19
Mei
08

Playlist New Entry 19 Mei 2008

This Week New Entry

I Really Want You – James Blunt

Dia Harus Tahu – Jikustik

Review, video clip and podcast:

I Really Want You – James Blunt

  • Album: All the Lost Souls
  • Label : Custard/Atlantic
  • Producer(s) : Tom Rothrock
  • Released: 17 September 2007

http://www.jamesblunt.com/

Sometimes it really would be easier to just walk away from something like this. Whatever is said in print makes no odds. A third world debt-ridding amount of copies will be shifted of this album by the man who remains either a paragon of ‘sensitive’ singer songwriting to his fanbase, or a piece of cockney rhyming slang to the rest of the world. This is the most depressing thing about All The Lost Souls: We can warn you, but will you listen?

Faced with a slew of angry Bluntophiles baying about the fact that we’re snobs/haven’t listened to the album more than once/don’t understand his poor sensitive soul, what can you say? He’s entirely capable of writing a tune. Two or three of these tracks are reasonably catchy and uplifting, in a Chris-Martin-on-an-off-day kinda way. But All The Lost Souls is actually an album that gets LESS effective with every listen. It’s full of shallowness masquerading as insight.

Still, let’s count the ways that ‘Blunty’ fails to please. Firstly the voice: an androgynous warble that has a limited emotive power over three minutes. After an hour of listening to it exclaim platitudes and clichés over plucked strings and Elton-lite keys, drowning kittens seems like a really fine way to spend the afternoon.

Secondly the lyrics: All The Lost Souls is presumably a paean to the heartbreaking sadness of human existence and the life-affirming power of James’ words. But being urged by the posh ex-Army tyke to ‘shine on’ (“Shine On”) and told that we’re listening to ‘the sound of my breaking heart’ (“I Really Want You”) frankly doesn’t hold much water next to such inadvertently hilarious clunkers as ‘Why don’t you give me your love? I’ve taken a ship-load of drugs’ (“Give Me Some Love”). Yeah, right…

The fact is that Blunt rode in on the first wave of a resurgence of olde worlde songcraft and sensitivity that now bursts at the seams with more promising talent. Why go for Blunt’s dehydrated instant fix of heartache when you can luxuriate in the deeply moving work of a Jose Gonzalez or Ray LaMontagne? That’s like preferring Babycham to champagne. Don’t say you weren’t warned … written by Jerome Blakeney – BBC Pop / Chart Review

Dia Harus Tahu – Jikustik

Idealisme yang tersemat serta rasa keinginan untuk mencoba warna lain dengan tekstur yang selama ini menjadi format yang dikedepankan menjadi salah satu alasan bagi Pongki (vokal, gitar), Icha (bas, gitar) Dadi (gitar), Carlo (drums), serta Adit (keyboard) untuk memberi efek kejut pada penikmat musik tanah air dengan sebungkus lagu sarat eskplorasi elektronika bertajuk “Selamat Malam.”
Dari 12 lagu yang terangkum dalam album Malam sebagai trilogi dari album Pagi dan Siang komposisi “Selamat Malam” yang dipilih menjadi single perdana terlahir sebagai daya ledak terbaru band Jogja ini. Jika selama ini melodi menghanyutkan jiwa selalu lekat dengan sosok Jikustik pada lagu ini segala roots itu coba dilepaskan. Mereka tampil segar dengan sentuhan musik elektronika riang yang dikemas elegan dengan sound new wave kekinian plus sound megah modern rock. Vokal Pongki tak dinyana berhasil lepas dari imej yang selama ini melekat erat dalam dirinya. Falsetto yang dikedepankan dari cara bertutur Pongki membentuk citra Jikustik sebagai band dengan ide segar segera terbukti.
Ada apa dengan Jikustik?
“Pada dasarnya ini adalah album konsep. Di Pagi kami lebih bermuara pada akustik. Siang pada pola guitar oriented. Nah di Malam ini kami maunya menggabungkan komposisi dugem atau ballads sekalian. Kalau bisa malah mewujudkan semunya. Makanya kami nyari produser musik untuk album Jikustik kali ini. Ketemulah dengan nama Tio Adrian, seorang session player handal dan juga pemain bas Sabila yang kami percaya untuk menjadi jembatan musikal kami. Kami ingin eksploratif. Sudah saatnya kami lepas dari zona aman,” kata Pongki mewakili teman-teman Jikustik.
Peran produser musik secara keseluruhan di album ini bagi Tio tentu bukan tugas mudah, tataran konsep yang sudah tercetak lekat pada diri Jikustik harus dilepas namun juga harus meninggalkan signature yang kuat. “ Vokal saya dan Icha harus tetap membuat signature. Itu yang ditekankan Tio pada kami, dan visi itu memang sama dengan Jikustik, juga kemudian disetujui label,” tambah Pongki.
Namun roots utama sebagai sebuah identitas tetap saja menjadi sebuah kewajiban yang tak boleh dilupakan baik oleh Tio sebagai produser dan Jikustik sebagai band yang diproduseri. “Rencana Besar” tampil megah bagai sebuah landscape komposisi megah yang menjadi ciri Jikustik dalam bertutur lewat lirik dan musiknya yang elegan. Tersimak jelas akrobatik keyboard Adit yang menyeruak memberi warna. Pula saat menyimak “Melupakanmu” yang secara gemilang tampil melodius dengan pendekatan pop ballads yang membumi dengan duet vokal Pongki dan Icha yang apik. Jangan lupakan pula dalam “Sampai Kapanpun” yang menjual sebentuk pola merdu mendayu nan syahdu.
Kesegaran harmoni juga terdengar rancak di lagu “Mengapa Kau Pergi” yang secara lugas ditampilkan dengan sebuah bassline dari Icha yang memberi dentum melodi kuat mengiringi vokal Pongki. Permainan drum Carlo secara cerdik memberi ketukan-ketukan yang tak lazim membentuk alur segar yang direspon dengan baik oleh keyboards Adit serta gitar mengawang dari Dadi. Kekuatan harmoni Jikustik juga tersimak di lagu “Dia Harus Tahu” dengan cita rasa singalong yang kuat di bagian reffrain. Sementara lagu panggung terbaru bagi Jikustik tercipta di komposisi akrobatik “Ini Lagu Kita” yang memamerkan semangat untuk menikmati hidup dengan hati positif dengan mata dan hati terbuka. Di album ini Icha mendapat kesempatan menyanyikan lagu sendiri di lagu “Hai Anggie.”
Rata-rata bagun dan konsep lirik yang bermuara dari rasa cinta dan kasih sayang tetap menjadi kekuatan makna dari nyawa yang dikedepankan Jikustik di album Malam ini. Sebuah lagu berdurasi 1 menit 20 detik bertajuk “Pengantar Tidur” menjadi lagu penutup bagi album pelengkap trilogi indah yang disusun dan dinyanyikan dan dikonsep utuh oleh Jikustik. (http://warnerindonesia.multiply.com/journal/item/1)

Iklan

0 Responses to “Playlist New Entry 19 Mei 2008”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,124 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: