28
Apr
08

Tidak adil dalam kampanye, Radio bisa dibredel

pemilu copy Hati-hati kalau berencana membuat dan menyiarkan acara, berita maupun iklan yang berkaitan dengan kampanye pemilu 2009. Jika media dianggap tidak adil dalam memberikan ruang kampanye bagi partai-partai peserta pemilu, maka ancaman terburuknya adalah pencabutan izin. Tidak hanya radio, aturan tersebut berlaku untuk semua, mulai dari media cetak, radio hingga televisi. Aturan ini diatur dalam undang-undang nomor 10 tahun 2008 tentang pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD. Beberapa ayat yang perlu dicermati adalah:

  • Pasal 91 Ayat 2 : media cetak dan penyiaran yang menyediakan rubrik khusus untuk pemberitaan kampanye harus berlaku adil dan berimbang kepada semua peserta pemilu.
  • Pasal 93 Ayat 3 : media cetak dan penyiaran wajib memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu dalam pemuatan dan penayangan iklan kampanye.
  • Pasal 97 : media massa cetak menyediakan halaman dan waktu yang adil dan seimbang untuk pemuatan berita dan wawancara serta untuk pemasangan iklan kampanye bagi peserta pemilu.

Bagi yang dianggap melanggar, sanksinya tercantum pada pasal 99, bisa berupa teguran tertulis; penghentian sementara acara yang bermasalah; pengurangan durasi pemberitaan atau iklan; denda; pembekuan kegiatan pemberitaan, penyiaran, dan iklan untuk waktu tertentu; serta pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran atau izin penerbitan media massa cetak.

Dari aturan – aturan tersebut disebutkan bahwa radio harus memberikan kesempatan yang sama, adil dan berimbang pada peserta kampanye. Kalau kita perhatikan, kata-kata tersebut yang patut membuat kita berhati-hati. Kata-kata tersebut berada di daerah abu-abu dan sangat subyektif. Seperti apakah batasan adil dan berimbang? Apa yang dimaksud dengan “kesempatan yang sama”? Apakah berarti radio kalau menyiarkan berita kampanye partai A juga harus menyiarkan berita kampanye partai-partai yang lain? Bagaimana jika kampanye partai-partai yang lain kurang menarik dan tidak layak siar?

Lalu apa artinya KEBEBASAN PERS jika untuk memilah dan menyiarkan berita saja harus diatur-atur? Undang-undang ini adalah UU Pemilu, tapi kebablasan karena tidak hanya mengatur urusan pemilu, kampanye dan partai, tapi juga sudah ikut masuk mengatur aktifitas media. Bisa jadi inilah budaya para pembuat kebijakan di Indonesia yang gemar membuat aturan yang tumpang tindih. Seharusnya dipahami bahwa media di Indonesia sudah diatur dalam UU nomor 40 tahun 1999.

”Media adalah bisnis yang harus tunduk pada mekanisme pasar. Media harus membuat berita yang dinilai menarik bagi pembacanya (red-termasuk juga penonton dan pendengar). Jadi, jika juru kampanye suatu partai tidak menarik atau tidak ada isu yang bisa menjual, bisa saja tidak dikutip,” kata Ketua Presidium Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Palar Batubara.

”Adil dan seimbang harus dilihat dari segi nilai berita. Itu merupakan wewenang ruang redaksi. Redaksi dapat menyampaikan sebuah berita secara panjang jika memang dinilai punya nilai berita, demikian sebaliknya,” papar Anggota Dewan Pers, Abdullah Alamudi. Adapun keadilan dalam iklan, kata Abdullah, harus dimaknai bahwa media massa memberikan tarif yang sama kepada parpol untuk beriklan

(Kompas 25 April 2008)

Melihat situasi yang seperti ini, dimana aturan ada di grey area dan tumpang tindih, sebaiknya radio tetap waspada terhadap apa yang akan kita siarkan, baik produksi kita sendiri maupun berita yang berasal dari media lain yang menjadi mitra kerja kita, termasuk media asing.

Berita terkait: DPR Tidak Memahami PERS – Kompas 26 April 2008

Iklan

0 Responses to “Tidak adil dalam kampanye, Radio bisa dibredel”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 551,968 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: