14
Nov
10

Social Media Don’ts for Radio

Berbagai macam merk dan produk berlomba-lomba melakukan promosi melalui sosial media seperti facebook, twitter dan lain sebagainya.Namun banyak diantara mereka yang hanya sekedar menggunakan sosial media untuk berpromosi, tanpa melihat kebutuhan dan keinginan pengikut atau konsumen mereka.

Pengalaman pribadi yang saya alami, melalui twitter saya mengikuti akun sejumlah produk terkenal yang memang saya gunakan sehari-hari. Mereka sering memperbaharui status mereka dengan informasi promosi dan kuis, tentu saja mereka juga mem-publish komentar-komentar positif dari konsumen yang puas dengan produk mereka. Sayangnya, pada saat saya mengalami masalah dengan produk tersebut, jangankan diberi solusi, keluhan saya ditanggapi dengan ucapan terimakasih pun tidak.

Nampaknya masih banyak produk pengguna sosial media yang belum paham bahwa keberadaan sosial media adalah untuk menjalin komunikasi dan partisipasi dua arah. Banyak yang belum memahami bagaimana bisa terkait menyatu dengan pengikut kita di sosial media. Pada umumnya, hanya sekedar menampilkan siapa mereka dan untuk radio, masih banyak yang menggunakan situs sosial medianya sekedar untuk menunjukkan apa yang mereka siarkan.

Pengalaman ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita, agar lebih baik dalam mengelola akun sosial media radio kita sebagai alat komunikasi dua arah dengan pendengar. Kita perlu kembali memikirkan, mengapa radio kita menggunakan sosial media? Apa yang sebenarnya ingin kita lakukan dengan akun sosial media kita? Apa yang ingin kita capai dan bagaimana mengelola akun sosial media kita?

Jessica Northey@jessicanorthey, seorang penyiar radio, konsultan media dan pemasaran Finger Candy,  serta pengamat new and sosial media memberikan sejumlah hal yang perlu dihindari oleh radio agar strategi sosial media yang kita lakukan bisa lebih optimal.

Beberapa diantaranya adalah:

1. Jangan memiliki banyak akun pada satu jenis sosial media. Seringkali kita menjumpai satu radio memiliki banyak akun facebook atau twitter, belum lagi masing-masing acara dibuatkan akun tersendiri. Hal ini akan membingungkan pendengar kita. Gunakan kata kunci, slogan atau nama yang sederhana dan akrab dengan pendengar. Permudah pendengar untuk menemukan radio kita di jaringan sosial media.

2. Jangan membuat status yang negatif, seperti kata-kata kasar, hanya berisi keluhan, umpatan dan lain sebagainya. Reputasi radio kita menjadi taruhannya, dan banyak orang sudah kehilangan pekerjaan hanya gara-gara tidak berpikir panjang dalam menulis status di sosial media.

3. Jangan memperbaharui status setiap hari. Lakukanlah paling tidak setiap jam sekali. Dengan demikian akun sosial media kita, baik facebook, twitter atau yang lain akan menjadi hidup dan up date.

4. Jangan kelewat banyak dan terlalu cepat melakukan update, agar tidak menjadi spam dan mengganggu pendengar kita.

5. Jangan diam saja jika mendapat komentar, masukan atau keluhan dari pendengar di akun sosial media kita. Dengarlah apa yang disampaikan pendengar kita dan tanggapilah. Jadilah proaktif dengan membantu masalah mereka, menanggapi apa yang mereka sampaikan. Saat kita terhubung dengan pendengar, lakukanlah komunikasi sesering mungkin.

6. Jangan menggunakan sosial media hanya untuk menjelaskan siapa kita, acara apa yang kita punya, apa keunggulan kita dan sekedar promosi-promosi lainnya. Gunakanlah sosial media dari sudut pandang pendengar (listener – based) agar mereka tidak meninggalkan kita (bad social media break).

7. Jangan hanya sekedar menawarkan lagu apa yang akan kita putar atau penyanyi siapa yang akan muncul, kecuali kita memiliki informasi yang menarik atau informasi eksklusif yang tidak bisa didapatkan oleh pendengar di tempat lain.

8. Jangan lupa untuk terus membangun komunitas, layanan publik dan menggalang promosi melalui berbagai kegiatan.

9. Jangan hanya sekedar melempar kuis. Pikirkan siapa pengikut kita dan apa yang menarik untuk mereka.

10. Jangan mencampur-adukkan update mengenai berita atau informasi serius dengan status santai yang kita gunakan untuk menghibur atau sekedar berbincang dengan pengikut kita.

Saya tambahkan beberapa:

1. Jangan menulis / mengirimkan / meneruskan informasi sampah agar kredibilitas radio kita terjaga dan tidak mengganggu kenyamanan pengikut kita.

2. Jangan hanya mengupdate status, banyak yang bisa lakukan melalui social media, seperti misalnya mempublikasikan tulisan, link yang menarik, foto atau video kegiatan radio.

3. Jangan mempublikasikan sesuatu (link, foto, video dll) tanpa ada penjelasan.

4. Jangan membuat status yang terlalu panjang di twitter. Pada dasarnya pengikut anda memiliki rasa malas untuk membaca kelanjutannya.

5. Jangan biarkan pertanyaan, keluhan, tanggapan pendengar di sosial media tanpa tanggapan. Point ini kembali saya tulis, karena disinilah esensi dasar dari sosial media, yaitu berpartisipasi, berkomunikasi dengan konsumen kita.

6. Jangan itu-itu saja. Kreatiflah. Sekarang saatnya kita tidak hanya memikirkan content siaran, tetapi juga content dari situs / akun sosial media kita.

Semoga bermanfaat.

Iklan

2 Responses to “Social Media Don’ts for Radio”


  1. 1 Danang Hamid
    November 24, 2010 pukul 3:22 pm

    Mampir berkunjung mas….saya lagi nunggu tulisan lain yang ada hubungannya income 😀 biar dapat kue iklan yang ‘seimbang ‘jangan dulu banyak-banyak …


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 563,800 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: