22
Jul
08

Siaran yang berTataKrama

Dalam sebuah kesempatan, seorang penyiar senior mengatakan keinginannya untuk meletakkan mic agar bisa fokus pada bisnis yang sudah lama dia geluti. Sebenarnya saya menyayangkan keputusannya, tapi apa boleh buat. Dia merasa tidak bisa melawan umur, merasa sekarang sudah bukan “era” nya lagi.

Di tengah perbincangan, ada 1 istilah yang menggelitik telinga saya. Rekan saya ini mengatakan, “Banyak penyiar yang tidak memiliki tatakrama siaran”. Penggunaan kata tatakrama membuat saya bertanya, apa yang dia maksud dengan istilah itu. Selama ini kita mengenal arti tatakrama sebagai sopan santun, etika, unggah-ungguh. Jadi apakah siaran yang tidak bertatakrama bisa diartikan sebagai penyiar yang tidak bisa diatur, semaunya sendiri, tidak tahu sopan santun? Ternyata bukan. Lalu bagaimana agar seorang penyiar bisa dikatakan telah memiliki tatakrama siaran?

Penyiar yang memiliki tatakrama dalam siaran, tidak hanya asal bisa bicara di depan mic. Dia harus menyadari bahwa pada saat dia siaran sama saja dia sedang menggelar sebuah pertujukan. This is your show time! Diperlukan persiapan materi siaran yang mantap, mulai dari lagu, suplemen acara, news, hingga recheck performa perangkat siaran.

Seringkali yang dilupakan adalah konsep dari show hari ini yang akan disajikan kepada pendengar. Banyak penyiar yang dari hari ke hari siarannya begitu-begitu saja, tanpa roh dan tanpa kreatifitas. Kesan yang muncul hanya sekedar menjalankan tugas, yang penting siaran. Sehingga pendengarpun akan mengambil sikap yang penting mendengarkan, atau bahkan enggan untuk mendengarkan.

Agar tidak membosankan, agar lebih hidup, tidak ada salahnya jika kita mulai mengajak penyiar kita untuk menyadari bahwa pada saat kita siaran, kita mempersembahkan sebuah pertunjukan untuk pendengar. Jangan lupa ini adalah pertunjukan kita! Berikutnya, selalu berusaha membantu penyiar kita, membimbing mereka untuk melahirkan ide-ide segar agar siaran tidak monoton dari hari ke hari. Pikirkan konsep, bahkan dj comment pun harus dipikirkan masak-masak agar tidak terkesan asal dan tidak bernyawa.

Bayangkan bagaimana seriusnya seorang artis mempersiapkan pertunjukannya? Segala macam persiapan dari yang kecil hingga yang besar tidak lolos dari perhatian, apalagi pada saat pertunjukannya berlangsung. Sempurna, dan tanpa kesalahan sedikitpun. Kalau mereka bisa, penyiar kita juga pasti bisa!

Tatakrama siaran, simple but so inspiring!

Iklan

5 Responses to “Siaran yang berTataKrama”


  1. Juli 23, 2008 pukul 5:18 pm

    mas alex, kenalin aku dondy, dokter gigi di rumah sakit islam luamajang jawa timur, saya juga penyiar radio lokal di kotaku, mau tanya nih, punya web yang membahas lebih jauh lagi tentang seorang penyiar gak? about everything lah… , trims. iam waiting your reply…

    Halo dok. Salam kenal juga. Saat ini banyak weblog yang membahas tentang kepenyiaran. Bisa googling saja dok. Di blog saya ini juga ada beberapa weblog rekan-rekan radio yang bisa di klik kolom “friends” dan “journalism”

  2. Juli 26, 2008 pukul 11:09 am

    oke makasih atas reply nya ya mas, tahu gak ,dunia anda itu sangat mengasyikkan..!.gak kayak dunia saya nih! hehehe..dengan masuk ke dunia broacast bisa menyeimbangkan profesi real saya nih ! trims ya mas..wasalamualaikum ….!

  3. Juli 26, 2008 pukul 12:49 pm

    menarik nih, mungkin prosedur kali mas

    penyiar nggak beda dengan lawyer deh mas, kalau lawyer harus all out di sidang, penyiar harus all out di kabin siar hehehe…

  4. 4 ria
    Oktober 20, 2008 pukul 12:07 pm

    wah…aku setuju,mas….buat penyiar yang muda bermanfaat banget…

  5. 5 anna
    November 22, 2008 pukul 3:23 pm

    soriii ni, ilmunya saya curi…. he he he. Thanks ya buat tipsnya…. saya akan selalu mengingatnya… It’s show time!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 551,968 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: