01
Des
08

2009 kemarau bagi industri media

Berita di bawah ini harus menjadi tantangan bagi kita praktisi media untuk putar otak adu kreativitas baik dalam menciptakan program siaran yang menarik, paket penjualan yang menarik pemasang iklan dan bersama-sama mengencangkan ikat pinggang agar kemarau tidak memakan korban.

Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa

Dampak krisis keuangan bukan hanya menghantam sektor manufaktur, perbankan, properti dan sebagainya namun juga berpotensi menghantam sektor media massa. Belanja iklan pada tahun 2009 diprediksi akan melorot tajam seiring efisiensi perusahaan pemasang iklan.
Demikian disampaikan oleh Presiden Asosiasi Periklanan Dunia atau International Advertising Association (IAA) Indra Abidin saat dihubungi detikFinance, Senin (1/12/2008).
“Belanja iklan di tahun depan agak sulit, akhir-akhir ini saja cukup memprihatinkan, saya melihat tidak akan ada peningkatan. Perusahaan yang tidak hati-hati bisa mengambil keputusan demikian (PHK),” ungkapnya.

Belanja iklan nasional pada tahun ini, Abidin memperkirakan hanya mencapai Rp 86 triliun atau hanya naik 6% yang terdiri dari Rp 40 triliun untuk sektor media konvensional dan sisanya media berbasis web atau online.
Mengenai jumlah penurunannya, Indra belum bisa menghitung namun ia memastikan akan terjadi penurunan untuk belanja iklan di sektor perbankan, properti, otomotif, makanan dan minuman. Misalnya saja ia mencontohkan sektor perbankan dan properti yang biasanya berkontribusi 15% terhadap total belanja iklan akan turun hingga 8% saja,
Diakuinya pertumbuhan belanja iklan dengan kondisi global saat ini akan semakin parah, belanja iklan di Indonesia akan terpuruk, meski lebih baik dibandingkan dengan belanja iklan di Jepang, AS dan Eropa atau negara lainnya.
“Jepang sudah mempersiapkan krisis ini untuk belanja iklan kritis selama 5 tahun, Jepang tahun ini minus, AS pun minus. Tahun ini dan tahun depan kita ada kecenderungan turun di media konvenional, beralih ke berbasis web atau online,” paparnya.
Dengan kondisi tahun ini dan tahun depan, lanjut Indra, kompetisi persaingan memperoleh porsi iklan akan semakin sulit karena selain menciutnya belanja iklan, kalangan pengiklanpun sudah semakin tersegmen mencari media tertentu saja.
“Media sekarang banyak sekali pilihannya. Sekarang ini karena ada segmen masyarakat, lebih khusus. Memang kemungkinan perusahaan media kuat yang akan bertahan,” kilahnya.
Namun meski dihadapkan oleh kondisi yang berat, belanja iklan tahun depan akan sedikit dapat tambahan belanja iklan dari pemilu yang diperkirakan oleh Indra sebesar Rp 2 trilun.
“Kalau mereka (media) diam saja bisa terjadi potensi PHK, untuk itu banyak media sekarang menyesuaikan inovasi, seperti media cetak punya online juga,” ucapnya.(detik finance)

Iklan

0 Responses to “2009 kemarau bagi industri media”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 559,874 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: