03
Mar
09

News Digging

Di lapangan, seorang reporter yang kurang persiapan akan bingung dan bahkan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Untuk menghindari hal ini, maka seorang reporter sangat dianjurkan untuk melakukan persiapan sebelum terjun ke lapangan. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah melalui “penggalian berita”.

Ada beberapa sarana yang bisa digunakan untuk menggali berita lebih dalam:

1. Rapat Redaksi

Sebuah produk berita, adalah hasil kerja team. Biasanya setiap hari sebuah media pemberitaan paling tidak menyelenggarakan rapat redaksi satu kali. Waktu pelaksanaan rapat redaksi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi kerja di radio kita masing-masing. Idealnya jika briefing dilakukan pagi hari, bisa dilaksanakan sebelum aktifitas pemberitaan dimulai, antara jam 8, 9 atau 10 pagi. Jika kita memberlakukan shift kerja dalam divisi pemberitaan, kita bisa membuat rapat redaksi di sore hari, bertepatan dengan waktu pergantian shift agar semua yang terlibat bisa mengikuti rapat ini (kecuali yang sedang bertugas di lapangan), yaitu sekitar jam 3 atau 4 sore.

Rapat Redaksi biasanya dipimpin oleh editor dan diselenggarakan dalam waktu yang singkat, antara 10 sampai 15 menit saja, tergantung dari banyak sedikitnya berita yang akan dibahas. Selain membahas berita, dalam rapat juga dilakukan evaluasi dari isi, kemasan dan bentuk dari berita yang sudah disiarkan sejak briefing terakhir, serta merencanakan berita yang akan diliput dan disiarkan.

Contoh evaluasi: Apakah ada yang lolos, apakah berita kita cukup aktual dan tidak kalah dengan radio dan media lain, apakah hasil rekaman wawancara kemarin sudah di-edit, sudah disiarkan dan sudah sesuai standar dan lain sebagainya.

Jangan lupa untuk menyampaikan perkembangan berita terakhir kepada reporter, sekaligus membagi tugas reporter. Jika diperlukan, dalam rapat redaksi juga bisa didiskusikan apa yang akan menjadi berita utama, apakah perlu melakukan wawancara dengan narasumber tertentu dan lain sebagainya.

2. Agenda Liputan

Dalam sebuah News Room, diperlukan adanya 1 media, entah itu papan tulis, white board, work-sheet atau kalau jaman modern seperti sekarang bisa berupa sebuah file document Microsoft Office yang bisa diakses oleh semua bagian yang terlibat dalam pemberitaan. Sarana ini digunakan untuk mencatat, tugas apa yang diberikan atau sedang dikerjakan oleh setiap personil, sehingga setiap orang bisa saling mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh anggota team yang lain.

Selain tugas masing-masing personil, dalam dokumen ini tentunya dicantumkan pula Agenda Liputan yang berisi berita-berita atau kegiatan apa saja yang harus diliput, termasuk perencanaan liputan atau acara-acara yang akan berlangsung di waktu mendatang. Biasanya rencana liputan atau jadual kegiatan yang akan berlangsung bisa diisi oleh editor dan reporter senior.

Acara-acara yang akan berlangsung diantaranya adalah konferensi pers, seminar, launching product, kegiatan para news maker dan lain sebagainya.

3. Bank Data

Bank Data ini berisi data organisasi dan narasumber atau orang-orang yang bisa kita kontak lengkap dengan nomor telpon mereka. selain nomor kantor, usahakanlah selalu mendapatkan nomor handphone narasumber bahkan jika memungkinkan nomor telpon rumah agar kita lebih mudah menghubungi mereka. Bank Data harus bisa diakses oleh semua reporter dan harus ada satu petugas yang memperbaharuinya secara teratur.

4. Arsip Berita

Berita yang selalu berkembang sehingga diperlukan pengarsipan berita, sehingga jika ada perkembangan dikemudian hari, kita tidak akan mengalami kerepotan dalam menggali data. Saat ini, selain menggali data dari bagian pengarsipan di radio kita, reporter juga dituntut untuk kreatif mencari data di internet. Selain untuk penggalian data, arsip berita juga diperlukan jika ada pendengar atau pihak-pihak tertentu yang menanyakan suatu berita yang pernah kita siarkan. Idealnya, berita yang diarsipkan mulai dari naskah berita, rekaman wawancara hingga siaran berita.

5. Kontak dan Catatan Pribadi

Seorang reporter biasanya memiliki buku catatan sendiri yang berisi nomor-nomor narasumber yang biasa diwawancarai. Dianjurkan data ini untuk selalu dikembangkan dan juga diberikan ke petugas pencatatan bank data di news room, agar jika terjadi sesuatu dengan catatan pribadi tersebut, misalnya hilang, kita masih memiliki back up-nya di kantor. Selain kontak pribadi, reporter dianjurkan untuk membuat catatan-catatan kecil sendiri setiap meliput sebuah peristiwa. Tujuannya adalah, jika ada perkembangan lebih lanjut mengenai berita tersebut dengan mudah kita bisa membuka catatan tersebut dan mengingat apa yang perlu untuk ditindak lanjuti.

Iklan

0 Responses to “News Digging”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,661 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: