15
Jul
10

You, Your Community and Me

Saat browsing, saya menemukan sebuah link di website radio Amerika – Voice Of America. Link ini menghantar saya ke sebuah website yang nampaknya masih dalam proses uji coba bernama MyVOA. Melalui website ini VOA berusaha membangun jejaring sosial bagi komunitas pendengarnya di seluruh dunia.
Selain bisa mencari teman dan menemukan berita-berita yang dipublikasikan oleh VOA, baik dalam bentuk text, audio maupun video, anggota komunitas juga bisa mengunggah tulisan di blog, foto dan video mereka. Bagi mereka yang sudah terbiasa dengan Facebook, tentunya sudah tidak asing lagi dengan fasilitas-fasilitas ini.
Tidak berhenti disitu, situs ini juga menyediakan fasilitas forum diskusi, sehingga kita bisa mendiskusikan topik-topik hangat yang sedang terjadi serta mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dalam English Forum Community.
Selain VOA, Radio BBC baru-baru ini juga mengembangkan situs mereka sehingga pendengar bisa ikut berpartisipasi memberikan komentar-komentarnya atas informasi yang dipublikasikan serta mengunggah foto dan video mereka. Sebelum BBC, Radio Nederland juga sudah melakukan hal yang sama, memberikan kesempatan bagi pendengarnya untuk mengomentari berita-berita yang diangkat. Hal ini menunjukkan pentingnya memberikan wadah bagi target audience kita agar mereka bisa ikut serta berpartisipasi dalam apapun yang kita sajikan. Jika mereka yang berada jauh dari Indonesia sudah memberikan wadah bagi pendengar untuk berinteraksi, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama bagi pendengar di kota kita? Langkah awal, mulailah dari acara yang kita siarkan.
Bagi teman-teman radio, saya selalu menganjurkan untuk melayani komunitas pendengar. Seiring perkembangan jaman, radio tidak cukup hanya sekedar menjadi personal media yang melayani pendengarnya secara “you and me”, namun sudah saatnya untuk lebih serius melayani pendengar dan juga siapapun yang dikenal oleh pendengar tersebut. Pemikiran “you and me” harus bergeser ke “you, your community and me”, sehingga kita tidak hanya menarik 1 orang pendengar untuk mendengarkan siaran kita, tapi kita harus menarik pendengar dan teman-temannya, kerabatnya dan seterusnya. Apakah mungkin, seorang pendengar berkirim salam melalui radio kita sedangkan teman-temannya mendengarkan radio lain?
Seperti dalam tulisan saya sebelumnya seputar Radio 2.0, untuk menjadi sebuah radio interaktif yang melayani komunitas pendengarnya, tidak cukup hanya sekedar merubah siaran kita menjadi siaran internet atau hanya dengan memiliki website yang berisi profil penyiar, rate iklan, dan daftar tangga lagu. Yang paling penting dan utama adalah mengkreasikan acara yang bisa menjadi media bagi pendengar untuk mengembangkan jejaring mereka dan menjadi ajang bagi mereka untuk saling berbagi dan bertegur sapa di udara. Mengapa acara menjadi hal yang utama? Karena itulah yang kita tawarkan dan jual kepada pendengar kita. Lalu acara yang seperti apa yang menarik bagi pendengar? Jawabnya simple, ketahuilah apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan pendengar. Kalau radio berita apakah bisa menerapkan konsep ini? Tentu saja bisa, tergantung bagaimana kita mengemas acaranya 🙂
Setelah itu barulah kita menggarap fasilitas tambahan untuk mendukung siaran kita dengan menggelar kegiatan-kegiatan bagi komunitas pendengar kita. Jika kita melihat disekeliling kita, tentunya banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan. Apa yang terpikir jika melihat komunitas gamers, bikers, pecinta burung dara, pecinta fotografi, memancing, pelajar, ibu-ibu hingga pedagang pasar atau siapapun yang menjadi target pendengar kita. Tahap berikutnya jika diperlukan kita bisa memanfaatkan kemajuan tekhnologi dengan menggarap komunitas pemilik seluler dan juga menyediakan fasilitas melalui internet – bukan hanya sekedar radio streaming – dengan menyediakan sebuat website interaktif yang menjadi ajang berkomunikasi bagi pendengar kita. Dan seperti yang sudah banyak dilakukan, kita juga bisa memanfaatkan situs jejaring sosial yang ada selama ini seperti Facebook, Twitter dan yang lainnya. Menjamurnya internet murah, handphone internet dan maraknya bisnis warnet, sudah membuat semakin banyak masyarakat kita yang paham internet.
Dengan menggarap komunitas pendengar kita tidak hanya meningkatkan jumlah pendengar tapi juga meningkatkan loyalitas mereka. Jadi, menangkanlah pendengar dengan melayani komunitasnya.
Iklan

2 Responses to “You, Your Community and Me”


  1. Juli 20, 2010 pukul 10:09 pm

    MyVOA itu kaya facebook yah?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,124 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: