23
Mei
08

Profesional yang tidak profesional

Cetak Untuk Koran

Kamis 22 Mei 2008, PASFM Radio Bisnis Jakarta menyelenggarakan bincang-bincang seputar saham di Hotel Sahid Jakarta, dengan topik “Peta Ekonomi dan Investasi Indonesia. Talkshow yang dimulai jam 7 malam ini dihadiri oleh sekitar 100 orang pelaku bisnis dan pemain saham.

Narasumber yang diundang untuk berbicara pun tidak main-main, yaitu Erry Firmansyah direktur utama BEI (Bursa Efek Indonesia) dan Jos Parengkuan, presiden direktur Syailendra Capital.

Menjelang jam 7 malam teman-teman di lapangan mulai panik, karena ternyata orang nomor satu di lantai bursa Indonesia, Erry Firmansyah belum datang juga. Sekretarisnya hanya bisa memberikan informasi, pak Erry datang terlambat. Ketika ditanya ‘saat ini beliau sudah sampai dimana?’ sang sekretaris tidak bisa memberikan jawaban. Tidak diketahui ada halangan apa sehingga beliau tidak bisa hadir jam 19.00.

Acara dimulai 18.00 untuk networking, sedangkan talkshow-nya dimulai tepat jam 19.00. Sebenarnya waktu pelaksanaan acara ini beberapa kali dirubah hanya untuk menyesuaikan dengan agenda dan waktu luang narasumber. Baru kali ini PASFM mengadakan kegiatan di luar studio dan pembicaranya terlambat. Kegiatan-kegiatan sebelumnya entah itu talkshow maupun seminar, bahkan yang diadakan bersama narasumber sekelas Faisal Basri, Sofyan Wanandi, Dahlan Iskan dan Kwik Kian Gie sekali pun tidak terlambat.

Berhubung talkshow ini juga disiarkan langsung melalui radio dan agar tidak mengganggu acara-acara berikutnya, maka diputuskan talkshow tetap dimulai 19.00 meskipun narasumber masih belum lengkap. Akhirnya, ditengah acara sekitar 15 menit kemudian (19.15) Erry Firmansyah tampak hadir di lokasi. Seandainya beliau memang terlambat, saya terbayang waktu masih sekolah, entah hukuman apa yang diberikan oleh guru kita jika ada murid yang terlambat 15 menit. Bayangkan, value yang akan beliau dapat adalah: gratis diberi kesempatan untuk mempromosikan lembaganya, supaya orang semakin mantap melakukan investasi di pasar modal.

Paling tidak ada dua hal yang bisa mengakibatkan keterlambatan ini terjadi. Bisa jadi narasumber sudah mengetahui kapan acara akan dimulai, namun karena ada satu dan lain hal yang tidak bisa dihindari sehingga yang bersangkutan terpaksa terlambat datang di lokasi. Kemungkinan lain adalah kesalahan panitia yang tidak melakukan konfirmasi ulang sehingga narasumber lupa atau bahkan tidak mengetahui kapan acara dimulai. Seringkali pelaksana sebuah acara mengabaikan konfirmasi ulang. Padahal, tidak ada salahnya kita selalu mengingatkan narasumber, demi kesuksesan jalannya acara kita.

Pelajaran yang bisa dipetik, di dunia radio, time management sangatlah penting. Siaran yang kita lakukan sangat tergantung pada perhitungan waktu, sehingga kita mempersiapkan radio scene, dan rundown. Sedikit saja terjadi pergeseran acara atau perhitungan durasi acara yang tidak tepat, pasti akan mempengaruhi acara-acara berikutnya. Dengan pertimbangan itu, kita harus mengutamakan ketepatan waktu. Toleransi bisa diberikan, namun harus ada batasnya karena setiap menit yang kita lewati sangat berarti.

Agar narasumber tidak terlambat atau bahkan mangkir, ada baiknya kita selalu melakukan konfirmasi. Jangan bosan untuk mengingatkan narasumber. Apalagi untuk talkshow yang dilakukan di luar studio dan melibatkan penonton. Jangan lupa untuk membuat ‘surat kesanggupan’ menjadi pembicara / pengisi acara yang harus ditandatangani oleh narasumber. Dengan demikian, mereka akan berpikir dua kali jika ingin melanggar janji.

Namun jika segala hal sudah kita lakukan tetapi narasumber masih terlambat juga atau bahkan wan prestasi melanggar komitmen dengan tidak hadir sesuai dengan yang sudah dijanjikan, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali berulang-ulang memberitahukan kepada pendengar dan memohon maaf, karena narasumber yang dijanjikan terlambat atau tiba tiba tidak hadir tanpa alasan. Informasi ketidak hadiran narasumber perlu disampaikan ke pendengar. Jika keterlambatan narasumber tidak diantisipasi dengan baik, bagaimanapun juga dimata pendengar, radio kita yang bersalah karena tidak bisa menghadirkan narasumber seperti yang sudah dijanjikan.

Iklan

1 Response to “Profesional yang tidak profesional”


  1. Mei 27, 2008 pukul 12:36 am

    trus…jadinya dituntut gak neh mas….huehehe…

    10 x 10 = 100, cepek deeeeeh 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,124 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: