09
Apr
09

Problem Komunikasi

Baru-baru ini, saya mendapat anggota team baru yang masih perlu belajar memahami arti penting dari komunikasi. Padahal dalam sebuah team kerja – yang bisa terdiri dari beberapa pribadi yang berbeda, hingga beberapa fungsi tugas yang berbeda – komunikasi dan saling memberi informasi sangat diperlukan. Gambar di samping menunjukkan bahwa tanpa adanya komunikasi yang baik, team kita tidak akan mencapai result yang maximal justru terlibat konflik.

Sebagai contoh:
Pada saat seorang penyiar menemukan adanya masalah tekhnis di dalam ruang siaran, bisa saja melaporkan kerusakan yang mendadak terjadi tersebut ke Station Manager. Apakah sebaiknya Program Director atau Tekhnisi juga ditembusi? Bagaimana kalau tidak? Apa yang terjadi jika Station Manager melakukan cross check mengenai kasus ini ke Program Director dan Tekhnisi sementara mereka tidak mengetahui hal ini?
Kasus yang lain misalnya, client meminta agar talk show produk mereka dipindah waktu penyiarannya. Sales Manager langsung meminta persetujuan ke Station Manager dan langsung disetujui. Apa yang terjadi jika persetujuan dari Station Manager tersebut tidak dikomunikasikan ke Program Director? Bagaimana jika terjadi kesalahan eksekusi?

Memang kadang ada diantara anggota team kita atau bahkan kita sendiri menyepelekan pentingnya memberi informasi baik kepada rekan kerja kita dan mereka yang ada diatas maupun dibawah kita, yang berhubungan dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan kita. Mungkin hal ini disebabkan karena adanya pemikiran untuk cari cepat dengan memotong prosedur atau mungkin yang bersangkutan memiliki pola pemikiran yang sangat simpel. Namun perlu diingat bahwa tidak semua yang cepat dan simpel itu bisa menyelesaikan masalah.

Untuk menjaga rantai komunikasi dan aliran informasi dalam anggota team kerja, jika terjadi sesuatu sebaiknya kita:

01. Melaporkan / menginformasikan kasus kepada fungsi yang tepat. Agar kita yakin fungsi tersebut bekerja dan menyelesaikan / memproses informasi yang kita sampaikan, kita bisa memberikan tembusan ke pihak yang ada diatas kita atau pihak lain yang berkaitan dengan kasus yang sedang diproses.
02. Jika memang diperlukan untuk memotong proses langsung ke level diatas kita, biasakan untuk juga memberikan tembusan / juga menginformasikan ke pihak lain yang terkait. Demikian juga setelah mendapatkan keputusan dari level atas, jangan lupa untuk juga menginformasikan ke pihak lain yang berkepentingan dengan hal tersebut.
03. Pastikan bahwa informasi yang kita sampaikan sudah diterima dengan baik dan benar serta dipahami oleh pihak yang berkepentingan. Bisa saja kita sampaikan secara lisan, email, sms dan lain sebagainya. Jika menggunakan media seperti email dan sms, pastikan media tersebut menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai kita merasa sudah mengirim tapi pihak yang dituju merasa belum menerima.
04. Selalu mengkomunikasikan data dengan detail / lengkap. Karena lawan bicara kita selalu membutuhkan data untuk bisa mengambil keputusan yang benar. Ingat, data yang salah akan mengakibatkan keputusan yang salah. Untuk itu usahakan menghindari “data” yang hanya sekedar asumsi, kesimpulan, rumor atau sesuatu yang tidak pasti lainnya. “Kata si A, kata si B, saya kira, katanya” dan yang sejenis sangat berbahaya jika ditelan mentah-mentah.
05. Jadilah saksi mata yang baik. Belajarlah untuk bercerita / bertutur dengan jelas dan baik. Kalau perlu catat apa yang akan kita sampaikan. Hati-hati, karena seringkali terjadi, konflik atau masalah di dalam team kerja muncul karena “salah tangkap – salah tafsir”.

Saya menganjurkan, informasi yang kita sampaikan atau informasi yang kita terima diwujudkan dalam tulisan –  semacam internal memo / note – agar segalanya menjadi pasti, based on fact tanpa intrik dan friksi. Jangan sampai kita menjadi faktor pemutus rantai komunikasi, karena dalam team kerja yang sehat tentunya “tidak ada rahasia diantara kita”. Semoga team kita menjadi semakin solid!

Iklan

2 Responses to “Problem Komunikasi”


  1. April 24, 2009 pukul 10:18 am

    Bagus nih buat inspirasi. Emang sih, kalau mau mengkomunikasikan sesuatu itu ternyata tidak segampang yang kita kira… tapi kalau tidak dicoba, ya sama juga boong.

  2. Mei 21, 2009 pukul 11:50 pm

    sebenarnya komunikasi itu tdk semudah seperti yg kita banyangkan. efektif tidaknya komunikasi sgt dipengaruhi oleh attention (perhatian) dari lawan bica (komunikan).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,546 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: