10
Mar
09

radio vs Obama

2 bulan setelah Obama menjabat sebagai presiden Amerika, mulai bermunculan lawan-lawannya. Namun yang mengejutkan, musuh utama Obama saat ini bukanlah oposan Partai Republik, bukan pula Irak atau Palestina, melainkan seorang PENYIAR RADIO! Yang jika tidak diwaspadai dan diantisipasi dengan tepat akan bisa menggerogoti citra positif Obama di warga Amerika.

Setelah Sarah Palin menjadi bahan lelucon dua orang komedian radio terkenal di Quebec, Kanada, Marc-Antoine Audette dan Sebastien Trudel, kembali seorang broadcaster bernama Rush Limbaugh berhadapan dengan politikus. Tidak dalam lelucon, kali ini Rush Limbaugh menempatkan dirinya sebagai oposan sang Presiden.

Rush Limbaugh yang adalah pemandu program gelar wicara (talk show) berjudul The Rush Limbaugh Show yang disiarkan sekitar 650 radio di Amerika, termasuk di dalamnya adalah radio AM, FM dan internet, setiap hari selama 3 jam mulai jam 10 pagi waktu Amerika bagian barat dan 12 siang waktu Amerika bagian Timur.

Rush Limbaugh yang tak henti-hentinya mengolok-olok Presiden Obama, namanya semakin melambung dan jumlah pendengarnya semakin meningkat karena pihak Gedung Putih selalu terpancing menanggapi komentar-komentar pedasnya. Menurut Washington Post dari berbagai riset diketahui bahwa jumlah pendengar acara ini mencapai 30 juta (Pat Buchanan on MSNBC), 20 juta (Time magazine, ABC News), 19 juta (FOX News), 14 juta (CNN), atau 14.2 juta hingga sekitar 25 juta (The Washington Post). Tidak diketahui secara pasti mana hasil riset yang paling akurat, namun yang pasti, jumlah pendengar mencapai belasan hingga puluhan juta pendengar yang berhasil diraih hanya dalam waktu 3 jam per show adalah angka yang luar biasa.

Meski sebagian ada yang menilai Rush kelewatan dan racist, pria yang saat ini berusia 58 tahun dan dikenal sebagai pewawancara tokoh kenamaan, telah di bayar 400 juta dollar Amerika untuk kontrak siaran selama 8 tahun oleh perusahaan sindikasi radio Premiere Radio Networks Amerika. Jumlah ini jika dihitung dengan kurs 12 ribu rupiah per dolar Amerika, mencapai Rp.50 miliar rupiah per bulan !!! Tolong dikoreksi kalau kalkulator saya salah.

Lalu kenapa banyak orang mau mendengar acara Rush Limbaugh?

1. Jeli mengambil pasar
Sebagian pendengar Rush adalah masyarakat konservatif, pendukung utama Partai Republik yang menjadi oposan Obama dan fanatik kepada kulit putih. Bahkan Rush dianggap sebagai pemimpin intelektual dari Partai Republik yang saat ini sedang menghadapi krisis kepemimpinan.

2. Melayani keinginan pendengar
Dalam siarannya, Rush menggabungkan politik, musik dan talkshow yang menghibur. Rush dinilai pintar mengambil hati dan menyerap aspirasi pendengarnya. Hingga ada sebagian pihak yang menyebut bahwa Rush – lah (bukan DPR) yang menjadi suara rakyat yang sebenarnya.

3. Jeli mengangkat isu dan tepat waktu
Pada saat yang tepat, Rush mampu dan berani mengangkat isu yang sedang menjadi perhatian pendengarnya. Sesuatu yang menimbulkan pro dan kontra, selalu menarik untuk dibahas. Yang sependapat dengan senang hati akan mendengarkan, yang tidak sependapat tetap tergelitik untuk mengetahui pernyataan-pernyataan apa yang akan muncul.
Agenda perubahan yang diusung Obama sudah pasti menimbulkan pro dan kontra. Salah satu isu yang diangkat oleh Rush untuk mengkritisi Obama adalah rencana perubahan sistem kesehatan nasional yang didukung senator Ted Kennedy dan tentunya isu-isu lain seperti perekonomian yang makin memburuk, saham Wall Street yang anjlok hingga gejolak pengangguran dan semakin dekatnya masa pemberlakuan APBN pada tanggal 1 Oktober mendatang. Bagi lawan-lawannya, Obama dinilai sudah gagal dalam 2 hal, yaitu: mewujudkan janjinya sebagai tokoh pemersatu bangsa yang gagal mempersatukan partai Demokrat dan Republik di kongres untuk bersama-sama menangani krisis. Obama oleh sebagian orang juga dinilai telah gagal merealisasikan kampanyenya untuk membeli produk dalam negeri. Transkrip dan rekaman Rush Limbaugh vs Barrack Obama bisa didapatkan di sini.

Diluar apakah isu politik, isu ras, pro atau kontra dengan Obama dan lain sebagainya, ada yang bisa kita pelajari untuk menjadi pemandu gelar wicara (talk show) yang handal. Menguasai materi, memahami kebutuhan pendengar, selalu menservice pendengar, dan jeli membaca situasi.

1 hal yang perlu kita renungkan: Rush tinggal di Amerika bukan di Indonesia šŸ™‚


Link lain:
Kansas City
Hillary Clinton Forum
Wikipedia
National Post
Sumatera Ekspres

Iklan

3 Responses to “radio vs Obama”


  1. 1 Daus Kasali
    Maret 21, 2009 pukul 12:40 pm

    Sungguh menjadi inspirasi yang bagus.. ada seorang penyiar radio yang mampu mempengaruhi massa mengalahkan lembaga legislatif … tapi bener juga itu hanya bisa terjadi di amerika .. kalo di indonesia .. penyiarnya pasti sudah diciduk aparat .. iya nggak mas .. heee..heee..

    mungkin nggak cuma diciduk kali Us…

  2. 3 ary
    Maret 21, 2009 pukul 1:36 pm

    mas, aku pajang radio vs obama di mpku. tks sebelumnya. ariyanto – solo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,239 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: