11
Jul
08

Memaksimalkan peran produser

Suatu hari di radio Antah Berantah FM seorang penyiar berdialog dengan bos kecil-nya.
DJ (penyiar): Pak, saya pulang dulu ya…
PD (manager siaran): Lho bukannya jam 14 – 17 nanti giliranmu menjadi produser?
DJ : Tenang pak, tadi semua sudah saya cek dan pastikan beres. Nanti siaran saya pantau dari rumah.
PD : ????

Di radio yang berbeda, seorang bos kecil sedang disidang oleh bos besar karena talk show yang pagi tadi disiarkan secara langsung tidak sesuai dengan standar siaran yang sudah ditentukan.
SM (Station Manager) : Kenapa talk show tadi pagi pembicaraannya melenceng dari yang sudah disepakati? Apa penyiarnya tidak mempersiapkan question list? Kenapa narasumber menyapa pendengar dengan call listener kompetitor? Apa narasumber tidak dibriefing dulu?
PD (Program Director) : …#speechless#…
SM : Ada produsernya nggak sih?
PD : Ada Pak, Budi produsernya Pak.
SM : Lho bukannya Budi kalau pagi sibuk bikin materi siaran?
PD : Iya Pak, dia bikin naskah sambil jadi produser Pak.
SM : Mana bisa jadi produser sambil mengerjakan pekerjaan lain.
PD : Habis yang mau jadi produser pagi cuma Budi, Pak.
SM : Lho ???

Selain penyiar dan operator, kesuksesan sebuah acara radio juga ditentukan oleh produser yang handal. Jika kita belajar dari televisi, seorang produser acara mengatur segalanya. Mulai dari mengarahkan penyiar, mengatur narasumber hingga memastikan penonton bisa bersorak dan bertepuk tangan dengan benar.

Banyak acara radio yang sukses karena memiliki produser yang memahami apa yang harus dilakukannya. Produser bukanlah station manager ataupun manager siaran, tapi dia memiliki wewenang managerial yang tidak jauh berbeda dengan seorang manager siaran. Sehingga bisa dikatakan, seorang produser adalah kepanjangan tangan dari manager siaran atau bahkan manager siaran dari sebuah acara dan bertanggung jawab atas sukses atau tidaknya sebuah acara.

Melihat besarnya tanggung jawab seorang produser, maka dia harus berupaya agar tidak  ada kesalahan yang terjadi pada saat siaran berlangsung. Untuk itu, produser dituntut memiliki kepekaan sejak persiapan hingga eksekusi acara.

Persiapan

  • memastikan tersedianya materi siaran mulai dari materi kata, rundown acara, rencana acara, iklan, lagu, hingga berbagai asesoris siaran, termasuk materi pertanyaan jika didalam acara ada sessi tanya jawab dengan narasumber atau talk show
  • memastikan perangkat siaran siap digunakan, seperti komputer, mixer, mic, headphone hingga jaringan telepon / sms
  • memastikan kreatif acara siap dieksekusi dan akan berjalan sesuai rencana
  • melakukan briefing kepada siapa saja yang berkaitan dengan siaran, seperti operator, penyiar hingga narasumber atau pihak ketiga yang terlibat dalam siaran

Saat acara berlangsung

  • mendampingi penyiar sebagai problem solver agar penyiar terhindar dari kesalahan
  • menjadi pemandu acara, pengarah acara, penata acara hingga sutradara yang selalu mengarahkan jalannya siaran: kapan penyiar bertanya, kapan narasumber berhenti bicara, kapan menerima telpon pendengar dan lain sebagainya
  • memantau check list dan rundown siaran dari menit ke menit
  • memberikan keputusan bilamana perlu dan jika menghadapi kesulitan yang tidak terpecahkan, harus segera berkomunikasi dengan Program Director
  • bisa menjadi mediator antara crew di luar ruang siaran seperti gate Keeper, Program Director dengan crew yang ada di ruang siaran.
  • memantau flow acara dan kualitas audio
  • memastikan siaran direkam sebagai arsip bila diperlukan

Setelah acara berlangsung

  • menyampaikan laporan kepada Program Director
  • melakukan evaluasi bersama dengan crew yang terkait untuk dipresentasikan ke Program Director
  • bersama dengan Program Director mencari jalan terbaik untuk mengantisipasi agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi dan kualitas acara bisa semakin membaik
  • melakukan sharing dengan crew yang terkait, mengenai hasil diskusi dengan Program Director
  • menampung dan mengkoordinir masukan, ide kreatif dari crew terkait untuk acara mendatang

Kira-kira begitulah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh produser agar acara yang didampinginya bisa berhasil dengan baik. Untuk acara-acara tertentu yang dinilai penting, peran produser harus dilakukan langsung oleh Program Director. Produser bukanlah fungsi pelengkap, melainkan urat nadi dari sebuah acara.

Iklan

8 Responses to “Memaksimalkan peran produser”


  1. 1 dodi
    Juli 22, 2008 pukul 3:10 pm

    Artikel yang sangat bagus.
    Yang kayak gini nih mas, layak dimasukan ke dalam buku, “Produksi Siaran Radio”…

    Nanti kita garap ya!
    Yang naskah radio saja belum selesai nih…

    Dodi

    ditunggu dod! hehehe…

  2. 2 Menyenk
    Agustus 27, 2008 pukul 1:40 pm

    Ada artikel memaksimalkan peran pengarah acara gak??

    Butuhnya itu, coz topik laporan akhir gue tuh..

  3. Desember 17, 2008 pukul 1:23 pm

    mas, alex…
    boleh sharing ??…
    aku pengen tau doong job desc Station Manager, Manager Radio/Program Director..

    karena diantara SM, PD, dan Producer..ada daerah arsiran atau daerah abu2 yang sama ttgjob desc mereka, jadi perbedaannya jelasnya??…

    thx b4 yaa

    daerah arsiran yang dimaksud menurut saya adalah adanya kesamaan tugas dan wewenang antara ketiga posisi tersebut, yaitu di area program. singkat dan mudahnya, dari atas kebawah urutan hirarki dari posisi tersebut adalah SM – PD – Producer. Producer bertanggungjawab terhadap acara tertentu dan bertugas di bawah pengawasan PD. PD bertanggung jawab atas keseluruhan acara sebuah radio siaran di bawah pengawasan SM. Sedangkan SM memiliki tanggung jawab atas operasi dan kelangsungan usaha sebuah radio siaran, mulai dari sisi siaran, penjualan, promosi, SDM dan lain sebagainya

  4. 4 Iggy
    Agustus 25, 2009 pukul 4:44 pm

    Nice writing piece mas Alex.. 🙂
    Saya tidak punya latar belakang broaadcasting radio, tapi sungguh tertarik untuk berkarir
    di sini.. Gimana mas ya..?? Bisa tidak..??
    Ha-hal apa saja yang musti saya kejar untuk bisa jadi broadcaster radio yang handal..??
    Matur nuwun..

  5. 5 furry
    Desember 27, 2009 pukul 9:01 am

    haloo..
    saya lg tesis tentang peran produksi manajer sebuah stasiun radio nih,,tp saya minim bahan tentang peran manajer produksi radio.Bisakah saya minta bantuan untuk itu??
    trims mas alex…

  6. Januari 24, 2010 pukul 5:28 pm

    yup…gw seneng bgt bisa baca artikel seperti ini: kmren kan nyobain ngelamar jdi producer di salah satu radio di-Bandung, mga dengan baca artikel ini bisa membantu gw pas interview. thanks……btw, siaran juga lex….dimana???

  7. 8 dika prasetia juani
    Februari 5, 2011 pukul 7:09 pm

    mau ngedemo lagu saya nich, bisa nggak??????????/ tapi belum ada lebel nich. oia, nich nmr hp saya “08999109620.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,604 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: