12
Jul
08

Tielman Brothers (materi siaran)

Paling tidak tercatat ada 3 artis, tepatnya penyanyi kelahiran Indonesia yang justru lebih berjaya setelah mereka hengkang ke luar negeri. Entah mengapa nama dan karya mereka justru makin melambung setelah bermukim di negera lain? Apapun jawabannya, yang pasti prestasi yang mereka raih telah ikut mengharumkan nama Indonesia di belantika musik dunia. Bahkan salah satu dari mereka, yaitu Tielman Brothers sempat dikatakan menjadi inspirasi bagi The Beatles dan rockers yang bermuncul setelah mereka.

 

 

Anggun

Daniel Sahuleka

Tielman Brothers

read more click here read more click here read more click here

Anggun

official website http://www.anggun.com
lahir: Jakarta, 29 April 1974
nama asli: Anggun Cipta Sasmi
pertama kali rekaman: 1981
meninggalkan Indonesia: 1994
kewarganegaraan saat ini: Perancis

Hits: – Snow on the Sahara
        – In your Mind

24 Juni 1997 merupakan tanggal keramat bagi Anggun ketika album pertamanya “Au Nom de La Lune” (Atas Nama Bulan) dilepas ke pasaran Prancis. Singel pertama Anggun, Neige au Sahara, mendapat tempat di hati peminat musik Prancis bahkan hingga Belgia, Swiss, dan Kanada. Album yang memuatkan elemen pop dan bunyi-bunyian instrumen tradisional Indonesia (tambur, seruling, kemiri) berhasil dijual sebanyak 1.000.000 kopi di Prancis, menjadikannya seorang artis berbangsa Indonesia pertama yang berhasil meletakkan nama sejajar dengan artis-artis Prancis yang ada. Tahun berikutnya Anggun melancarkan album berbahasa Inggris pertamanya, “Snow on Sahara”, bagi pasaran internasional. Mengulangi kejayaan “Au Nom de la Lune”, Anggun berhasil menjual 1.000.000 kopi album di seluruh dunia. Musiknya yang dianggap unik itu juga mendapat perhatian penyanyi Kanada serta pencetus Lilith Fair, sebuah festival musik wanita di Amerika Serikat (AS), yaitu Sarah McLachlan, untuk menjemputnya menyertai festival tersebut yang bertempat di Oregon, AS.

Pada tahun 2000, Anggun kembali dengan dua album keduanya, “Chrysalis” (bahasa Inggris) dan “Dèsirs Contraires” (versi bahasa Prancis). Untuk kedua album tersebut, Anggun menjadikan singel Still Reminds Me untuk pasaran internasional dan Un Geste D’Amour bagi Prancis..

Anggun sekali lagi mengobati rindu para penggemarnya ketika ia tampil dengan album ketiganya, juga direkam dalam dua bahasa, yang berjudul “Luminescence”. Single pertama album tersebut Être Une Femme telah dinobat sebagai Lagu Paling Populer Tahun 2004 oleh Radio France International, sebuah stasiun radio bertaraf internasional di Prancis. Ia turut menyumbang sebuah lagu bagi film The Transporter 2, yaitu Cesse la Pluie atau Saviour untuki versi internasional. (wikipediaBack to Top

Daniel Sahuleka

official website: http://www.sunflight.nl/
lahir: Semarang, 6 Desember 1950
pertama kali rekaman: 1977
kewarganegaraann saat ini: Belanda
hits: – you make my world so colourful
       – don’t sleep away this night

“After the jetlag” is Daniel Sahuleka’s newest CD that premiered in October of 1998, produced by Sunflight. This CD came out after Daniel Sahuleka’s long career as a songwriter/composer. In 1977 Daniel started composing his first records. “You make my world so colourfull” was his debut-single followed by his LP “Sahuleka 1” and “Sahuleka 2”. With well provided popmusic Daniel established his name with a huge public in Europe and Indonesia, in which he still obtains huge successes. The LP “Sunbeam” appeared in 1981 in: Holland, Germany, Italy, Spain, France and Japan. The single “Wake up” became an enormous success and Daniel was awarded with an Edison.

After momentous successes in the early eighties Daniel withdrew from the music scene for an indefinite amount of time. Without the pressure from record-companies his CD “The loner” appeared in 1990, followed by “I adore you” in 1993. This CD became a huge hit in Asia. Daniel proceeded with an invitation to Indonesia and achieved a great amount of publicity from newspapers and the broadcasting corporation. He gave some beautiful concerts in Jakarta, Bandung, Yogyakarta end Semarang.

In 1995 he returned to Indonesia. Daniel was awarded in Yogyakarta on the campus of the Medical Faculty. The public loved him and cheered:’You have not only sung for us, you gave us a lecture’, The duration of his stay in his birth country and further travelling has left it’s tracks. The music brought him into all sorts of social circles and situations. “After the jetlag” was a reflection of these experiences.

Just because fans asked Daniel to record an album with guitar and voice only, Daniel recorded Colorfool 2004. While listening to this beautiful album and when you close your eyes, your are taken away to the field of harmony and love. (sahuleka.com) Back to Top

Tielman Brothers

Menurut saya, grup musik kelahiran Indonesia inilah yang paling kontroversial. Tielman Brothers lahir di Surabaya pada 1945 dengan nama Timor Rhytm Boys beranggotakan kakak beradik Tielman. Pada tahun 1957 keluarga Tielman pindah ke Belanda.

Dalam pentas-pentasnya, Tielman Brothers membawakan lagu-lagu rock n roll jauh mendahului the Beatles yang terbentuk pada tahun 1960. Konon personel Beatles pun kerap menghadiri pentas Tielman Brothers di Eropa, sehingga tidak heran jika gaya dan nafas musik the Beatles terpengaruh oleh Tielman Brothers yang ternyata asli Surabaya itu.

Tulisan lain tentang Tielman Brothers:
Indorock
Google
Wikipedia

Tulisan di http://oghi.wordpress.com
Awalnya adalah sebuah kekagetanku saat ada yang mereferensikan tentang grup Band yang ternyata dari Indonesia ini. Saya langsung browsing internet dan saya kaget saat aku dapatkan pentas mereka baik skill maupun performance stage act-nya benar-benar international.

Saya sempat menyimak klip Hello Chaterina. Saya langsung tertegun karena nada lagunya seperti nada punya Beatles sebuah band asal Birmingham yang semua orang tahu kalau mereka adalah akar kepopularitasan Musik musik dunia.

It’s Been Three Days adalah klip musik yang paling mengasikan. Saya merasa melihat penampilan grup band Tingkat dunia setingkat diatas the Beatles. Permainan yang cool tapi kemudian menjadi garang dan energik. Benar-benar tidak terduga. Main gitar diatas Cello Bass sembari gitar ditaruh dibelakang punggung…padahal masa itu sekitar tahun 1960-an. Luar Biasa. Saya heran takjub, namun merasa ada sedikit kesedihan karena semestinya grup top semacam ini selayaknya suah pada tingkat dunia. Namun tragisnya kenapa aku baru tahu…dan saya yakin kebanyakan teman2upun yang ahli musikpun tidak mengetahui siapa mereka. Aku merasa terlambat mengenali, namun ini mungkin lebih baik daripada aku tidak mengenal sama sekali. Indonesia memang top sedari dulu.Cuma memang terkadang tokohnya mendapatkan porsi kemewahan yang sangat sedikit. Menurut sebuah blog World Of Jahcowo :

The Tielman Brothers adalah band asli Indonesia. Mereka lahir dengan nama The Timor Rhythm Brothers pada 1945. Nama itu kemudian diubah menjadi The Four Tielman Brothers pada 1957 dengan formasi empat orang bersaudara : Andy Tielman (lead guitar, vocals), Reggy Tielman (2nd lead guitar, vocals), Ponthon Tielman (double bass, vocals), Loulou Tielman (drums, vocals). The Tielman Brothers akhirnya dijadikan nama mereka pada 1960.

Tielman Brothers….ga tahu kenapa dalam perasaanku tiba-tiba terasa ada sesuatu yang hilang. Ada rasa sepi…ibarat pahlawan, aku ketahui setelah perang yang mereka menangkan telah usai dan tak berbekas. The Tielman Brothers…maafkan aku yang baru mengenalmu.

Back to Top

Iklan

3 Responses to “Tielman Brothers (materi siaran)”


  1. Juli 28, 2008 pukul 5:16 am

    CD baru Andy Tielman bersama grup Tjendol Sunrise (Indo Belanda)
    “21st Century rock” (rekaman 2008)

    Silahkan mendangar lagu2 dari CD ini di http://www.myspace.com/tjensunrise

    http://nl.youtube.com/user/tjendolsunrise

    Salam dari Negeri Belanda,

    Tjendol Sunrise

    Salam kenal untuk Tjendol Sunrise! Wah jadi kepingin ke Belanda nih…Banyak saudara dari Indonesia…hehehe…

  2. 2 Devi (SMA Plus Al-Wahid, Tasikmalaya)
    Agustus 23, 2008 pukul 3:20 pm

    I love music, I love Franc and I love Indonesia

  3. 3 daniella
    November 12, 2008 pukul 2:50 am

    waduh… seneng baca tulisannya, dan kebetulan saya sedang memulai penelitian tentang sejarah video klip indonesia. barangkali anda punya data lebih banyak tentang video klip musik indonesia, bolahlah saya meminta bantuannya. semata-mata untuk mengakhiri kuliah saya di universitas padjadjaran,fakultas ilmu komunikasi. heheheheee, terima kasih

    hi daniela, kebetulan saya tidak mempunyai data banyak mengenai video klip di Indonesia. mungkin bisa mencoba mencari di youtube, barangkali video klip – video klip yang dicari ada di sana


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,661 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: