10
Feb
10

Nyali Memenangkan Pertempuran

Suatu ketika pada tahun 1805 ditengah berkecamuknya perang Napoleon, kapal perang kerajaan Inggris HMS Surprise membelah kesunyian samudra pacific yang diselimuti kabut. Kapal ini membawa misi menghancurkan dan menenggelamkan Acheron – salah satu kapal perang tangguh milik Perancis yang seringkali mengganggu kapal-kapal Inggris di lepas pantai Amerika Selatan.

Di haluan kapal, seorang taruna angkatan laut Inggris melalui teropongnya, melihat bayangan di balik kabut yang ternyata adalah sosok Acheron dengan meriam-meriam siap menghancurkan HMS Surprise. Dengan kemampuan tempur yang lebih modern dan kemampuan jelajah yang lebih cepat, dengan mudah peluru meriam Acheron menghajar HMS Surprise.

197 anak buah kapal HMS Surprise berjuang mati-matian untuk mempertahankan diri, mereka menaikkan layar, menembakkan meriam, mencegah air laut masuk melalui lobang di lambung kapal yang menganga akibat tembakan meriam Acheron. Mereka terus berusaha untuk menjaga agar kapal yang selama berbulan-bulan menjadi tempat hidup jauh dari keluarga tidak tenggelam. Karena jika tenggelam, habislah nyawa mereka.

Namun, HMS Surprise akhirnya dibuat tidak berdaya setelah tembakan meriam Acheron mengenai buritan dan kendali kapal. HMS Surprise lumpuh tidak mampu melarikan diri dari serangan Acheron. Di saat kritis, Jack Aubrey sang kapten kapal memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan semua sekoci kapal. HMS Surprise yang besar diikat dan ditarik oleh kapal-kapal sekoci yang kecil yang didayung oleh anak buah kapal yang sudah terkuras tenaganya dan terluka. Sekali lagi dengan kegigihan, kekompakan dan rasa memiliki yang kuat, mereka berhasil menghindari gempuran meriam Acheron, membawa HMS Surprise – rumah mereka di tengah samudra – menjauh dan bersembunyi di balik kabut yang tebal. Strategi ini berhasil menyelamatkan kapal mereka dan tentunya hidup mereka.

Itulah sedikit cuplikan cerita dari film Master and Commander: The Far Side of the World yang dibintangi oleh Russel Crowe pada tahun 2003. Pelajaran yang bisa dipetik adalah kegigihan dan kekompakan anak buah kapal berhasil menyelamatkan hidup mereka dari pertempuran dan lautan yang ganas. Diharapkan, kita pun sehari-hari juga memiliki semangat yang tinggi untuk menjaga agar radio kita tidak tenggelam ditelan waktu dan memenangkan pertempuran antar radio yang satu dan radio yang lain, antar media yang satu dengan media yang lain, yang semakin lama semakin ketat.

Dengan kegigihan, kekompakan dan sense of ownership yang tinggi, kita akan menyelamatkan “kapal” kita, yang menjadi tempat hidup kita di tengah samudra persaingan yang semakin ganas.

“The Courage To Do The Impossible Lies In The Hearts of Men”

©alex santosa – 9 Februari 2010

Iklan

2 Responses to “Nyali Memenangkan Pertempuran”


  1. 1 nugie
    Maret 11, 2010 pukul 7:36 pm

    tanpa rasa memiliki yang dalam pasti tidak ada artinya, yang akhirnya idiom becak madura muncul lagi. bayar 1000 kok minta selamat….makanya bayar 20.000….hubungan saling menggangap menjadi tidak bisa ditinggal. Memiliki pasukan yang seperti itu memang membanggakan karena mereka adalah aset yang sanggat mahal tentunya….tetapi memiliki bos yang handal juga aset yang sanggat menggiurkan tentunya……kekalahan bukannya dari kompetitor tetapi dari dalam kita sendiri. maka bersatulah indonesia.

  2. Maret 19, 2010 pukul 5:45 pm

    Jangan takut kalah, sebelum mencoba. That’s all.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,119 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: