14
Mei
08

Bloody Change

Awal bulan ini, pekerjaan saya bertambah seiring dengan bergabungnya 1 stasiun radio di Jawa Timur sebagai rekanan kami. Management menunjuk seorang penyiar berprestasi untuk menjadi station manager baru di radio tersebut. Meskipun telah melewati serangkaian test dan berbagai pelatihan, manager junior – yang memang benar-benar ‘junior’ dari sisi usia ini, baru benar-benar mendapatkan pembelajaran sebenarnya di lapangan.

Begitu sampai di lokasi, ternyata memang banyak perombakan yang harus dilakukan agar radio tersebut menjadi lebih baik dan tidak terpuruk seperti yang terjadi selama ini. Mulai dari antena dan pemancar yang tidak standar, sumber daya manusia yang tidak dikelola secara maksimal, keuangan yang carut marut, harga iklan yang terlalu rendah, hingga durasi spot iklan yang panjangnya tidak normal.

Dari semua masalah tersebut, 1 hal yang pasti dan harus dilakukan oleh manager baru adalah melakukan perubahan. Masalah menjadi terasa semakin berat jika yang harus dirubah adalah permasalahan yang berkaitan dengan manusia. Masukan saya agar perubahan tetap bisa berjalan dengan baik adalah ‘Kesadaran bahwa setiap perubahan untuk menjadi lebih baik pasti akan memakan korban’.

Sebagai contoh, reformasi ’98 memakan korban; Indonesia merdeka ’45 memakan korban; mutasi pekerjaan juga memakan korban entah korban waktu, tenaga atau apapun; anak sekolah naik kelas pun memakan korban dimana mereka harus lebih capek belajar, mengorbankan waktu bermain; saat menikah dimana status kita berubah dari single menjadi suami atau istri, kita harus mengorbankan egoisme, hingga meninggalkan orang tua. Perubahan apapun pasti ada yang dikorbankan. Kita tidak bisa menghindari jatuhnya korban dalam bentuk apapun. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan jatuhnya korban.

Salah satu contoh kasus adalah ditemukannya karyawan yang over paid, dimana baik skill maupun ability mereka tidak sesuai dengan salary yang mereka terima. Dalam kasus seperti ini, yang bisa dilakukan adalah menetapkan target dan deadline. Biarkan mereka yang menentukan nasib mereka sendiri, apakah akan menjadi lebih baik, ataukah harus menerima kebijakan penyesuaian salary. Dalam proses ini, hal yang tidak boleh lupa untuk dilakukan oleh manager adalah melakukan pembinaan. Tidak benar jika manager hanya menentukan target dan deadline tanpa membimbing dan mengikuti proses pembelajaran karyawannya. Jika upaya maksimal sudah dilakukan namun yang bersangkutan tetap tidak mampu meningkatkan performa nya, biarlah dia mendapatkan apa yang sepantasnya dia dapatkan.

Meski sesulit apapun, perubahan harus dilakukan untuk menjadi radio yang lebih baik. “What a bloody change!”

Iklan

0 Responses to “Bloody Change”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 551,968 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: