23
Jul
08

How To Be Cheer

Ada penyiar yang pada saat siaran performancenya sangat biasa dan datar. Pada saat menyampaikan info, pada saat menyapa pendengar dan membaca sms tidak disertai keceriaan dan semangat. Sehingga acaranya tidak terkesan hidup dan menghibur. Bisa jadi siarannya tidak buruk dan memang sudah standar, tapi jika ditambah dengan ekspresi yang tepat, akan semakin membuat acara kita menjadi lebih renyah.

Biasanya pada saat kita sampaikan evaluasi ini, penyiar akan meminta kita memberikan sample rekaman penyiar lain yang bisa dijadikan standar untuk berlatih. Menurut saya, hal ini tidak selamanya bisa membantu. Karena permasalahnnya bukannya pada gaya siaran melainkan terletak pada ekspresi.

Kalau memberikan sample tidak membantu, apa yang perlu kita lakukan agar penyiar bisa terekspos ekspresinya?

1. Latihan dasar bisa dilakukan dengan belajar mengekspresikan kata sifat. Dengan penekanan, pelambatan atau besar kecilnya volume, kata yang sama bisa memiliki makna yang berbeda di telinga pendengar. Misalnya: enak disampaikan dengan datar dan uenaaaakk, akan membuat pendengar bisa ikut merasakan seberapa enak pesan yang disampaikan oleh penyiar.

2. Mengekspresikan sesuatu, antara satu orang dengan yang lainnya pasti berbeda. Seperti apakah ekspresi yang dibutuhkan dari seorang penyiar pada saat siaran, tentunya adalah ekspresi yang bisa menghibur pendengarnya. Ekspresinya pun harus total namun tidak berlebihan. Untuk menyamakan persepsi tentang ekspresi, kita bisa menggunakan illustrasi “Bagaimana membuat seorang bayi tertawa”. Pada saat kita mencoba membuat bayi tertawa, kita berusaha membuat suara-suara lucu disertai dengan gerakan-gerakan lucu. Itulah totalitas berekspresi. Tidak mungkin seorang bayi bisa tertawa jika bunyi-bunyian dan gerakan serta ekspresi wajah kita standar.

3. Jangan ragu untuk bergerak saat siaran. Duduk diam justru akan mengekang imajinasi penyiar untuk berekspresi. Tidak jarang seorang penyiar pada saat didepan mic tangannya berlarian kemana-mana. Bahkan tidak jarang penyiar yang lebih nyaman berdiri pada saat siaran. Dengan berdiri saat siaran mereka merasa bisa lebih ‘lepas’. Jadi bebaskan tubuh kita saat siaran.

4. Lupakan beban pikiran selama siaran. Pikiran yang terbeban akan membuat kita kehilangan mood, membuat kita tidak bersemangat dan kehilangan totalitas. beban pikiran juga membuat penyiar tidak bisa berkonsentrasi penuh pada tekhnis siaran. Biasanya, akan muncul banyak kesalahan yang akan membuat siaran semakin berantakan. Ingat, pada saat pendengar mendengarkan radio kita, mereka butuh hiburan dan tidak mau tau apakah penyiarnya sedang sedih atau sedang bahagia. Pendengar kita butuh hiburan bukan mendengarkan curhat kita.

5. Saat sedih, ekspresi kesedihan seorang penyiar akan terhantar sampai ke telinga dan benak pendengar. Demikian juga pada saat gembira, ekspresi kegembiraan seorang penyiar akan bisa dirasakan oleh pendengar dan membuat suasana menjadi ceria. Ajarkan penyiar kita untuk menghibur pendengar dengan berbagi kegembiraan melalui smiling voices mereka. Ingat cheergirls? Apapun yang terjadi, mereka selalu tersenyum!

Menciptakan penyiar handal, tidak perlu merubahnya menjadi sosok orang lain yang siarannya kita rekam. Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat air personality dengan membimbingnya untuk lebih total, lebih ekspresif. Feel the power of Xpression

Iklan

6 Responses to “How To Be Cheer”


  1. 1 istantina
    Juli 24, 2008 pukul 5:09 pm

    Wah setuju bgt tuh mas alex, ttg smiling voicesx… It works loh! Bs bikin siaran gak S.T.D.. Salam kenal dr 105.3 fm, rakosa female radio jogjakarta

    Hi Tina! Salam untuk rekan2 di Rakosa Jogja yaa

  2. 2 dicki
    Desember 21, 2008 pukul 7:10 am

    hmm,, mas,, postingannya bagus2 . bisa bantu kita kita yng lagi belajar lewat radio komunitas,,
    hehehe. kyknya bakalan rajin buka web ini deh.
    hahahahaha.
    cheers!!

    magenta radio UNY 107.9fm

    silahkan dick..senang bisa membantu 🙂

  3. Desember 22, 2008 pukul 1:17 pm

    hai mas salam kenal..saya ga sengaja dapet ini blog waktu searching di google, dan setelah ngeliat beberapa postingan yg ada saya langsung sadar kayaknya disinilah saya bisa ngedapet jawaban yg saya cari..( mohon bantuannya yah mas )

    saat ini saya bekerja di 105 KISS FM Medan sebagai Produser beberapa acara termasuk Morning Show ( sudah jalan 1 tahun lebih )nah yg ingin saya tanyakan kenapa yah saya kok sudah tidak begitu semangat lagi dalam meng – create acara ini..??padahal di awal2 dulu saya sangat antusias..banyak ide – ide kreatif yg saya keluarkan..tapi kalo sekarang ini saya hanya mengembangkan yg sudah ada dan sepertinya sudah out of date..padahal saya sangat mencintai pekerjaan ini mas..

    saya akui saya memang belum pernah secara khusus belajar jadi produser..semua berjalan secara otodidak dan saya ingin belajar banyak lagi..kira – kira mas tau ga bagaimana caranya untuk menjadi produser yg baik dan meng – create sebuah acara yang bagus..

    terima kasih banyak yah mas atas perhatiannya..

    best regards..

    Bagus Baron Produser Morning Show at 105 KISS FM Medan
    Web : http://www.kissfm-medan.com

    Baron, salam kenal…masalah terbesar yang sebenarnya kamu hadapi, sebenarnya datang dari dirimu sendiri. The problem is YOU! Yang namanya orang bekerja, dimana-mana juga pasti akan menghadapi masalah yang sama. Orang bilang, ada suka dukanya. Yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana kita bisa mengendalikan diri, termasuk mengendalikan rasa jenuh, rasa malas, rasa kehilangan semangat dan rasa-rasa yang lainnya. Apalagi untuk posisi Baron sebagai produser, harus segera bisa bangkit dan tetap semangat. Cobalah besok pagi ke kantor, mulailah dengan semangat yang baru. Temukan motivasi, cintailah pekerjaan sebagai bagian dari hidup. Dengan motivasi tinggi, semangat tinggi, otak akan menjadi segar dan ide-ide akan mengalir. Jangan lupa untuk terus belajar, mendengar melihat apapun yang ada di sekitar kita untuk menggali ide. Kemudian lakukanlah sedikit survey untuk mengetahui acara seperti apa yang sebenarnya diinginkan oleh pendengar. Semoga tips singkat ini bisa sedikit membantu. Tetap Semangat!!!

  4. Desember 29, 2008 pukul 7:00 am

    terimakasih mas atas balasannya,

    saya akui memang masalah terbesar saya itu adalah diri saya, tapi kadang saya juga berpikir apa ini karena saya belajar secara otodidak jadinya ilmu saya sangat terbatas dan itu yang ngebuat saya mentok disitu2 aja..

    saya akan tetap semangat karena dalam hati yang paling kecil terbersit perasaan malu jika tidak menghasilkan karya yang bagus..

    btw masa bunya rekomendasi buku atau apalah yang memang mengajarkan langkah2 memproduksi suatu acara yang entertain atau langkah how to being a good producer..atau yang seperti itu mas..??

    trima kasih sekali lagi atas perhatiannya

    maju terus & tetap semangat, karena semangat adalah nafas dari hidup termasuk di dalam lingkup kita bekerja. untuk buku akan saya bantu cari, yang ada di blog ini lebih ke pengalaman saya di radio. thanks

  5. Januari 24, 2009 pukul 3:22 am

    gimana mas, udah ada buku yang bisa direkomendasiin..

    harap – harap cemas mode : on

  6. 6 Nana
    Maret 21, 2009 pukul 6:12 pm

    MAS,,,,,,,,HELP Me!!!!
    aku adalah seorang junior di salah satu radio dt4ku,,,lmayan jalan 7 harian lah,
    sebagai pemula ada-ada saja kesalahan teknis yg trjadi,misalkan backsound nya kkencengen sampe swara kita nggk kedengeran,trs ada lg yg paling parah mic. masi on,pas lgu udah di klik,jadi obrol2an kita kdengeran di udara, aduuuh gimana nie mas??? aku malu deh,,apa aq harus mundur ajah jadi penyiar,,,soalnya kan pasti kesalahan kita akan selalu di inget ama siapapun.,tapi dalam hati kecil aku masi pingin bngggt siaran,,mgkin karena aku masi tahap belajar apa smua org akan memaklumi nya/????

    apa kejadian seperti ini adalah hal yg wajar mas?& sering terjadi bagi seorang pemula?????

    aku mohon bantuan penjelasan nya ya!! biar aq bs jadi penyiar yg baguss,,,modal suara aja nggk cukup , harus pinter tehnis nya juga””


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 561,702 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: