29
Nov
08

2009, optimis / pesimis?

Marketing Research Indonesia – MRI baru-baru ini telah melakukan sebuah penelitian, untuk mengetahui sejauh mana kekhawatiran masyarakat (Jakarta) terhadap terjadinya tsunami ekonomi.

Dari hasil riset tersebut diketahui, bahwa masalah-masalah yang menjadi perhatian masyarakat adalah pengangguran (31%), peningkatan harga (24%) dan masalah keamanan (20%). Mayoritas (85%) masyarakat yakin bahwa krisis ekonomi global ini akan membawa dampak negatif terhadap Indonesia. Mereka (61%) juga menunjukkan ketidak puasan terhadap tindakan pemerintah dalam berupaya mengatasi dampak dari imbas krisis terhadap Indonesia. Meskipun berharap terjadi perbaikan berbagai aspek ekonomi, masyarakat menyadari bahwa pada tahun 2009 iklim bisnis masih tidak menentu dan tidak bisa diharapkan.

Masyarakat pada umumnya juga sudah memperkirakan akan terjadinya kenaikan harga berbagai kategori barang dan jasa (64% – 88%). Barang yang diperkirakan oleh mayoritas responden akan mengalami kenaikan adalah harga perumahan dan bahan bangunan. Selain itu mereka juga memperkirakan akan terjadi kenaikan harga makanan, barang dan jasa, transportasi dan pakaian. Sedangkan yang diduga tidak akan mengalami kenaikan harga yang berarti adalah biaya telekomunikasi, seiring dengan semakin ketatnya persaingan antara operator selular yang belakangan semakin ketat.Melihat kondisi ini, indeks consumer confidence untuk tahun 2009 masih menunjukkan angka pesimis (indeks 93.1) lebih rendah daripada tahun lalu (indeks 93.7).

Riset yang dilakukan oleh MRI juga menunjukkan bahwa situasi sosial politik diperkirakan masih akan memburuk, terutama dari jumlah kaum miskin, perbedaan kaya dan miskin serta tingkat kejahatan. Masyarakat juga masih pesimis terhadap tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Dari skor 0 = sangat tidak korup hingga 10 = sangat korup, menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap tingkat korupsi di Indonesia berada pada skor 7.9. Mereka berharap – meskipun tidak banyak – pada tahun 2009 tingkat korupsi di Indonesia bisa ditekan ke tingkat 7.3.

Tahun ini oleh mayoritas responden (81%) dianggap bukan waktu yang tepat untuk berbelanja. Mereka juga belum bisa berharap tahun 2009 adalah waktu yang tepat untuk berbelanja (80&). Dalam situasi pesimis seperti ini, konsumen cenderung menunda pembelian, terutama untuk belanja produk perumahaan, perbaikan perumahaan dan asuransi kerugian. Namun, mereka tidak memiliki rencana untuk menunda pembelian pakaian dan rekreasi serta pembelian telpon genggam dan komputer pribadi.

Meskipun diterpa krisis, nampaknya konsumen masih loyal terhadap produk rokok yang selama ini mereka konsumsi (92%), serta kosmetik dan obat bebas (91%). Sebaliknya mereka nampak sangat tidak loyal untuk kategori produk makanan ringan dan permen (80%), stationary (77%), pakaian dalam (73%) dan pakaian luar (72%).

Tempat belanja pun mengalami pergeseran. Menurut MRI, tahun depan masyarakat akan lebih banyak berbelanja ke pasar tradisional, sedangkan pengunjung outlet modern seperti mall, supermarket dan minimarket akan berkurang.

Secara keseluruhan dari penelitian ini bisa disimpulkan bahwa tahun 2009 masyarakat melihat sebagai tahun yang paling pesimis dalam 7 tahun terakhir, kecuali jika dibandingkan dengan 2006 setelah pemerintah menaikkan harga BBM hampir 2x lipat pada 2005.Masyarakat akan mengerem belanja mereka, seiring dengan kekhawatiran membumbungnya harga barang dan situasi ekonomi yang makin memburuk.

Dalam situasi yang seperti ini, pemerintah dan kalangan industri diharapkan bisa menggalang kebersamaan.Industri berkewajiban untuk menggairahkan pasar agar tidak semkin terpuruk, khususnya sektor-sektor properti, asuransi, dan otomotif. Sektor bisnis bisa memanfaatkan peluang pasar yang ada, antara lain dengan menawarkan produk-produk yang affordable seperti kategori makanan ringan, permen, stationary dan pakaian.

Iklan

0 Responses to “2009, optimis / pesimis?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,670 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: