04
Jul
08

Dengarkan radio, anda selamatkan lingkungan

Ya, dengan mendengarkan radio kita bisa membantu menyelamatkan lingkungan  kita. Ini bukan sekedar himbauan sloganis, tapi sebuah aksi yang dengan nyata dan mudah bisa kita lakukan. Nyata dan mudah, asal kita mau melakukannya.

Tidak hanya menyelamatkan lingkungan, dengan mendengarkan radio kita bisa menyelamatkan bumi dari ancaman global warming, mencegah penggundulan hutan hingga melakukan penghematan energi listrik dan sumber daya alam bumi kita tercinta.

Radio tidak memerlukan bahan baku kertas sebagai media penyampaian informasi ke pendengar. Seperti kita ketahui, kertas diperoleh dari penebangan hutan. Selain itu, untuk mendengarkan radio, tidak diperlukan energi listrik yang besar. Cukup dengan 25 – 50 watt kita sudah bisa menikmati lagu kesayangan, informasi terkini, penyiar yang bisa jadi tempat ngobrol dan curhat, plus bonus visualisasi siaran dalam theater of mind kita.

Saya mencoba membandingkan konsumsi listrik beberapa alat elektronik yang ada di rumah:

  1. Radio Tape Compo 50 watt
  2. TV 20″ 110 watt
  3. Dispenser 200 watt
  4. Cpu + Monitor 230 watt
  5. Lemari Pendingin 250 watt
  6. Rice Cooker 300 watt
  7. Setrika Listrik 350 watt
  8. AC 500 watt

Bisa dilihat, bahwa radio sangat sedikit menggunakan daya listrik. apalagi kalau kita mendengarkan radio melalui handphone atau pemutar lagu digital. Jika radio kita menggunakan baterai, kita bisa menggunakan baterai isi ulang yang saat ini banyak dijual dipasaran. Dengan demikian kita tetap bisa melindungi alam dari bahaya polusi.

Dengan konsumsi listrik yang kecil, radio adalah media ramah lingkungan. Dengan menghemat pemakaian listrik, anda juga sudah menghemat pengeluaran, dan eksplorasi sumber-sumber energi yang ada di bumi ini.  Jadi, cintailah bumi dengan mendengarkan radio, karena we rent the nature from our children.

Bagi pembaca yang berkecimpung dalam dunia keradioan, mari kita mengajak pendengar ikut menyelamatkan bumi dengan mendengarkan radio, melalui iklan layanan masyarakat (PSA-Public Service Announcement) atau melalui aksi apapun yang bisa kita lakukan. Seperti iklan PSA menarik yang bisa kita dengarkan berikut ini:

PSA versi 1

PSA versi 2

PSA versi 3

PSA versi 4

PSA versi 5

Semoga bisa menjadi inspirasi.

Iklan

2 Responses to “Dengarkan radio, anda selamatkan lingkungan”


  1. 1 Randy
    Agustus 18, 2008 pukul 2:30 pm

    wah sebuah tema yg menarik.
    saya sangat tertarik untuk membuat tema ini menjadi tema Tugas akhir saya.
    bolehkah saya mengajukan tema ini untuk tugas akhir saya?
    jika diperkenankan ,jika seandainya tema ini terpilih bolehkah saya berkonsultasi dengan anda mengenai tema ini?
    karena tema ini masih dalam proses sebagai alternatif tema tugas akhir saya.

    boleh saja, semoga saya bisa membantu

  2. Mei 6, 2010 pukul 12:06 pm

    mas alex, kami dari radio idc fm balikpapan (radio berita dan dakwah). minta ijin tulisannya jadi bahan program radio lingkungan di tempat kami.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,370 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: