14
Apr
08

Wartawan Salah Kutip (dialog roy suryo vs blogger)

three monkeys11 April 2008 lalu, Roy Suryo dan komunitas blogger mengadakan dialog di Universitas Budi Luhur Jakarta. Memang dialog ini tidak banyak membicarakan kepentingan bangsa dan negara. Saya baru tertarik ketika membaca posting sejumlah rekan yang hadir dalam acara itu seperti:

 

Yang menarik perhatian saya, adalah statement Roy Suryo yang antara lain berbunyi:

Secara umum argumentasi dasar Roy adalah pers yang salah dalam mengutip pernyataanya. Salah satu contohnya pernyataan tentang Blogger tukang tipu. Penjelasan Roy sebenarnya panjang lebar tentang Blogger dan tidak semuanya jelek, cuma diakhir pernyataan dia memang bilang ada Blogger yang jadi tukang tipu. Nah lantas media mengutip hanya bagian akhirnya saja, sehingga mengundang reaksi dari para Blogger.

Ketika disanggah oleh Riyo bahwa wartawan sekelas Kompas dan Tempo kecil kemungkinannya untuk salah mengutip. Roy mengatakan bahwa ia orang yang apa adanya, jika A dia katakan A, jika B dia katakan B, dan dia bertanggung jawab dengan semua pernyataanya itu.

Nampaknya setelah bersitegang dengan blogger, sekarang Roy Suryo mencoba menembak media dan jurnalis, yang selama ini telah banyak berperan membesarkan namanya. Menurut Roy, situasi menjadi runyam karena wartawan salah kutip dan ada juga yang mengutip hanya sebagian dari statement nya sehingga menimbulkan salah pengertian para blogger.

Belajar dari pengalaman ini, bisa dilihat betapa pentingnya untuk menyimpan rekaman hasil wawancara dengan narasumber, meskipun telah disiarkan. Apalagi untuk wawancara-wawancara yang dinilai riskan atau memiliki kemungkinan menimbulkan konflik. Sehingga jika suatu saat terjadi masalah, kita masih memiliki bukti dan tidak dijadikan kambing hitam oleh narasumber pada saat mereka terpojok.

Klik disini untuk membaca lebih lanjut kampanye “Jangan kutip Roy Suryo”

 

Iklan

2 Responses to “Wartawan Salah Kutip (dialog roy suryo vs blogger)”


  1. April 24, 2008 pukul 2:02 pm

    Maaf saya juga orang media tapi saya setuju dengan apa yang dibilang mas Roy. Kebetulan saya punya usaha sendiri dan kebetulan juga bekerja di sebuah radio swasta. Beberapa saya mendapati teman-teman wartawan “kurang teliti” saat mengutip dari narasumber. Bahkan saya sendiri pernah menjadi “korban”nya. Apa yang akhirnya mereka tulis di media ternyata tidak sesuai dengan apa yang sudah saya sampaikan. Kadang ada yang dikurangi (yang berpengaruh pada isi materi). kadang juga salah menyimpulkan alias sak karepe dewe dalam menyimpulkan.Sangat menyebalkan. Makanya saya sangat memaklumi dan sependapat kalo mas Roy menganggap wartawan salah kutip.(memangnya wartawan gak bisa salah ?)
    Tapi saya sependapat mengenai pentingnya menyimpan hasil wawancara dalam bentuk rekaman. Dari situ bisa di cek dan recek kalau terjadi kasus seperti Roy Suryo. Kalau hanya dalam bentuk tulisan yaaa gak bisalah si wartawan ngotot dirinya bener…Kecuali ada bukti dalam bentuk rekaman.
    Maaf ini sekedar pendapat pribadi yang juga berdasarkan pengalaman pribadi.Tidak lebih.
    Salam sukses.

    Untuk menghindari wartawan menulis tidak seperti yang kita sampaikan, sebaiknya kita meminta draft artikel sebelum dicetak. Jadi, kalau ada yang tidak sesuai dengan yang kita sampaikan, kita bisa melakukan revisi. Dan ingatkan wartawan, jangan nekat memuat komentar yang tidak sesuai dengan apa yang kita sampaikan karena ada hukumnya. Jika ternyata wartawan tersebut masih nekat juga, kita bisa menggunakan hak jawab. Anda juga bisa melakukan wawancara tertulis, dimana kita meminta wartawan mengirimkan daftar pertanyaan yang kemudian kita jawab dalam bentuk tulisan. Jika diwawancarai oleh wartawan media elektronik, kita bisa menanyakan kapan wawancara tersebut disiarkan. Wawancara melalui media elektronik biasanya lebih susah dimanipulasi karena harus menampilkan suara dan wajah pihak yang diwawancara. Kalaupun terjadi, jangan lupa gunakan hak jawab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,124 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: