04
Agu
09

Gridiron

“On the Gridiron, we do it my way, not your way.” – Sean Potter

*) gridiron = teralis besi, kisi-kisi

Orang radio, baik penyiar maupun jurnalis, kadang sering digambarkan sebagai seniman yang bekerja mengandalkan mood. Ada yang bilang mereka suka bandel dengan caranya sendiri, sehingga bagi yang tidak bisa memahami akan menjadi masalah tersendiri.

Dari pengalaman, seringkali saya menjumpai tidak sedikit program director, news editor, manager siaran atau bahkan seorang station manager kehabisan akal dalam menghadapi crew dan staff yang bandel. Jika si bandel tidak berprestasi, biasanya kita mengambil cara mudah yaitu mencoret namanya dari keanggotaan team kerja, dan melemparkan permasalahan kepada bagian HRD yang kita vonis tidak beres dalam proses recruitment.

Permasalahan akan menjadi lebih kompleks, jika si bandel memiliki prestasi, misalnya memiliki kemampuan produksi di atas rata-rata, memiliki pendengar yang banyak, memiliki jaringan narasumber yang hebat dan berbagai keunggulan lainnya. Asset seperti ini akan memaksa kita untuk memakan buah simalakama. Diamputasi atau dipelihara, dua-duanya merupakan masalah yang sulit. Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman, menghadapi si bandel yang memiliki keunggulan.

Saat mendapat laporan mengenai adanya crew yang bandel, saya akan balik melemparkan pertanyaan kepada atasan si bandel, apa yang sudah anda lakukan agar si bandel bisa dikendalikan dan energinya dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasinya? Jawabannya rata-rata selalu sama: sudah ditegur, diingatkan, diberi surat peringatan hingga dikenai sangsi. Tapi pada prakteknya, si bandel tetap saja melakukan kesalahan.

Banyak dari kita lupa, bahwa hal di atas yang kita lakukan hanyalah teori belaka, jika kita tidak mau bangun dari kursi dan melakukan sesuatu untuk mereka. Si bandel tetap melakukan penyimpangan adalah bukti bahwa kita harus take action – melakukan sesuatu, memikirkan sesuatu, menciptakan suatu sistem agar si bandel tidak lagi bisa bandel. Seringkali kita tidak mau bersusah payah membangun GRIDIRON / kisi-kisi / pagar, agar si bandel tetap berada di jalan yang benar.

Bukan berarti teguran, surat peringatan hingga sangsi tidak ada artinya. Hal tersebut memang penting, namun tidak akan ada artinya jika kita tidak take action. Lakukan sesuatu, jangan hanya sekedar berkata: “ah dia memang tidak bisa diperbaiki.” Banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk membiasakan si bandel melakukan yang benar. Misalnya, day to day atau bahkan minute by minute memantau progress dari tugas yang kita berikan kepadanya. Jika ada masalah, kita langsung memberikan solusi sehingga tidak ada alasan baginya untuk menghindari dead line yang sudah ditentukan.

Jika si penyiar suka melanggar aturan siaran yang sudah ditentukan, lakukanlah pendampingan langsung. Pindah jam siarannya ke jam yang paling nyaman bagi kita untuk melakukan pengawasan. Jika ada reporter bandel sering sulit dipantau saat berada diluar kantor, ciptakanlah sistem yang memudahkan kita untuk mengawasi proses kerjanya, atau kita bisa menempatkannya di dalam studio dan melakukan wawancara dari dalam studio. Dengan melakukan sesuatu, kita akan bisa memantau penyimpangan sedini mungkin. Bangun GRIDIRON anda untuk mengamankan output siaran dan meningkatkan kualitas tim kerja anda.

Bagi anda, team member yang termasuk dalam kategori ‘si bandel yang memiliki keunggulan’, pesan saya: jangan buang-buang energi untuk hal itu. Menjadi kuda liar sangat melelahkan, melompat kesana kemari, berlarian tak tentu arah toh akhirnya anda akan dijinakkan atau malah diikat didalam kandang. Manfaatkan energi anda untuk meningkatkan prestasi. Biarkan mata manajemen terbuka lebar dan bersinar saat melihat prestasi anda. Prestasi anda saat ini adalah investasi anda di masa depan.

Ada satu film yang menurut saya bisa memberikan inspirasi kepada kita bagaimana menjadi leader yang tangguh, yang mau melakukan action, yang menyatu dengan team-nya. Film ini juga mengajarkan bahwa mereka yang bandel, yang tersisihkan bisa menjadi pemenang dengan memanfaatkan keunggulannya sebagai anggota team.

Film berjudul Gridiron Gang ini diambil dari kisah nyata dari seorang pendamping di sebuah pusat rehabilitasi anak-anak nakal di Amerika bernama Sean Potter. Dia tergerak untuk melakukan sesuatu setelah melihat fakta bahwa 75% dari anak-anak nakal akan kembali melakukan perbuatan kriminal selepas dari pusat rehabilitasi. Sebuah bukti, bahwa tanpa action dari leader, teori pendisiplinan akan sia-sia.

Take action! Itulah yang dilakukan oleh Sean Potter, dengan membentuk sebuah tim football dan merubah anak-anak nakal itu menjadi anggota tim yang berprestasi dan berhasil memenangkan berbagai pertandingan. Kata-kata Potter saat pertama kali menyatukan mereka dalam sebuah tim adalah: “The Gridiron is a football field. On the Gridiron, we do it my way, not your way. Your way got you here. Whatever gang you claim, whatever hood you’re from, this is your hood now.”

Saya mencetak tebal we do it my way, not your way. DO IT! Semoga bermanfaat dan sukses untuk team anda.

Klik di sini untuk melihat filmnya

Iklan

0 Responses to “Gridiron”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 551,968 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: