17
Nov
08

Banyak ‘aksi’ di media massa

ditulis oleh: Ariyanto – broadcaster sebuah stasiun radio di SOLO

“Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa….Mereka memaksa masuk gedung dewan hingga terjadi aksi saling dorong…Di tengah aksi sekelompok massa melakukan aksi teatrikal…Aksi ini diakhiri dengan aksi bakar ban”

Begitulah kira – kira kalimat dari paket berita di media massa saat menginformasikan unjuk rasa. Entah mengapa kalimat seperti itu selalu muncul. Saking gerahnya, saya pernah mengirim SMS ke seorang kawan yang menjadi produser paket berita di sebuah stasiun telivisi. Ya, maksud saya agar kalimat seperti itu tidak muncul lagi. Saya pikir dia akan memperingatkan rekannya agar tidak menulis berita seperti itu. Bukannya sok tahu. Tapi, itulah bentuk keprihatinan saya. Dia pun menjawab SMS dengan menulis, “Betul kamu Bang”.

Namun, seiring waktu harapan saya itu belum juga terwujud. Mungkin, kawan saya masih terlalu sibuk dengan tempat kerjanya yang baru hingga masih butuh penyesuaian. Maklum, saja saat saya mengirim SMS itu, dia baru sekitar satu atau dua bulan bekerja di stasiun televisi yang berusaha menjadi ‘televisi berita’. Saya pingin dia menyampaikan kepada rekannya yang menulis berita bahwa kalimat dalam yang dibuat dan kemudian disiarkan begitu banyak pengulangan atau dalam ilmu bahasa sering disebut repetisi. Misalnya, pada kalimat pertama ada kata ‘ribuan’ ada pula kata ‘massa’. Massa berarti sekelompok orang, dan ribuan mengacu pada jumlah pengunjuk rasa. Jika dua kata itu digabung ‘ribuan massa’…wah berapa banyak orang ya…Bukankah cukup ditulis ribuan orang atau massa saja ?

Belum lagi kata – kata ‘melakukan aksi unjuk rasa’ yang sebenarnya cukup ditulis ‘berunjuk rasa’. Kemudian, ‘aksi saling dorong’…ah apakah kata ‘aksi’ di situ diperlukan ? Lalu ‘aksi teatrikal’…apa ya sebenarnya makna dari kalimat itu. Kata – kata yang dimaksudkan untuk menggambarkan pertunjukkan mirip teater yang dilakukan saat berunjuk rasa. Kalimat itu, bagi saya terkesan sangat ‘teknis’ yang perlu dicari padanannya agar terasa lebih akrab, atau sebaiknya dihilangkan saja. Sebenarnya, saya ingin ingin kembali mengirim SMS kepada teman saya. Tapi, saya rasa itu tak cukup. Saya ingin mengirimkan e-mail atau menelponnya saja. Namun, saat akan mengetik tiba – tiba dari televisi terdengar berita :

“Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa….Mereka memaksa masuk gedung dewan hingga terjadi aksi saling dorong…Di tengah aksi sekelompok massa melakukan aksi teatrikal…”
Saya pun tertegun karena berita itu bukan berasal dari stasiun televisi tempat teman saya bekerja…

Iklan

2 Responses to “Banyak ‘aksi’ di media massa”


  1. November 18, 2008 pukul 2:42 pm

    Mas Alex…

    Diriku sudah bangun dari “tidur” panjang nihhh, hehehe
    maap baru mampir, habis ngerjain PR berat… tapi dah mo selesai kok.

    Apa khabar.

    Anyway, about your post, ini keknya bukan posting mas alex yahhh… Well, emang benar banyak aksi di media massa… sampai bingung juga.

    Trus kalo berita banyak “aksi” ini bukan dari stasiun TV tempat teman anda bekerja… lalu AKSI siapa itu?… hihihihi

    Salam kenal buat penulisnya 🙂

    Silly

    akhirnya jeung Silly nongol lagi. boleh ngintip dong PR nya.

  2. 2 ary
    November 18, 2008 pukul 8:26 pm

    lam kenal juga untuk mbak silly. mbak, artinya setiap kali menyusun berita jurnalis dari berbagai media massa nyaris sama. kurang ekplorasi kata dan terjebak hanya pakai kalimat yang itu – itu saja – termasuk menggunakan kalimat yang kurang efektif. yang disorot tidak hanya bukan ‘aksi’- nya, melainkan pengunaan kata ‘aksi’. lebih lengkap kunjungi di blog-ku yah..[baca komennya juga] tinggal diklik aja udah dilink ama mas alex. -ary-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 561,752 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: