01
Jul
08

I Have No Choice (yes you have!)

Seringkali kita berucap, “aku terpaksa melakukan ini karena tidak ada pilihan”. Tanpa kita sadari, pada saat mengatakan “aku tidak punya pilihan”, kita berusaha mencari pembenaran atas apa yang kita pilih.

Bicara mengenai pilihan (=choice), saya teringat film Spiderman 3, dimana Peter Parker dihadapkan pada pilihan untuk tetap menggunakan costum merah birunya atau costum black spidey. Masing-masing pilihan ada resikonya. Peter Parker sempat memilih menggunakan costum black spider yang membuatnya lebih nyaman dan lebih kuat. Namun ada resiko dibalik itu semua, yaitu resiko menjadi sosok Spiderman yang agresif dan brutal. Diceritakan, costum black spidey berasal dari parasit luar angkasa yang mampu mengeksploitasi sisi buruk induk semangnya.

Akhirnya Peter menyadari apa yang terjadi pada dirinya, dan sekali lagi dia mengambil pilihan, yaitu melepas costum hitamnya yang jahat. (Falling inside the black performed by Skillet)

Dalam Spiderman 3 masih banyak adegan-adegan yang menunjukan adanya ‘pilihan’. Seperti pilihan Eddie Brock untuk mati sebagai Venom (meski ada pendapat Venom has not died!), atau pilihan Peter Parker untuk memaafkan William Baker a.k.a Flint Marco a.k.a The Sandman yang membunuh pamannya. “What ever comes our way, what ever battle we have raging inside us, we always have a choice! It’s the choices that make us who we are.”

Kehidupan tidak akan pernah lepas dari pilihan dan semua pilihan pasti memiliki resikonya. Apa yang harus kita lakukan? Jangan hanya melihat pilihannya, tapi perhatikan resiko yang bisa muncul dari setiap pilihan yang akan kita ambil. Kemudian pertimbangkan, apakah kita bisa mengantisipasi atau mengatasi resiko yang akan muncul dari setiap pilihan yang ada di depan kita?

Jika kita sudah memahami resiko dari setiap pilihan dan bagaimana mengatasinya, barulah kita memutuskan untuk mengambil pilihan yang resikonya paling ringan dan paling mampu kita handle. Pemahaman ini diperlukan karena sebagai leader kita kadang harus menjadi problem solver yang baik bagi crew.

Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari, kadang crew dihadapkan pada pilihan seperti:

Kasus: siaran atau membantu tetangga yang hajatan.

Point yang dipertimbangkan:

  • Siaran > apakah bisa digantikan, siapa penggantinya. apa yang akan terjadi kalau kita tidak siaran
  • Membantu hajatan > apakah bisa dilakukan oleh orang lain, apakah harus kita, apa yang akan terjadi kalau kita tidak membantu
  • Idealnya semua kita lakukan, namun tidak mungkin bersamaan. Apakah siaran bisa ditukar jadualnya, apakah membantu hajatan bisa dilakukan setelah siaran

Kasus diatas adalah masalah kecil. Dikehidupan nyata, kita banyak dihadapkan dengan banyak masalah dengan pilihan yang lebih rumit. Asahlah kemampuan kita untuk mendeteksi dan memikirkan resiko. Dengan begitu kita akan semakin mampu mengambil pilihan yang tepat, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang disekitar kita yang membutuhkan bantuan kita. Ingat, WE ALWAYS HAVE A CHOICE.

Tips berpikir:

Gunakan pengkategorian masalah berdasarkan prioritas:

  1. Penting dan Mendesak
  2. Tidak Penting tapi Mendesak
  3. Penting tapi Tidak Mendesak
  4. Tidak Penting dan Tidak Mendesak

see more heroes in Marvel Comics.

Iklan

1 Response to “I Have No Choice (yes you have!)”


  1. 1 gozali
    Juli 24, 2008 pukul 6:13 pm

    Takdir juga sering dikambing hitamkan sebagai alasan kaum fatalisme.. padahal, kita tidak bisa terlepas dari takdir/rencana Tuhan. Berhasil kita melepaskan diri dari takdir yang satu, kita hanya melompat ke takdir yang lain. Seperti buku dongeng zaman baheula: tokoh buku dihadapkan pada pilihan akan melewati jalan, ada 2 pilihan (meski dlm hidup Tuhan menciptakan lebih) kalau melewati jalan hutan belantara lanjutkan ke 3 halaman berikut dengan mengabaikan 2 halaman sebelumnya, kalau ingin melewati jalan kota silakan membalik halaman selanjutnya. Seperti prototipe- lah semua itu. Maaf kalo menyimpang dr broadcast, cuma pengen nimbrung..ini juga biar jd pilihan..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,546 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: