16
Jun
08

RSI tinggal kenangan

Awal bulan Juni 2008, tepatnya 3 Juni 2008, saya mendapat kabar mengejutkan dari rekan Aji – lulusan PASFM yang sekarang bekerja di RSI – Radio Singapore International. Sore itu melalui telpon Aji memberitahu bahwa RSI akan mengakhiri siarannya pada akhir Juli 2008. Beberapa hari kemudian saya mencoba mengkonfirmasikan masalah ini ke mas Ranee – blogger yang juga jurnalis RSI, dan ternyata rencana itu benar adanya. Ah, banyak kenangan yang membekas pada diri saya mengenai RSI.

RSI memiliki keterkaitan batin dengan PASFM. Sejak PASFM serius menggeluti format siaran bisnis pada tahun 1998, RSI sudah menjadi salah satu partner siaran yang baik dan kalau tidak salah, PASFM adalah radio FM pertama di Indonesia yang menyiarkan acara RSI. Saya masih ingat diawal kerjasama, acara yang kami selenggarakan adalah Kabar Dari Singapura, berupa perbincangan yang disiarkan langsung antara crew RSI di Singapura dengan penyiar PASFM di Jakarta.

Seiring dengan perkembangan,  kreatif acara pun bertambah. Sebulan sekali kami mengadakan dialog bisnis yang disiarkan secara langsung, dimana PASFM mengundang pebisnis di Indonesia hadir di studio untuk berbincang dengan pengusaha Singapura yang ada di studio RSI. Perbincangan jarak jauh ini menghasilkan berbagai bentuk kerjasama bisnis antara pengusaha Indonesia dengan Singapura. Salah satu yang berkesan adalah saat mengundang Puspo Wardoyo, pemilik Ayam Bakar Wong Solo. Melalui dialog bisnis PASFM – RSI, Ayam Bakar Wong Solo berhasil membuka gerainya di Singapura.

Perjalanan kerjasama terus membawa perubahan hingga akhirnya format Kabar Dari Singapura menjadi buletin berita seputar perkembangan bisnis, baik di Indonesia maupun di Singapura. Acara 15 menit yang disiarkan Senin – Jumat jam 19.00 ini mendapat perhatian tersendiri dari pendengar PASFM, mengingat Singapura mau tidak mau diakui sampai sekarang masih menjadi acuan bisnis Asia Tenggara dan memiliki kedekatan dengan pelaku bisnis di Indonesia.

Berat harus melihat sebuah lembaga penyiaran yang saya kenal tinggal menunggu hari untuk mengakhiri siarannya. Tapi apa boleh buat jika sudah menjadi keputusan Media Corp – perusahaan media yang menaungi RSI, seperti yang ditulisnya di link ini.

Untuk rekan-rekan ex RSI yang nantinya akan disebar di berbagai media di Singapura, mulai dari televisi hingga news room, please keep contact. I’m gonna miss the moment that we could share and discuss about radio programs and everything. Jangan lupakan radio ya! Sukses selalu!

Iklan

6 Responses to “RSI tinggal kenangan”


  1. Juni 16, 2008 pukul 11:18 pm

    Pasti, mas.. Nggak bakal lupa radio, bahkan masih berharap bisa ke radio lagi.. Saya masih inget, dulu sempat bawain acara KDS yang masih live. Seru juga ya..

  2. Juni 18, 2008 pukul 1:58 pm

    Terlepas dr kebijakan media corp, yg pasti salah satu pintu jalinan informasi Indonesia – Singapura PP…tak ada lagi. Secara intens saya ikut “sibuk” mengontrol siaran bersama ini, ketika saya di PAS FM Sby. Terimakasih infonya mas.

    mas ranee & mas bram, banyak kenangan ya. semoga jalinan antara radio singapura – indonesia bisa kembali terwujud dalam bentuk yang lain

  3. Juni 19, 2008 pukul 4:44 pm

    oh tidak…. saya masih ingin mendengarkan RSI,

    tidak,,,

  4. Agustus 23, 2009 pukul 10:05 am

    yang sabar bos..tapi pasti aja jalan yg lebih baik lagi kedepannya nanti.sukses selalu.

  5. 5 bertuah ray
    Agustus 18, 2011 pukul 1:14 am

    bt pendengar setia rsi add fb q ea.wlaupun rsi dah ga ada,tp jalinan antara kita jgn sampai terputus.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 559,877 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: