07
Jan
09

Ditolak Narasumber

Sebagian dari kita tentu sudah pernah mengalami bagaimana rasanya ditolak. Bisa jadi respon dari kita adalah kecewa, putus semangat, jengkel dan berbagai perasaan negatif lainnya. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, penolakan juga sering kita alami pada saat kita menghadapi sumber berita.

Saat ditugaskan untuk meliput peristiwa penting atau mewawancarai narasumber kunci, reporter kita ternyata kembali dengan tangan kosong karena narasumber yang menjadi target menolak untuk diwawancara. Seperti kita ketahui, bahwa narasumber memiliki hak untuk diam, tidak menjawab, dan menolak diwawancara. Apa yang harus kita lakukan jika kita tidak mendapatkan statement sementara deadline semakin mengejar kita? Apakah kita harus memilih tidak menyiarkan berita ini?

Ditengah kepanikan dan tekanan deadline, seringkali kita tidak menyadari bahwa “tidak ada statement” pun bisa menjadi berita. Ditolak, bahkan kena marah narasumber pun bisa jadi berita. Yang perlu kita lakukan dalam membuat berita yang akan disiarkan adalah dengan menyampaikan paparan peristiwa kemudian sampaikan ke pendengar bahwa narasumber kita menolak untuk memberikan jawaban. Jika diawal kita sudah membuat janji wawancara dengan yang narasumber namun ternyata tanpa pemberitahuan beliau tidak ada ditempat atau tidak bisa dihubungi, kita bisa menyampaikan ke pendengar bahwa kita masih belum bisa menghubungi narasumber untuk mendapatkan konfirmasi.

Jadi, tidak ada salahnya menyampaikan apa adanya pengalaman kita saat berusaha mendapatkan statement dari narasumber. Dengan adanya penjelasan tersebut pendengar akan mengetahui bahwa sebuah peristiwa memang sedang terjadi namun narasumber tidak berkenan memberikan penjelasan atau tidak bisa kita hubungi.

Berita yang kita buat akan lebih menarik, jika kita sudah mempersiapkan dan bisa mendapatkan pernyataan dari narasumber lain yang memiliki kompetensi atau bisa juga yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Untuk itu, selain memegang data narasumber kunci, reporter juga perlu dibekali beberapa nama, alamat dan nomor kontak narasumber cadangan yang sudah kita susun berdasarkan prioritas untuk memberikan pernyataan berkaitan dengan peristiwa yang sedang kita liput.

Jika ternyata narasumber cadangan masih juga tidak bisa didapatkan, biasanya kita bisa menghubungi narasumber yang kita kategorikan sebagai pengamat. Misalnya untuk peristiwa kriminal kita bisa meminta pandangan kriminolog, untuk peristiwa politik kita bisa meminta pendapat pengamat politik dan lain sebagainya. Menghubungi pengamat bisa menjadi solusi, namun tidak harus dan belum tentu bisa diberlakukan untuk semua peristiwa yang kita liput.

Iklan

0 Responses to “Ditolak Narasumber”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,370 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: