25
Nov
08

Meliput konferensi pers

Konferensi pers adalah salah satu sumber berita kita. Seringkali konferensi pers digunakan oleh perusahaan, birokrat, organisasi, bahkan siapapun termasuk selebriti yang makin sering mengadakan konferensi pers untuk menceritakan urusan rumah tangganya, atau politisi yang sedang gencar mencari suara untuk menghadapi pemilu 2009.

Secara umum, konferensi pers tidak bisa dipisahkan dari tujuan mempromosikan sesuatu, entah diri mereka ataupun produk dan gagasan yang mereka miliki. Untuk itu, kta perlu bersikap skeptis dan memutuskan menugaskan reporter untuk meliput sebuah konferensi pers hanya jika memiliki nilai berita.

Perlu diingat, yang akan menjadi berita adalah dampak dari konferensi pers tersebut, bukannya konferens pers itu sendiri.

Konferensi pers akan bermanfaat bagi pemberitaan radio kita, jika konferensi pers tersebut membahas hal yang sama – paling tidak berkaitan dengan berita yang sedang kita pantau, atau jika dalam konferensi pers tersebut hadir pembicara yang bisa kita tanyai hal-hal berkaitan dengan berita yang sedang terjadi. Untuk itu, tidak salah jika saat konferensi pers berlangsung kita menanyakan hal-hal dari angle yang berbeda.

Untuk mengetahui sejauh mana manfaat berita dari sebuah konferensi pers, kita bisa menanyakan pada diri sendiri beberapa hal, seperti: Siapa saja yang akan terkena dampak dan merasakan manfaat dari informasi yang akan disampaikan melalui konferensi pers ini? Apa ada pandangan yang berlainan dari konferensi pers tersebut? Apakah bisa muncul pandangan dari pihak lain atau bahkan rival / oposisi / kompetitor? Apa kira-kira kata pakar mengenai hasil dari konferensi pers tersebut? dan lain sebagainya. Jika dari beberapa pertanyaan tersebut kta bisa menemukan jawabannya, maka konferensi pers tersebut bisa kita liput.

Sebelum reporter berangkat ke lokasi, jangan lupa memintanya untuk mempersiapkan lebih banyak pertanyaan. Upayakan mewawancarai tokoh-tokoh kunci dan jangan ragu untuk meminta wawancara khusus yang bisa dilaksanakan setelah konferensi pers berakhir. Kita juga perlu meminta reporter untuk mencari informasi lebih banyak mengenai hal-hal yang berkaitan dengan konferensi pers tersebut. Salah satunya adalah dengan meminta materi awal kepada penyelenggara, bertanya kepada jurnalis lain, kepada narasumber lain atau bahkan melalui internet.

Saat dilokasi, pastikan reporter kita mendapat posisi yang paling ideal, baik untuk mengajukan pertanyaan maupun untuk merekam. Mintalah reporter untuk datang lebih awal, sehingga mereka bisa dengan leluasa memposisikan diri dan meletakkan alat rekam, entah di meja pembicara atau dengan menggunakan kabel yang berhubungan langsung dengan mixer / sistem pengeras suara agar kita bisa mendapatkan kualitas suara terbaik. Jangan lupa untuk melakukan uji coba terhadap alat rekam kita.

Saat konferensi pers berlangsung dan proses merekam bergulir, mintalah reporter untuk mencatat pernyataan-pernyataan menarik yang muncul serta waktu pada menit keberapa pernyataan itu muncul. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan menghemat waktu kita dalam proses penyuntingan.

Dengarkan apa yang disampaikan oleh narasumber dan pikirkan pertanyaan menarik apa yang bisa kita lontarkan. Carilah apa yang tidak dikatakan atau tersirat dari ucapan pembicara. Buatlah pertanyaan yang singkat dan langsung, serta bisa memancng pembicara untuk memberikan penjelasan lebih jauh mengenai permasalahan yang sedang dibahas.

Dengarkan baik-baik pertanyaan jurnalis lain beserta dengan jawaban narasumber. Bisa jadi reporter lain mengajukan pertanyaan menarik dan siapa tahu anda memiliki pertanyaan lanjutan, terutama jika pembicara berusaha menghindar atau memberikan jawaban yang tidak jelas.

Setelah konferensi pers selesai, mintalah reporter untuk mewawancari pembicara secara langsung. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang menurut kita cocok untuk disiarkan di radio kita. Wawancara khusus ini akan memberikan informasi ringkas, penting dan terbebas dari interupsi-interupsi dari jurnalis lain. Selain itu, kita dengan leluasa bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang eksklusif, yang tidak ingin kita bagi dengan jurnalis atau media lain yang juga ikut menghadiri acara tersebut.

Diluar proses tersebut diatas, reporter juga dituntut untuk memiliki kepekaan terhadap mutu atau kelayakan suatu peristiwa. Jika di awal ataupun ditengah reporter merasa informasi yang disampaikan ternyata diluar ekspektasi kita atau pertanyaan-pertanyaan yang kita lontarkan tidak mendapatkan respon yang sesuai dengan yang kita harapkan, mintalah reporter untuk segera menghubungi kita dan mendiskusikan masalah ini. Jika kita tidak menginginkan berita tersebut, lebih baik kita menugaskan reporter untuk meninggalkan lokasi konferensi pers dan meliput berita lain yang lebih bagus.

Dari pengalaman seringkali panitia penyelenggara konferensi pers, terutama yang berkaitan dengan promosi sebuah produk, akan meminta hasil penyiaran liputan mengenai acara mereka. Biasanya penyelenggara membutuhkan laporan kita sebagai bukti bahwa mereka sudah mengundang wartawan untuk meliput dan berhasil menyebar luaskan informasi yang disampaikan melalui konferensi pers. Tentunya hal ini berkaitan dengan urusan komersial antara panitia penyelenggara / event organizer dengan pemilik produk / klien yang memilki kepentingan dengan berlangsungnya acara tersebut. Jika hal ini terjadi, cegah reporter untuk memberikan langsung kepada pihak penyelenggara. Yang harus kita lakukan adalah menyerahkan hal ini kepada bagian penjualan agar bisa ditindak lanjuti oleh mereka. Barangkali radio kita bisa mendapatkan peluang bisnis dari kegiatan promosi melalui konferensi pers ini.

Iklan

3 Responses to “Meliput konferensi pers”


  1. Desember 9, 2008 pukul 9:00 pm

    “Perlu diingat, yang akan menjadi berita adalah dampak dari konferensi pers tersebut, bukannya konferens pers itu sendiri.”

    Setuju banget mas.. Masalahnya kadang kita terjebak untuk meliput konfrensi pers itu sendiri, dan akhirnya berita yang keluar semua seragam.. hehe.

  2. Juli 8, 2009 pukul 8:24 am

    Jangan lupa konferensi pers juga sering kali merupakan tempat bagi-bagi amplop, jangan lupa untuk mengecek isinya dihadapan teman-teman lainnya, bila merasa ragu atau aneh dengan jumlah isi amplopnya, sekali lagi, jangan ragu-ragu untuk mengkonfirmasi hal tersebut pada panitia. Siapa tau kali ada penyelewengan!
    Hehehe.. Jangan malu-malu jadi wartawan amplop ya!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,124 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: