26
Jul
08

Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan

Banyak kesulitan yang dihadapi rekan-rekan pengelola radio dalam menggaet pengiklan. Selain susah mendapatkan pengiklan, radio juga dibenturkan pada posisi tawar yang lemah. Sehingga sering kali radio tidak bisa berbuat apa-apa jika pengiklan meminta fasilitas macam-macam dan menawar harga semurah mungkin.

Mengapa sebuah radio posisi tawarnya lemah dan tidak bisa menjadi pengendali penawaran harga?

Yang kita harus pikirkan adalah, siapa sebenarnya konsumen radio? Pengiklan atau pendengar? Jika kita telaah, yang menjadi konsumen sesungguhnya dari sebuah radio adalah pendengar kita. Sedangkan pengiklan akan secara otomatis menitipkan pesan promosinya jika radio kita memang memiliki banyak pendengar.

Dengan data jumlah pendengar yang kita miliki, pengiklan akan bisa menghitung efisiensi dan efektifitas menggunakan radio kita sebagai sarana promosi. Selain acara yang bagus dan jumlah pendengar yang banyak, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar proses selling menjadi lebih mulus.

Mengapa radio tidak meyakinkan pengiklan?

  1. Positioning radio yang tidak sesuai realita
  2. Tidak mengenali fakta-fakta demografi dan psikografi pendengarnya
  3. Deskripsi program tidak menjelaskan keunggulan kompetitif
  4. Tidak menjamin ekspektasi pengiklan bahwa radio adalah solusi promosi
  5. Informasi tentang radio tersebut minim dan tidak komunikatif

Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas, maka dibutuhkan berbagai data dan hasil analisa yang bisa menjadi bukti bahwa radio kita adalah media yang handal dan solusi yang tepat bagi pengiklan.

Data dan analisa yang perlu dimiliki dan disiapkan:

  1. Potensi pendengar radio
  2. Penetrasi radio ke pendengar
  3. Perilaku dan psikografi pendengar
  4. Periklanan dan industri periklanan
  5. Persaingan dengan kompetiter
  6. Pengaruh . dampak siaran iklan terhadap pendengar

Sumber data dan analisa bisa diperoleh dari:

  • lembaga riset
  • hasil penelitian berbagai lembaga
  • departemen riset dan development
  • database pendengar
  • repon dan reaksi pendengar
  • kegiatan off air
  • hasil skripsi, thesis, disertasi mahasiswa yang melakukan penelitian di radio kita

Dari data-data dan hasil analisa diatas, kita bisa menyiapkan satu paket data komunikasi bisnis untuk kita ajukan ke pengiklan.

Data yang perlu disiapkan untuk melakukan komunikasi bisnis:

  • Data potensi radio yang sejalan dengan target yang ingin dicapai oleh pengiklan, yaitu data demografi dan psikografi pendengar.
  • Design komunikasi penetratif di radio, terdiri dari bentuk kemasannya, elemen acaranya dan durasinya.
  • Layanan purna jual, seperti intensitas komunikasi untuk menjamin ekspektasi klien dan biaya penyiaran yang memiliki nilai tambah.
  • Melakukan evaluasi dampak iklan / promosi yang dilakukan pengiklan, terdiri dari skala potensi radio terhadap keuntungan klien serta kegiatan renovasi dan inovasi produk siaran.

Selain memiliki data-data kekuatan radio kita, juga perlu kita sadari dan waspadai bahwa selera pendengar selalu berubah. Untuk itu, kenalilah dengan baik dan benar khalayak pendengar kita, melalui riset – pengolahan data – analisa, termasuk pemahaman terhadap peta SWOT radio kita (strength, weakness, opportunity, threat). Dengan demikian kita akan memiliki pendengar yang benar-benar bisa kita jual ke pemasang iklan.

Iklan

9 Responses to “Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan”


  1. Agustus 1, 2008 pukul 12:23 pm

    Ini dia nih ilmu yang belum sempat saya dapet, secara 9 tahun terakhir di public radio sih hehe Thanks mas..

    sama-sama mas…mau nih ngerasain di public radio hehehe

  2. 2 leo
    Oktober 15, 2008 pukul 5:21 pm

    ilmunya keren banget, boleh juga dibagi yang lain ya mas,

    dah lima tahun bergelut dibidang radio,
    kini ada keinginan besar rencana bikin sendiri,
    boleh kasih tau

    beda perijinan radio kuminitas sama radio umunya,
    trus pembatasan gelombangnya,

    soalnya rencana tahun ini pingin buat radio kumitas dulu
    tahnk

    untuk segala macam tentang perijinan penyiaran, bisa menengok website
    Komisi Penyiaran Indonesia

  3. 3 Vena Daniel
    Mei 20, 2009 pukul 8:07 am

    makkasih banget yaaa…
    ceritanya aku ini mahasiswa public relations yang entah kenapa tiba-tiba jadi marketing radio, so i need more experince.
    so thxs a lot

  4. Maret 30, 2010 pukul 1:21 pm

    Mantab.. Keren sekali Ilmunya

    Soalnya sekarang gue sedang bergelut dengan Owner Radio yang gak tau Bisnis Radio, karena bisnisnya dia selama ini bisnis yang langsung jual beli barang.. bukan Bisnis Investasi Seperti Radio.. Kayanya Owner gue harus gue ajak ngobrol sama Lo nih

  5. 5 Ade
    September 5, 2013 pukul 12:32 pm

    Siang mas, makasih banyak atas informasi nya..bener-bener menambah wawasan saya. Tapi saya mau nanya mas, cara nya mendapatkan data demografi dan psikografi pendengar gimana ya mas ya? Saya bekerja sebagai penulis skrip disebuah Radio swasta di Jambi mas, saya sangat ingin berbagi info yg saya dapat dari mas kepada kru di radio tempat saya bekerja agar radio kami lebih berkualitas mas..

  6. September 8, 2014 pukul 7:38 pm

    maksud nya selera pendengar slalu berubah itu mas..apa selera musiknya.atau selera produk yg mereka gunakan..? trims mas ..ditunggu jawaban nya..(ahmad,,Cimahi)

  7. September 8, 2014 pukul 7:47 pm

    maksud nya selera pendengar slalu berubah itu mas..apa selera musiknya.atau selera produk yg mereka gunakan..? trims mas ..ditunggu jawaban nya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,244 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: