16
Jul
08

Pentingnya Client Briefing

Beberapa waktu yang lalu saya dikejutkan oleh naskah promosi sebuah produk kamera foto kenamaan yang berencana melakukan promosi di radio kami:

 

 

 

BAGI FOTOGRAFER / BAIK PROFESIONAL ATAUPUN  YANG SEKEDAR HOBI FOTOGRAFI / MEMILIH MERK KAMERA TAK UBAHNYA SEPERTI MEMILIH AGAMA //
KALAU SUDAH LAMA MENGGUNAKAN MERK TERTENTU / SUSAH UNTUK BERPINDAH //.. cutted ..

Tentunya saya tidak bisa memberikan approval atas produksi dan penyiaran iklan tersebut. Apakah anda bisa menemukan kesalahan yang bisa berakibat fatal dari naskah iklan di atas? Wah..untung belum terlanjur disiarkan!

Orang pertama yang menjadi sasaran interogasi saya adalah editor kami. Setelah ditelusuri ternyata editor beralasan bahawa dia mengerjakan order sesuai permintaan klien. Menurutnya, beberapa hari yang lalu sudah sempat diusulkan ke team sales yang menghandle client tersebut agar redaksional iklan tersebut dirubah. Tapi hasilnya negatif. Editor gagal mendapatkan ijin dari client – dimana dalam kasus ini dimediasi oleh team sales – untuk merubah naskah iklan itu. Entah karena personil sales yang enggan bermasalah lebih lanjut dengan client karena sibuk atau takut kehilangan order. Bisa jadi karena kurangnya pemahaman adanya kesalahan yang bisa berakibatkan fatal jika iklan itu disiarkan terus menerus dan berulang-ulang di radio.

Interogasi saya lanjutkan ke personil sales yang memegang client tersebut. Akhirnya saya mendapat pengakuan bahwa ternyata, pada saat materi iklan itu diterima malam sebelumnya, isi dari naskah iklan tersebut tidak di cek terlebih dahulu oleh personil sales tersebut dan langsung diberikannya kepada bagian produksi. Dan saat mendapat koreksi dari editor, mungkin karena tidak mau repot, si sales menjawab “sudahlah, kerjakan saja karena itu maunya client”

Sikap menggampangkan, malas dan tidak mau repot dari sales person inilah yang justru menimbulkan masalah. Sebenarnya, apa yang perlu dilakukan oleh seorang sales person agar dia bisa bekerja lebih sempurna?

Memahami product knowledge client

Pemahaman atas produk client sangat berguna sebagai masukan untuk bagian produksi yang akan membuat materi promosi. Sales person harus menyadari dengan baik bahwa dirinyalah mediator antara radio kita dengan client. Untuk itu, sales person perlu untuk mencari tahu seluk beluk dari produk yang akan dipromosikan, baik melalui tanya jawab dengan client atau dari brosur hingga internet. Semakin lengkap data yang dikumpulkan, akan semakin membantu bagian produksi. Ibarat restoran, sales person bertugas untuk mengumpulkan bahan baku masakan, sedangkan bagian produksi adalah koki yang akan mengolah bahan baku jadi menu masakan yang istimewa.

Memahami target market dan keinginan client

Dengan mengetahui target market dan keinginan client, kita bisa memberikan ide atau saran seputar bentuk promosi, jam siar atau acara yang cocok untuk client tersebut. Jangan sampai terjadi, misalnya: iklan klien dengan target market middle low dipasang di acara dengan target audience middle up. Dalam diskusi dengan client, seorang sales person harus berani mengemukakan pendapat dan mengarahkan client dengan benar. Hal ini dilakukan demi keberhasilan promosi yang akan dilakukan oleh client kita. Bagaimanapun juga, sebagai orang radio, kita lebih memahami seluk beluk keradioan dibandingkan dengan client kita. Bagaimana jika client sudah memiliki materi promosinya sendiri? Seorang sales person harus mengetahui isi materi promosi yang dikirimkan oleh klien. Lakukan pengecekan dengan mendengarkan atau membaca materi promosi yang dikirimkan oleh client. Ingat, tugas sales person tidak berhenti hanya pada saat menerima order iklan, tapi dia juga harus ikut memperhatikan isi promosi hingga memastikan order iklan tersebut tereksekusi dengan benar demi kepuasan client.

Ciptakan komunikasi yang baik

Komunikasi yang baik sedianya terjadi tidak hanya antara client dan sales person, tapi juga antara sales person dengan bagian produksi. Jika diperlukan, tidak ada salahnya sales person mempertemukan bagian produksi dengan client. Sales person harus benar-benar memahami apa mau client dan menyampaikannya dengan benar ke bagian produksi. Sebaliknya jika ternyata ada problem dari bagian produksi, seperti contoh diatas, sales person harus bisa menyampaikan, menjelaskan dan memberi masukan yang baik kepada client. Team produksi bukan sparring partner team sales! Hilangkan paradigma yang salah itu karena kita adalah satu kesatuan team kerja yang utuh!

Seorang sales person bukanlah tukang pos yang bertugas menghantarkan order iklan ke bagian produksi atau siaran. Dengan menjalankan (minimal) 3 poin di atas, materi iklan dari client yang kurang tepat – dalam contoh kasus diatas bahkan tergolong rawan, dimana tanpa disadari ada point membandingkan agama dengan produk – bisa diperbaiki sejak dini melalui diskusi yang efektif antara team penjualan dengan client.

Iklan

0 Responses to “Pentingnya Client Briefing”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 559,877 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: