05
Feb
09

Menempatkan Pernyataan Narasumber

Dalam tulisan terdahulu, saya sedikit memaparkan pentingnya cuplikan wawancara dengan sumber terkait dan atmosphere / suasana yang terekam dalam sebuah laporan berita radio, untuk menunjukkan kebenaran sebuah peristiwa. Dengan menempatkan pernyataan sumber berita, berita kita akan memiliki kekuatan lebih.

Disamping suara / audio, pernyataan dari sumber berita bisa juga kita kutip sampaikan di awal, tengah maupun akhir sebuah laporan. Perlu diperhitungkan agar kutipan yang kita sampaikan isinya tidak sama persis dengan potongan suara narasumber yang akan kita siarkan. Misalnya, jika dalam wawancara dengan sebuah sumber kita mendapatkan bahasan A, B, C kita bisa mengutip pernyataan narasumber mengenai point A di awal laporan, kemudian memutar sebagian suara narasumber saat membahas point B dan mengakhiri laporan kita dengan mengutip point C.

Pernyataan dari sumber yang berwenang atau berkompeten dalam sebuah kejadian sebaiknya ditempatkan sebelum pernyataan-pernyataan, pokok permasalahan, bahkan sebelum opini yang kemungkinan validitasnya bisa diragukan, yang bisa disampaikan oleh sumber yang meragukan dan mungkin diperdebatkan. Dengan menempatkan pernyataan dari sumber yang berwenang di awal kalimat, diharapkan bisa menghilangkan keraguan pendengar terhadap kebenaran berita kita.

Ibarat sebuah tulisan kalimat langsung dalam berita media cetak, yang kita lakukan adalam merubahnya menjadi kalimat tidak langsung dan menempatkan siapa yang berbicara (sumber) di awal kalimat, kemudian baru diikuti dengan kata-kata yang ada di dalam tanda kutip.

Namun tidak semua fakta harus didahului dengan menyebutkan sumber. Bisa kita bayangkan, laporan kita akan menjadi membosankan jika setiap kali kita berbicara selalu diawali dengan sumber berita. Untuk fakta-fakta yang sederhana, boleh kita sampaikan langsung tanpa menyebutkan sumber. Namun di kalimat-kalimat berikutnya, jika ada fakta yang penting harus diawali dengan menyebutkan narasumber yang mengeluarkan pernyataan tersebut.

Kadang kita bisa saja tidak menyebutkan siapa sumber berita saat menyiarkan pernyataan faktual yang dibuat oleh pejabat pemerintah. Biasanya kita langsung menyebut, misalnya: Pemerintah akan melakukan … dan seterusnya. Namun demikian kita perlu waspada dengan pernyataan-pernyataan berbau politis yang harus disajikan sebagai fakta.

Selain itu, sebaiknya kita menghindari penggunaan kata-kata seperti : “seorang juru bicara pemerintah berkata…”, karena ini adalah gaya media cetak. Jika mengutip pejabat perlu kita tanyakan ke diri sendiri, apakah kita perlu menyebutkan nama sumber tersebut secara pasti. Apakah jika nama tersebut tidak kita sertakan akan merubah arti pemberitaan atau membuat rancu pendengar? Seorang ahli baru bisa disebut sebagai pakar pada saat mereka berbicara, membahas atau mengomentari peristiwa yang terjadi dalam bidang yang menjadi kompetensi mereka sendiri.

Sebaiknya kita menghindari penggunaan kata-kata: dipercaya bahwa, diketahui bahwa, diperkirakan bahwa, pengamat mengatakan…. Kita perlu mendapat narasumber atau organisasi yang berkompeten dan dapat dikutip untuk memberikan pernyataan mengenai berita yang kita angkat.

Kita perlu menghindari menggunakan kutipan panjang hingga tiga atau empat kalimat agar tidak membingungkan pendengar. Contoh: Presiden mengatakan bahwa Kepala Negara percaya bangsa Indonesia akan lepas dari krisis. Untuk itu Presiden meminta agar rakyat Indonesia tetap bersemangat.

Untuk menghindari kebingungan pendengar, kita bisa menggunakan suara kutipan wawancara atau pernyataan sumber berita, jika pernyataanya benar-benar bagus. Dan jika pernyataan yang disampaikan adalah faktual maka kita bisa menempatkan pernyataan tersebut sebagai fakta.
Contoh:
Reporter: Presiden percaya bangsa Indonesia akan lepas dari krisis. Berikut ini harapan presiden terhadap rakyat Indonesia:
=== audio pernyataan Presiden

Iklan

1 Response to “Menempatkan Pernyataan Narasumber”


  1. 1 HARJANTO BASUKI
    Desember 6, 2009 pukul 9:07 pm

    mas saran saja.

    dalam contoh disebutkan ” Presiden percaya bgs Ind akan lepas dari keris //. Berikut ini harapan presiden terhadap rakyat indonesia //.:
    —audio pernyataan presiden…….
    Apa sebaiknya kata “Berikut ini dst……… gak usah disampaikan, melainkan langsung dari
    ” Presiden percaya bgs Ind akan lepas dari krisis…….
    (langsung pernyataan presiden audio). Karena kata mulai “Berikut ini dst……adalah kalaimat mubadzir…//. Dan saya percaya pernyataan presiden pasti ada kaitanya dengan kalimat sebelumnya
    (maaf kalau salah tks).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,239 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: