15
Feb
10

Tentang Totalitas

Kita pasti mengenal Pu Yi (溥儀) – kaisar terakhir di Tiongkok – melalui film kolosal The Last Emperor (1987). Namun sedikit dari kita yang mengenal siapakah kaisar pertama Tiongkok, Shi Huang Ti yang dikenal dengan nama Qin Shi Huang (秦始皇).

Meramaikan tahun baru Imlek 2561, tulisan saya kali ini mencoba mengajak kita untuk lebih mengenal sang Kaisar yang hidup diantara tahun 259 – 210 SM. Kaisar yang satu ini memang controversial. Disamping dikenal sebagai dictator yang kejam, ada beberapa hal positif yang perlu kita cermati dari Shi Huang Ti.

Dibawah kepemimpinannya, Shi Huang Ti berhasil menyatukan 7 kerajaan yaitu Zheng, Han, Zhao, Yan, Wei, Chu dan Qi hanya dalam 1 dekade, hingga akhirnya lahirlah Negara Tiongkok pada tahun 221 SM. Waktu yang sangat singkat untuk membentuk sebuah negara. Coba bandingkan dengan negara kita, yang sejak era reformasi di tahun 1998 hingga 2010 ( 12 tahun) masih saja banyak hal yang belum beres.

Dalam era pemerintahannya, Shi Huang Ti mengawali pembangunan salah satu keajaiban dunia, yaitu tembok besar China pada tahun 220 SM. Dari sisi ekonomi, Kaisar Shi memberlakukan standarisasi mata uang, satuan ukuran hingga ke system transportasi dan kanal.

Peninggalan sang kaisar yang lainnya adalah makamnya yang dijaga oleh ribuan patung tentara dan kuda dari tanah liat, yang sekarang kita kenal sebagai tentara Terakota (berasal dari bahasa Itali: terra cocta, yang artinya tanah yang dibakar).

Sampai saat ini, para ahli sejarah banyak menemukan hal-hal menarik dari situs makam Terakota ini. Misalnya pedang, tombak dan anak panah yang tidak berkarat meskipun sudah berumur ribuan tahun, bentuk anak panah yang unik dan aerodinamis sehingga bisa meluncur lebih cepat, serta ditemukannya rangkaian logam berbentuk mirip kunci inggris yang setelah diselidiki diyakini sebagai pelatuk crossbow (saya belum menemukan terjemahan yang pas dalam bahasa Indonesia, senapan panah?).

Dengan terobosan dalam tekhnologi persenjataan inilah para peneliti menemukan salah satu alasan, mengapa pasukan perang Shi Huang Ti bisa mengalahkan musuh-musuhnya dan menguasai daratan Tiongkok. Temuan penggunaan crossbow oleh pasukan kaisar Shi mengejutkan para peneliti, karena bangsa Eropa saja baru menggunakan senjata ini dalam perang sekitar tahun 1500-an atau lebih dari seribu tahun setelah era Shi Huang Ti.

Tidak selamanya orang mengenal kaisar Shi sebagai sosok yang positif. Banyak hal buruk yang juga dilakukannya, misalnya penutupan ratusan sekolah, pembakaran buku dan lain sebagainya hingga akhirnya dia meninggal secara ironis karena keracunan mercury dari obat-obatan yang semula diramu sebagai obat panjang umur. Rupanya kasus keracunan mercury di Tiongkok sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu, tidak hanya sekarang dimana ditemukan susu atau kosmetik made in China yang mengandung mercury 😛

Di tahun 2008, Shi Huang Ti dan pasukan Terakota-nya oleh Rob Cohen direpresentasikan sebagai kaisar Han dalam sekuel film The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor yang diperankan oleh Jet Li.

Lalu, apa yang bisa kita ambil dari cerita Shi Huang Ti ini? Lakukan yang terbaik hari ini dan belajarlah dari kesalahan! Jika kita ingin berhasil, jangan tanggung-tanggung. Kita harus serius, kita harus total memanfaatkan apa yang kita mampu untuk berkarya. Apa yang terbaik yang kita lakukan, sebenarnya bukan sekedar untuk tempat dimana kita bekerja saja, namun apapun yang kita lakukan saat ini adalah investasi bagi diri kita sendiri. Berkaryalah, bukan sekedar bekerja.

Keberhasilan itu tidak bisa dicapai dengan 1 langkah besar, namun keberhasilan itu adalah merupakan rangkaian langkah-langkah kecil yang kita susun sejak dulu, kini dan masa yang akan datang.

“There is no GIANT step that does it. It’s a lot of little steps”

Semoga tulisan panjang ini tidak membuat bosan. Jangan mudah putus asa, maju terus, tetap semangat!
Welcoming the year of the iron tiger, sin cun kiong hie, gong xi fa coi, happy valentine day!

©Alex Santosa, awal 11 Februari 2010

Iklan

5 Responses to “Tentang Totalitas”


  1. 1 nugie
    Maret 10, 2010 pukul 12:39 pm

    keren tulisannya bos….gong xi fa coi….saya tunggu edisi terbarunya.

  2. Maret 20, 2010 pukul 6:21 am

    “Semoga tulisan panjang ini tidak membuat bosan”

    Oh, tulisan anda tidak panjang, dan juga tidak membosankan kok.
    hahaha 😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,370 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: