17
Mei
08

In Memoriam Sophan Sophiaan

Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sophan Sophiaan 17 Mei 2008 meninggal dunia dalam kecelakaan di Sragen Jawa Tengah, saat memimpin rombongan JALUR MERAH PUTIH yang terdiri dari sekitar 300 motor besar Harley Davidson. Mereka melakukan perjalanan dari Kediri menuju Jogjakarta untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional.

Kronologis kecelakaan diceritakan oleh Indro Warkop, beberapa saat setelah Sophan Sophiaan meninggal dunia:

 

(hak cipta dan hak siar rekaman diatas eksklusif milik PASFM Radio Bisnis Jakarta)

Menyikapi peristiwa ini, tidak lepas dari rasa duka yang mendalam, radio kita bisa membuat sebuah acara khusus untuk mengenang Sophan Sophiaan, kita bisa menginformasikan biografi, dan berbagai informasi lainnya tentang yang bersangkutan. Beberapa teman malah membuat liputan khusus, mulai dari lokasi kejadian di Sragen hingga perjalanan jenazah sampai ke Jakarta. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan simpati kita sekaligus memenuhi kebutuhan informasi pendengar kita.

Beberapa info tentang Sophan Sophiaan antara lain bisa didapatkan di wikipedia.com atau tokohindonesia.com:

Sophan Sophiaan yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 26 April 1944, meninggal 17 Mei 2008  adalah salah satu aktor senior, sutradara dan politikus Indonesia. Ayahnya, Manai Sophiaan, adalah politikus terkemuka Indonesia yang pernah menjadi duta besar di Rusia.

Sophan menikah dengan aktris senior Indonesia, Widyawati. Setelah banyak berkiprah di dunia perfilman, Sophan terjun ke panggung politik dan pernah aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dalam kapasitasnya itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.

Saat ini dia turut bergabung dalam mendirikan partai baru yang bernama Partai Demokrasi Pembaruan bersama-sama dengan Laksamana Sukardi, Arifin Panigoro, Roy BB Janis, Sukowaluyo Mintohardjo, Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Tjiandra Wijaya, Postdam Hutasoit dan RO Tambunan.

Filmografi

Sebagai Pemeran 

Sebagai Sutradara

  • Jinak-Jinak Merpati (1975)
  • Widuri Kekasihku (1976)
  • Letnan Harahap (1977)
  • Bung Kecil (1978 )
  • Buah Hati Mama (1980)
  • Jangan Ambil Nyawaku (1981)
  • Bunga Bangsa (1982)
  • Kadarwati (1983)
  • Saat-Saat Yang Indah (1984)
  • Tinggal Landas Buat Kekasih (1984)
  • Melintas Badai (1985)
  • Damai Kami Sepanjang Hari (1985)
  • Di Balik Dinding Kelabu (1986)
  • Arini, Masih Ada Kereta Yang Lewat (1987)
  • Ayu Dan Ayu (1988 )
  • Suami (1988 )
  • Sesaat Dalam Pelukan (1989)
  • Ketika Senyummu Hadir (1991)
  • Sesal (1994)

Sinetron

  • Elang (2008 )
Iklan

5 Responses to “In Memoriam Sophan Sophiaan”


  1. Mei 17, 2008 pukul 3:01 pm

    Selamat jalan Bung Sophan Sophian.

    Kita kehilangan seorang tokoh nasionalis yang semakin langka. Manusia yang punya integritas tinggi, terbukti dengan ketegasannya mundur dari DPR karena tidak mau disetir oleh Taufik kemas.

    Sophan Sophian dan Widyawati merupakan role model pasangan yang serasi, mesra dan harmonis.

    aku juga memposting kabar duka ini, lengkap dengan biografi dan fotonya bersama isteri tercinta :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/05/17/sophan-sophian-meninggal-dunia-akibat-jatuh-dari-harley/

    terima kasih

  2. 2 Mas Nur
    Mei 18, 2008 pukul 8:33 am

    SeMoga Bapak Kita Ini yang penuh dengen senyum selalu mendapat lindungan dari ALlah SWT. dan buat mbak widyawati Diberi ketabahan dan ikhlas.

    http://www.masnur.co.cc

  3. 3 Fe'
    Mei 20, 2008 pukul 7:05 pm

    begitu indah kisah cinta Beliau dengan Sang Istri tercinta.
    tipe Lelaki setia dan tegas .. jarang banget kita menemukan pria seperti ini di jaman seperti sekrang ini.

    aku sedih banged melihat Widyawati ditinggal sendiri dalam waktu yg mendadak seperti itu. Yang tabah ya Mba …
    Sekarang penampilan mereka berdua hanya kenangan saja, hiks hiks sedih nya aku …

    Innalillahi wa Innalillahi Roji’un

  4. Mei 21, 2008 pukul 4:34 pm

    Mendengar kabar duka ini, jadi ingat Alm. Papa ku.. (yang meninggal 27 April 2006 lalu)

    dulu, di lingkungan rumah ku, Alm. papa & mama ku sering di bilang pasangan romantis.. (mungkin karna beliau mencontoh kemesraan & kerukunan Bpk. Sophan Sophiaan & ibu Widyawati)

    Sedih.. dan ikut menangis…

    begitu juga mama.. (yang pernah merasakan apa yang ibu widyawati rasakan sekarang..)

    Semoga Ibu widyawati yang cantik selalu diberi ketabahan & keikhlasan..

    Semoga Alm. Bapak Sophan Sophiaan Diterima disisi Allah SWT.

    amin..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,670 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: