09
Jul
08

OB Van = prestige atau kebutuhan siaran

Tulisan Yoghie Trisa

Pagi ini saya sempatkan membuat satu artikel untuk blog ini, ada suatu kisah menarik yang saya alami kemarin. Ceritanya saat saya mengadakan meeting rutin dengan all crew. Kita lakukan setiap Kamis jam 3 sore. Dalam setiap meeting selalu saya sampaikan satu materi self renewal, policy perusahaan, brainstorming, dan planning program. Saat meeting akan saya tutup, seperti biasa saya berikan kesempatan peserta meeting untuk menanyakan sesuatu yang mungkin belum jelas. Ada diantara kru yang memberikan masukan

tentang pentingnya OBVan (Outside Broadcasting Van). Memang di kota ini hampir sebagian radio memiliki fasilitas tersebut. Kru saya menanyakan kenapa kita tidak memiliki fasilitas tersebut padahal itu sangat penting buat image ? Memang kru saya tidak salah ataupun keliru mengatakan OBVan sangat mendukung image. Dia memberikan sebuah contoh kasus, saat itu ada pejabat setempat yang sedang melakukan sambutan dan dalam moment tersebut mengatakan terimakasih kepada OBVan yang saat itu datang. Menurut kru saya, itu hal yang bagus, itu sebuah pengakuan. Memang apa yang dikatakan kru saya ada benarnya, image terangkat oleh OBVan. Namun dengan halus saya katakan bahwa sebenarnya untuk mendapat image yang bagus tidaklah harus memiliki OBVan. Karena di ibukota sendiri OBVan sangat jarang ditemukan, namun persaingan dan keuntungan secara materi dunia radio sangatlah besar. Menurut saya OBVan hanyalah trend yang pada akhirnya akan menjadi hal yang biasa. Kecuali sarana tersebut dialih fungsikan untuk disewakan kepada event organizer untuk suatu event. Meskipun tetep bisa melaporkan acara secara live, kalau sudah begitu radio akan sedikit mengalami pergeseran fungsi menjadi persewaan equipment.

Author says:

Makna OB Van atau Outside Broadcasting Van bagi sejumlah radio sudah bergeser menjadi prestige. Banyak insan radio beranggapan dengan memiliki OB Van akan mengangkat image radio mereka.

Benarkah pendapat tersebut?

OB Van sejatinya diciptakan untuk mendukung sebuah siaran langsung dari luar studio. Melihat harga, biaya perawatan dan pajak yang tinggi, memiliki OB Van justru akan membebani keuangan perusahaan jika radio kita tidak sering mengadakan kegiatan luar ruang yang mendatangkan uang.

Banyak hal-hal lucu yang salah kaprah berkaitan dengan keberadaan OB Van bagi eksistensi sebuah radio station:

  • Lebih gaya, lebih mentereng jika memiliki OB Van.

Bukannya bagus / tidaknya sebuah radio siaran lebih ditentukan oleh daya pancar, pemilihan lagu, kreatifitas acara, dan announcing skill penyiar?

  • Siaran langsung harus dilakukan dengan OB Van.

Perkembangan tekhnologi mempermudah kita untuk melakukan siaran langsung. Dengan biaya yang jauh lebih murah dan peralatan yang lebih ringan, kita bisa melakukan siaran langsung tanpa harus membawa OB Van. Mulai dari pemancar mini, bahkan jaringan telpon / handphone pun saat ini kualitasnya sudah cukup layak digunakan sebagai media siaran langsung.

  • Lebih pede melakukan liputan jika menggunakan OB Van.

Melihat bentuknya yang besar, OB Van justru membuat reporter menjadi kurang gesit dalam mengejar berita dan narasumber. Jika diminta memilih, kendaraan ideal seorang reporter adalah yang ramping seperti sepeda motor.

  • Narasumber lebih suka diwawancara oleh radio yang memiliki OB Van.

Narasumber seperti ini perlu diedukasi, lebih penting mana: OB Van atau wawancaranya?

  • Pemasang iklan lebih suka beriklan di radio yang memiliki OB Van

Jika menurut klien OB Van adalah hal penting, bisa saja kita turuti kemauannya. Kita bisa meyewa OB Van dalam jangka waktu tertentu sesuai keinginan klien. Yang jadi masalah, apakah setelah kita sediakan OB Van, klien bersedia menyetujui proposal promosi yang kita ajukan? Jawabannya belum tentu, bisa saja disetujui jika ada budget. Apakah si klien mau menambah dana promosinya jika kita menyediakan OB Van? Sekali lagi, belum tentu. Dimana klien akan beriklan? Jawabnya tentu saja di radio bukan di OB Van.

Melihat “salah kaprah” diatas, rasanya perlu kita diam sejenak untuk berpikir dengan sehat, fungsi utama OB Van adalah sebagai alat siaran luar ruang, bukan untuk menaikkan prestige. Bagi radio swasta komersial, gunakanlah OB Van untuk mendatangkan pemasukan dari iklan, jangan sampai OB Van justu menjadi pos pengeluaran. Jika akan menggunakan OB Van untuk siaran luar ruang, pastikan ada klien yang mau mensponsori acara itu. Dengan begitu OB Van sudah digunakan sebagaimana mestinya.

Iklan

3 Responses to “OB Van = prestige atau kebutuhan siaran”


  1. 1 dodi
    Juli 22, 2008 pukul 3:27 pm

    Salam,
    Ada dua cerita lucu tentang OB Van ini.
    Pertama, di sebuah kota sedang, radio besar di sana memamerkan OB Vannya sebagai alat siaran mereka yang canggih. Kejadiannya sebelum tahun 2000-an. Mereka menganggap, OBVan akan mengangkat image mereka. Berhubung radio besar, maka anggarannya pun besar, sehingga mampu membeli OB VAN. Tapi beberapa waktu kemudian, OB Van itu teronggok begitu saja di halaman studionya. Jarang digunakan? Kenapa? Ternyata, tidak ada SDM yang mampu mengoeprasikannya dan memeliharanya… owalah!

    Cerita kedua,
    Radio lainnya lagi. Dia lebih hebat karena tidak membeli OB Van ketempat seharusnya. Melainkan membuat sendiri!!! Hebat bukan? Ya hasilnya bisa ditebaklah! Bukan keuntungan yang diperoleh berkat OBVan tersebut.

    Kesimpulannya:
    Punya OB Van jangan asal! Perhitungkan untung ruginya secara matang. Siapkan juga SDM yang handal untuk merawat dan mengoperasikannya.

    Wasalam,
    Dodi

    Ada lagi yang lucu, baru2 ini ketemu dengan orang radio yang OB Van minded. Ternyata, OB Van-nya lebih banyak digunakan sebagai billboard berjalan bukan untuk siaran luar ruang! Jadi mereka cari klien, yang logo produknya mau ditempel di OB Van mereka, terus diatur jadual setiap hari OB Van itu harus keliling putar kota. Memang dapat income, tapi OB Van tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Jadi daripada beli OB Van, lebih baik beli mobil box yang harganya jauh lebih murah untuk keliling kota dan membentuk divisi outdoor advertising.

  2. Februari 7, 2010 pukul 2:52 pm

    Kesalahan pertama orang radio dimana-mana adalah menganggap hal penting itu dengan sepele. OB VAN baik built-up atau kreasi adalah kelengkapan utama.

    Kalau Anda tak mampu membeli, ya jangan dijelek-jelekkan kawan-kawan lain. Ngaku ajalah…

    Dodi Syahputra
    92,3 FM, PASS Radio, Payakumbuh, Sumatera Barat
    (KAMI PUNYA OB VAN!)

  3. 3 Adi Prawira
    Februari 13, 2011 pukul 10:35 pm

    KALAU GAK NGERTI DUNIA BRANDING DAN PERIKLANAN JANGAN LOEE BERBICARA MASALAH ITU.. RADIO SEKARANG TUHHH UDEH PADA BERKOMPETISI TIDAK HANYA NGANDELIN ON AIR TAPI OFF AIR JUGA BAHKAN RADIO SAAT INI DALAM STRUKTURNYAPUN SUDAH DILENGKAPI DENGAN TEAM EVENT ORGANIZE ,,BAGUS GAK SIHH ?? BAGI GW DARI PIHAK AGENCYY ITU BAGUS.. MEMPERMUDAH GW BRANDING IKLAN TIDAK HANYA LEWAT ON AIR TAPI OFF AIR JUGA DENGAN HANYA 1 PINTU.. SEMAKIN BANYAK MANFAATNYA TUH OBVAN SEMAKIN BAGUS UNTUK MENUNJANG PROMOSI IKLAN SEBUAH PRODUK/ JASA.. JANGAN KETINGGALAN JAMAN DEHHH BUNG… HAHAHAHAH


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,119 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: