanya dari media berita, bahkan dari teman-teman kita sendiripun, kita bisa mendapatkan informasi hingga foto dan video yang aktual, yang tidak kalah cepat dibandingkan dengan media berita. Lalu, kita mengenal juga kelahiran Jurnalis Warga / Citizen Journalism yang berbagi berita tanpa dibayar.

Bahan materi pembelajaran hingga tips juga banyak yang bisa kita dapatkan secara gratis tinggal browsing dan download, mulai yang dilakukan oleh departemen pendidikan kita, hingga berbagai tulisan di blog. Kita juga pernah mendengar gerakan sosial Koin untuk Prita, Jalin Merapi dan bahkan sudah mulai banyak penulis dan penyanyi yang sengaja meng-upload karya barunya untuk didownload secara gratis dan legal oleh penggemarnya. Banyak konsultan yang melayani konsultasi gratis di internet, banyak pakar membagikan ilmunya gratis di internet, juga pembicara seminar seperti pak Tanadi Santoso yang sudah sejak dari beberapa tahun lalu meng-upload pointers seminarnya untuk didownload secara gratis melalui situsnya.

Jika sudah banyak orang semakin sadar untuk berbagi, di sisi lain masih banyak orang bahkan perusahaan yang belum menyadari bahwa era generasi G sudah mulai berjangkit di masyarakat. Dari pengalaman, masih ada 1-2 hotel yang tidak menggratiskan koneksi internetnya. Ada juga penyedia jasa internet yang memberikan layanan free hotspot dengan kecepatan koneksi yang ala kadarnya – gratis kok pengen cepat, mereka belum sadar, bahwa layanan free hotspot yang mereka sediakan adalah sampling product bagi calon pelanggan atau bisa berupa layanan lebih bagi pengguna yang sudah menjadi pelanggannya. Kita juga bisa melihat bahwa layanan situs berbayar mulai ditinggalkan oleh pengunjungnya.

Generation G, tidak hanya berkaitan dengan aktifitas di dunia maya. Contoh nyata yang pernah saya rasakan adalah waktu menginap di salah satu hotel saat berkunjung ke Radio Singapore International. Berbeda dengan hotel pada umumnya yang hanya memberikan sarapan gratis, hotel tempat saya menginap ini menggratiskan mini barnya. apapun yang ada di dalam kamar – 1 kulkas kecil dan snack – boleh bebas kita konsumsi tanpa dipungut biaya, dan keesokan malamnya akan diisi lagi dan boleh dihabiskan lagi selama kita menginap di hotel ini. Luar biasa, hanya dengan service kecil, apa yang diberikan oleh hotel ini teringat sampai sekarang dan meninggalkan kesan positif bagi saya.

Indahnya berbagi bisa kita bawa kedalam lingkungan kerja kita, karena ‘inilah saatnya’ agar kita tidak tertinggal. Radio harus memikirkan apa yang bisa dibagikan untuk pendengarnya secara gratis diluar acara dan lagu. Sedangkan kita sebagai awak siar pun sudah saatnya untuk menjadi bagian dari generation G bagi perusahaan kita. Jika kita selama ini masih ‘berhitung’ jika mendapat order dari perusahaan, segera berubahlah. Gratiskan dulu dan berhitunglah kemudian, biarlah kita menginvestasikan jasa kita ke perusahaan dan jika saatnya tiba, kita pasti akan menuai hasil panennya. Jangan sampai perusahaan tempat kita bekerja yang menjadi konsumen dari jasa kita, merasa kita ini orang yang sulit, mahal dan lain sebagainya. Jika hal itu terjadi dan perusahaan menemukan orang yang dianggap mudah – helpfull – tidak menimbulkan masalah, yang akan rugi kita sendiri.

Kita perlu merubah pikiran kita, sama dengan mereka yang sudah menjadi bagian dari generation G, semakin kita berbagi tanpa berhitung – nantinya akan semakin banyak pula yang kita dapatkan. PR: silahkan dibayangkan, dari mana media, tokoh, penyanyi, perusahaan yang rajin berbagi secara gratis itu mendapatkan keuntungan mereka 🙂 Pasti ada!

Akhir kata, sudah bukan jamannya kita mengatakan “Kencing aja bayar!” dan melangkah untuk menjadi bagian dari Generation G yang murah hati dan gemar berbagi.

Iklan

4 Responses to “Kencing Aja Bayar”


  1. Februari 1, 2011 pukul 5:00 pm

    Mungkin perlu diciptakan toilet umum berbasis opensource, biar istilah ‘kencing aja bayar’ bener-bener nggak relevan lagi..?

  2. November 10, 2011 pukul 8:26 am

    bagus sekali mas … ijin untuk share ya …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 551,968 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: