28
Nov
08

Indonesia 2009, mau kemana?

2008 tersisa 1 bulan lagi. Namun nampaknya krisis ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, bahkan diperkirakan akan berkepanjangan hingga 2009. Akibat krisis, cadangan devisa kita yang tinggal sekitar 50 miliar USD, oleh ekonom Indef Ikhsan Modjo diperkirakan bisa habis dalam dua bulan mendatang jika kita tidak memberlakukan kontrol devisa bebas.

Sementara itu cadangan devisa Amerika tercatat tinggal sekitar 70 miliar USD. Bandingkan dengan cadangan devisa China yang tercatat sebagai negara dengan cadangan devisa terbesar yaitu sekitar 2 triliun USD, disusul oleh Jepang pada peringkat kedua dengan cadangan devisa sekitar 960 miliar USD.

Bagaimana Indonesia di tahun 2009?

Selain masih harus menanggung dampak krisis ekonomi global, pada tahun 2009 Indonesia akan dihadapkan pada peningkatan suhu politik seiring dengan akan dilangsungkannya pemilihan umum. Kondisi ini membuat sejumlah kalangan pesimistis terhadap upaya pemulihan kondisi perekonomian di negara kita. IMF memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5,5% sedangkan ADB memperkirakan 6,2&. Inflasi oleh IMF diperkirakan akan mencapai 8,8%, sedangkan ADB memperkirakan 7,5%. Rupiah pun diperkirakan akan mencapai titik keseimbangan baru. Menurut ekonom Indef Aviliani, tahun depan rupiah akan bergerak antara 9.500 hingga 10.000 rupiah per dollar Amerika.

Aviliani menambahkan, ada sejumlah sektor bisnis yang harus bersiap menghadapi cobaan berat di tahun 2009, yaitu usaha yang bergerak pada industri pengolahan yang selama ini nyaris sudah menunjukkan perkembangan yang tidak berarti serta industri pertanian, peternakan dan perkebunan akibat tidak adanya kestabilan harga.Sedangkan bisnis yang kemungkinan masih bisa mengalami pertumbuhan pada tahun depan diantaranya adalah sektor infrastruktur, utility (air, listrik, gas), retail (perdagangan) dan jasa.

Krisis yang masih akan terus berlangsung juga akan meningkatkan jumlah konsumen kelas menengah ke bawah, sehingga golongan ini bisa dimanfaatkan sebagai pasar baru. Anggaran pemerintah pun diperkirakan akan lebih banyak dibelanjakan di dalam negeri, seiring dengan upaya pemerintah menggalakkan penggunaan produk-produk yang diproduksi di dalam negeri. Untuk itu, diperlukan kreatifitas dari pebisnis dalam melakukan pengembangan produk dan tekhnik pemasaran.

Perbedaan Kondisi Krisis Ekonomi 1998 dan 2008

(sumber: Aviliani – INDEF)

KONDISI

1998

2008

Politik dan keamanan Krisis kepemimpinan & terjadi kerusuhan Stabil – Kondusif
Kondisi perbankan Rapuh Fundamental kuat
Suku bunga SBI > 70% 8 – 10%
Dukungan pengusaha Sebagian WNI keturunan hengkang WNI keturunan bertahan di RI
Cadangan devisa USD 22 miliar USD 57 miliar
Pertumbuhan ekonomi -13% diatas 6%
Kurs rupiah per USD > 15.000 stabil di kisaran 9.500
Hutang luar negeri besar kecil
Pangan sembako sulit, defisit surplus

Selain data tersebut, pada tahun 1998 krisis yang terjadi diawali dengan krisis ketersediaan berbagai macam barang. Sedangkan pada tahun 2008 diawali oleh krisis di sektor keuangan. Krisis 1998 melanda kawasan regional, sedangkan krisis 2008 berlangsung secara global yang diawali oleh Amerika.

Iklan

0 Responses to “Indonesia 2009, mau kemana?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 559,865 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: