02
Mei
08

Merancang program radio (komunitas)

Baru-baru ini saya mendapat email dari Nurul, seorang pembaca blog ini yang juga mahasiswa jurusan tekhnologi pendidikan dan sekarang aktif membina sebuah radio komunitas di sebuah SMP di Sidoarjo. Kasus yang dihadapi Nurul dalam mengelola radio komunitas sangat kompleks, mulai dari SDM yang tidak ada keterikatan kerja hingga bagaimana menciptakan program yang menarik.

Agar bisa lebih mendatangkan manfaat bagi banyak orang, saya sudah mendapatkan ijin dari Nurul untuk membuat posting mengenai kasus ini. Diharapkan bisa bermanfaat dan mendatangkan lebih banyak masukan dari pembaca yang lain. Berikut ini, adalah cuplikan email yang Nurul kirimkan:

 

“…Nama radionya SPY (Suara Pendengar Yapalis) 107.7FM di kota Krian-Sidoarjo JATIM. Baru berdiri bulan maret 2008. Secara teknis/peralatan (sofware/hardware) radio tidak ada masalah, bisa dikatakan cukup standart. Yang menjadi kendala, di sekolahan tersebut tidak tersedia SDM dalam mengolah radio dalam hal program siarannya dan penyiar.
Sekarang yang berjalan hanya siaran musik aja: penyiarnya siswa situ sendiri, lagunya hanya pop indonesia, request dan kirim2 salam aja, via sms. Begitu terus sampai sekarang. Dan hanya siaran kalau ada siswa yang bersedia siaran.
Saya sempat bertanya pada guru/orang yang bertanggung jawab dengan keberadaan radio tersebut. Kata beliau, radio tersebut digunakan sebagai radio komunitas bukan radio murni untuk pendidikan.
…Karena radio SPY nantinya dijadikan radio komunitas bukan radio pendidikan, maka rencana saya, saya akan memasukkan unsur pendidikannya dalam program siarannya…”

Untuk membuat sebuah program radio komunitas, sebenarnya sama seperti saat kita menciptakan sebuah acara radio komersial pada umumnya:

– Lakukan penelitian untuk mengetahui apa yang disukai dan diinginkan oleh target pendengar kita

– Harus disadari bahwa kebutuhan dasar dari pendengar dalam mendengarkan sebuah acara radio adalah hiburan / lagu. Dengan demikian, jika kita tidak memposisikan radio kita sebagai radio berita, sebaiknya kurangi waktu bicara dan perbanyak komposisi hiburan / musik. Seandainya harus ada materi kata / bicara, usahakan dikemas dalam bentuk yang tetap menghibur

– Usahakan untuk tidak menyajikan acara yang isinya atau informasinya sudah diketahui oleh sebagian besar pendengar kita. Hal ini menjadi penting agar radio kita tidak dianggap basi dan agar pendengar selalu mendapatkan sesuatu yang baru dari radio kita. Dengan begitu, radio kita akan menjadi bermanfaat bagi pendengar kita.

– Perhatikan konsistensi dan kontinyuitas siaran. Radio yang kadang siaran – kadang tidak, atau acara yang kadang ada – kadang tidak, jelas tidak akan mendapatkan pendengar. Dalam hal ini dibutuhkan komitmen dari sumber daya manusia, terutama penyiar. Untuk kasus yang dihadapi Nurul dalam mengelola murid-murid SMP, ada baiknya diusulkan ke pihak sekolah agar radio komunitas ini bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan ekstra kulikuler sehingga murid-murid memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk siaran karena nantinya akan mempengaruhi nilai.

– Be creative, open minded and detail!

Iklan

20 Responses to “Merancang program radio (komunitas)”


  1. 2 nia
    September 6, 2008 pukul 2:24 pm

    perhatiin demografi dan psikografi khalayak pendengar is the most important buat penyusunan format siaran radio.

    setuju. thanks for your input

  2. September 7, 2008 pukul 2:49 pm

    seepp selamat maju ters salam adari radio komunitas madufm
    http://www.radiomadufm.com

  3. Oktober 28, 2008 pukul 3:51 pm

    yup, be diferent from the other. Dan perlu diinget Radio adalah salah satu media informasi yang tercepat dibandingkan telivisi, jadi jangan hanya hiburan saja…
    meski komunitas tapi kenapa tidak klo kita olah secara profesional.
    good luck!!

  4. November 9, 2008 pukul 2:25 am

    Kebanyakan yang dialami oleh semua radio Komunitas Sama. bahkan ada yang meninggalkan ” Ruh” dari sebuah radio. Dimana radio Komunitas dijadikan Agen saja. artinya sudah nggak siaran, tapi hanya sebagai nama, untuk mendapatkan bantuan dari LSM, atau NGO. yang lebih naas lagi……..hanya diperalat oleh lembaga lain. sedangkan radio itu tidak pernah ON Air. pada hal alat / perangkatnya bagus, tidak ada kendala. Sementara ada radio yang intens siaran dengan peralatan sederhana dan masih membutuhkan bantuan. kok tega yaaaaaaa. katanya untuk masyarakat. tetapi ternyata ?

  5. 6 TOTOK
    November 22, 2008 pukul 6:03 pm

    Saya setuju dengan pendapat yang disampaikan Idro Pleret. Perangkat siaran radio komunitas yang bagus tidak bisa dijadikan jaminan bisa langgeng. Alangkah baiknya kalau ada bantuan mempertimbangkan intensitas radio komunitas.

  6. Desember 4, 2008 pukul 11:09 am

    Radio adalah media informasi suara yang sasarannya adalah pendengaran manusia. agar selalu didengar oleh manusia maka harus diciptakan bunyi bunyian yang menarik pendengaran. Musik dan lagu adalah bunyi yang paling disukai sebab memiliki irama dan alunan yang langsung bereaksi pada jiwa manusia pendengarnya tanpa perlu memahami dan mengerti. Berbeda dengan suara manusia yang berbicara menyampaikan informasi angka, data dan kisah yang merangsang otak manusia untuk berpikir memahami dan menyimpulkannya. Kisah, baik yang dibacakan dari teks atau yang dibawakan dalam bentuk sandiwara merupakan suara yang diseukai kedua, apalagi bila dikombinasikan dengan suara musik dan lagu. Informasi berita dan fakta merupakan suara manusia yang disukai ketiga, disini, pendengar harus berpikir lebih dalam untuk memahami dan merasakannya. Bila sesuai dengan yang dicarinya maka suara ini akan terus didengar, bila tidak akan dipindahkan.

    Dengan fakta sederhana ini maka Pengelola Radio harus pandai mengkombinasikan ketiga suara tersebut dalam paket paket programnya sambil menggunakan media lain untuk mengajak publik pendegar masuk ke channel radio nya. Silahkan coba

  7. Januari 19, 2009 pukul 6:34 pm

    “Lakukan penelitian untuk mengetahui apa yang disukai dan diinginkan oleh target pendengar kita” u/ rakom sy rasa yg lebih penting a/ meneliti apa yg DIBUTUHKAN target pendengar. Btw, salam kenal 🙂

  8. 9 dj neil amstrong
    September 9, 2009 pukul 1:15 pm

    good luck…. hope you can be the best to make a radio for your friend… specially for students…..

  9. 10 riyan amanda
    Desember 28, 2009 pukul 1:07 pm

    bagi format siaran bole g??? untuk perubahab 2010. he he

  10. April 20, 2010 pukul 12:49 am

    Mohon izin untuk penayangan kembali tulisan ini….
    Terimakasih.

  11. April 22, 2010 pukul 12:37 pm

    mas tambahkan dipostingnya untuk radio streaming http://www.idcfm.com.
    thank u mas

  12. 15 hermansyah Jufri,SE
    Juli 7, 2010 pukul 7:42 pm

    Dear All….
    Saya Herman saat ini dipercaya sama Big Boss untuk mengelolah sebuah radio/radio tersebut berada di kepulauan bangka belitung tepatnya di kabupaten bangka//awal tahun2007 radio tersebut saya buat dengan SES Menengah Bawah B,C,D dan E format radio etnik plus/format program news,hiburan,wisata dan sejarah/format Lagu : dangdut 40%, Melayu/Etnik 40% dan Pop 20%// disaat radio tersebut menjadi unggulan No 1 di bangka karena Radio SPFM satu-satunya radio yang mengangkat budaya etnik Bangka Belitung// Owner dengan memaksa supaya program radio diganti dengan segmentasi Menengah atas SES A dan B/begitu juga dengan format program dan lagu semua harus dirubah TOTAL/ bagaimana saya hrs menjelaskan kepada Owner yang sama sekali buta tentang progrma dan bisnis radio ?

  13. 16 Muharram
    Juli 22, 2010 pukul 10:43 am

    Mas saya mohon bantuan dan bimbingannya dalam hal pendirian radio komunitas,karna radio kita yang mau di dirikan punya ERT PMI ( Emergency Response Team Palang Merah Indonesia )bertepat lokasi di Jati Nangor,Sumedang,Bandung,Jawa Barat.Acaranya yang mau dikemas menngajak lapisan masyarakat untuk sadar akan kewaspadaan bencana,mengugah hati pendengar agar tersentuh ikut bergabung dalam kegiatan PMI.saya minta tolong bantuannya dalam penyusunan format siaran/dalam penyusunan acara agar nantinya pendengar tidak jenuh,monoton,bosan,meninggalkan radio yang akan kita kelola.Terima kasih mas atas bantuan dan kerja samanya,salam kemanusiaan

  14. Agustus 7, 2010 pukul 6:51 am

    mas bagaimana cara menyusun prosedur cara mendirikan radio komunitas, apa harus mengurus ke infokom???

  15. 18 boykeakbar
    Agustus 19, 2010 pukul 10:17 pm

    sebetulnya untuk membuat program diradio itu sangat mudah tinggal kita bisa melihat dulu dimana kita tinggal dimana radio kita berdiri dan bagaimana pola masyarakatnya itu yang jadi bahan untuk langkah awal.
    sementara untuk programnya coba buat suatu acara yang memang sifatnya mendidik dan mengarahkan audience kedalam acara tersebut dan darisitu nanti tidak akan ada kejenuhan audience.
    kita tau dalam satu kota pendengar kabanyakan dibagi bagi dengan radio lain.nah dari celah ini mungkin anda bisa me,buat program tersebut lwbih mengena…….

  16. Januari 16, 2012 pukul 4:33 am

    kalo yang bermasalaha adalah SDMnya, barangkali lebih tepat dilakukan pelatihan bagi siswa yang tertarik dengan pengelolaan radio. Setelah ada pelatihan, tinggal pengkaderan setiap tingkatnya, karena siswa juga tidak akan berada di kelas yang sama di tahun mendatang

  17. 20 Risa
    Juni 25, 2014 pukul 10:08 pm

    kak saya mau berkonsultasi masalah radio kampus. boleh saya minta alamat emailnya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,670 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: