17
Des
08

Ngeblog sambil denger radio, Mengapa Tidak ?!

Ditulis oleh Ariyanto broadcaster sebuah stasiun radio di Solo

Wabah blog terus menyebar dengan cepat dan rasanya nyaris tak terbendung. Dia menjangkiti sejumlah kalangan hingga seolah tak mau terlepas darinya. Seiring dengan itu, situs – situs jejaring sosial pun kini kian beragam.   Maka itu, sekarang orang lazim jika mempunyai lebih darin satu blog. Tak mengherankan rasanya, jika ada  ada yang mengatakan, “Saya kini tak bisa membagi waktu antara nge-MP dan nge-plurk”. Atau, “Wah, saya kangen juga ama  FS ”
Ungkapan – ungkapan itu tentu merupakan isyarat adanya semacam pergeseran pola konsumsi media di masyarakat. Bahkan, pergeseran itu diprediksi akan meluas. Kondisi ini tentu saja akan mempengaruhi terhadap konsumsi terhadap media lain seperti koran,  televisi atau radio.  Ini tak lain karena sifat blog adalah personal, hingga waktu yang digunakan untuk menjalankan aktivitas ini akan mengurangi waktu membaca media cetak atau menonton televisi.

Kondisi seperti inilah yang antara lain  membawa media – media mainstream memperkuat jaringan media yang sudah ada di dunia maya. Orang bilang media konvergensi.   Seolah menjadi keharusan, jika kini media mainstream yang mempunyai situs atau media on line dilengkapi dengan video dalam pemberitaan mereka. [:seolah tak mau ketinggalan mereka juga menyediakan ruang untuk ngeblog]. Sedangkan, stasiun  televisi melengkapi dengan  program on demand untuk pemirsanya yang  tidak sempat menyaksikannya melalui layar kaca. Langkah serupa juga dilakukan stasiun radio dengan radio on demand atau dengan podcast yang marak di negara – negara Eropa, di samping live streaming.
Meski demikian,  ini tak mengubah beberapa karakter yang melakat dari awal. Untuk radio, misalnya, teknologi ini menggugurkan  karakter radio yang bersifat selintas dengar. Hal itu terjadi karena siaran radio dapat  ‘diputarulang’ di internet, meski ini juga membawa konsekuensi lain yaitu menghilang sifat interaksinya secara langsung,  manakala orang hanya mengikuti lewat radio on demand di internet.
Namun, karakter radio yang lain, sebagai a companion – atau sebagai kawan masih tetap menyertainya. Karakter ini memungkinkan pendengar tetap menyimak  siaran radio sambil menjalankan aktivitas lain  – termasuk ngeblog. Karakter ini pula lah yang menjadi peluang radio untuk tetap eksis di gegap gempitanya  era blog.  Radio tetap mampu melakukan penetrasi untuk menyampaikan pesan bagaimana pun aktivitas pendengarnya dan bersifat personal.

Iklan

0 Responses to “Ngeblog sambil denger radio, Mengapa Tidak ?!”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,670 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: