01
Apr
08

Beat Wilders with Tegenfilm

In The Tegenfilm, Ersin Kiris and Vincent van der Lem on behalf of Multi Culture Televisie Nederland (Mtnl) tell about the motivations of Geert Wilders made the movie called Fitna. This movie is a journey along Wilders positions on freedom of expression, democracy and Muslims. Click here to watch.

Ulah Geert Wilders dengan film Fitnanya diprotes banyak orang. Tidak hanya umat Islam di seluruh dunia, namun juga dari kalangan gereja. Mahatir Mohammad bahkan sudah meminta pemerintah Malaysia untuk memboikot produk Belanda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah mengeluarkan perintah untuk mencekal meneer Wilders masuk ke Indonesia. Pengusaha Belanda, juga akan mengajukan tuntutan ganti rugi, jika sampai terjadi pemboikotan atas produk Belanda gara-gara ulah Wilders.

Bagaimana seharusnya menyikapi ulah Wilders ini? Apakah tuduhan kekerasan yang dilontarkan dari Wilders yang ceroboh dan tidak paham ini harus dibalas dengan kekerasan secara fisik? Bukannya dengan begitu sama saja menjadi pembenaran atas tuduhannya?

Siapa yang harus dikecam? Geert Wilders atau media yang dijadikan sarana oleh Wilders untuk mempublikasikan film buatannya? Lalu kenapa LiveLeak.com yang pertama kali menayangkan Fitna harus mendapat ancaman? Apakah Google, Youtube dan banyak lagi situs video online lain yang masih menayangkan Fitna juga harus diancam? Apakah mereka juga harus diboikot dan ditutup?

Diantara beribu jawaban yang bisa muncul dari pertanyaan-pertanyaan di atas, Ersin Kiris punya cara yang sangat elegan untuk melawan Fitna dan Geert Wilders. Pemuda muslim Belanda ini membuat film tandingan dibantu oleh rekan kerjanya – Vincent van der Lem.

Dalam film yang diberi judul “De Tegenfilm” ini, Kiris mencoba menjelaskan latar belakang dari tindakan Geert Wilders. Banyak pendapat mengatakan, film ini akan menjadi pukulan telak bagi karir politik meneer Wilders. Di akhir film ini Kiris berharap agar tidak ada reaksi keras yang berlebihan atas film Fitna, karena itulah tujuan dari Geert Wilders.

Sayangnya, De Teggen Film dibuat dalam bahasa Belanda. Mungkin ada yang bisa membantu untuk menterjemahkan dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.

Lawan Fitna dan Geert Wilders tanpa mengorbankan media!

Watch De Tegenfilm:

Iklan

4 Responses to “Beat Wilders with Tegenfilm”


  1. 1 loeboe
    April 1, 2008 pukul 7:23 pm

    Intinya Wilders ini berani melempar isu panas ke media tapi kemudian mengelak ketika diajak diskusi serius. habis keluar film-nya, lalu hp dimatiin dan diluar jangkauan untuk komentar. Dlm film tsb Ersin menelusuri masa lalu Geert dan menginterview ahli politik untuk menjelaskan politik populisme dan strategi wilders. Target wilders sebetulnya bukan mengkritik islam (lho??) tapi mencari popularitas dalam negeri dengan membangkitkan semangat populisme. Kalau umat islam terpancing, itu bonus. demikian juga kalau namanya jadi terkenal ke seluruh dunia. Tapi tujuan utamanya mencari popularitas dan mengangkat nama wilders di politik nasional yang saat ini punya 9 kursi di parlemen. harapannya, kali aja naik jadi 19 atau 29, atau berapalah… tanpa popularitas, pasti jadi 0 kursi di pemilihan mendatang. makanya tanpa sadar demo oleh FPI dan HTI di Kuningan telah membantu wilders. Hari ini (1 april) menurut polling perolehan suara wilders naik diantaranya karena opini publik tentang islam menjadi makin identik dengan kekerasan, apalagi dibumbui foto “Kill Wilders” (FPI) dan foto wilders dengan sasaran tembak (HTI).

  2. 2 loeboe
    April 1, 2008 pukul 7:31 pm

    tanpa perlu jadi ahli politik, saya yakin kalau aksi protes makin memanas, pasti perolehan suara wilders makin naik. demikian telah terjadi th 2002 waktu seorang politisi belanda terbunuh seminggu sblm pemilihan. tadinya partai gurem, langsung perolehan suara naik banyak meskipun umur pemerintahannya kurang dari setahun (jatuh karena mosi tidak percaya). sejarah akan berulang kalau wilders mendapatkan popularitas yang sama karena aksi2 demo, pembakaran bendera belanda, boycot dll. di belanda makanya kaum muslim diajak tidak berdemo, tapi lewat jalur hukum dan kreatifitas (al. film tandingan yang menunjukkan kebodohan wilders) sayang tidak semua umat muslim sedewasa ini (baca: saudara2ku FPI dan HTI -atau jangan2 malah mereka ini orang2 bayarannya wilders dan partainya ya?)

  3. 3 pray01
    April 2, 2008 pukul 12:51 pm

    sekilas mendengar tentang “fitna” saya jadi pingin tahu. namun setelah mengetahui itu adalah ulah seorang kafir maka dengan senag hati mengutuk perbuatan tersebut, sungguh biadap orang yang berani mengambil ayat ayat alqur’an dan dimanfaatkan membuka kembali jalur konfrontasi, umat islam adalah umat terbesar dan merupakan umat yang akan menjadi Rahmat bagi dunia, sudah terbukti Muhammad SAW membawa peradaban yang gelap gulita pada masa jahiliyah kepada peradaban yang sangat mulia dengan Alqur”an sebagai tuntunanya. malang benar nasib Wilders karena Allah SWT tidak akan tinggal diam ketika aAlquran dilecehkan maka tungulah Wilers karena sesungguhnya AZAB Allah sangat pedih dan tidak akn pernah berakhir sampai kamu taubat nasuha….

  4. 4 yoghi
    April 6, 2008 pukul 8:46 pm

    kontroversialnya Film fitna mengingatkan sama satanic versusnya Salman Rusdy beberapa tahun silam, dimana penghujatan terhadap suatu prinsip keislaman yang menimbulkan dampak balik. sebenarnya permasalahan yang ada hanyalah hebatnya sebuah keberanian untuk menentang arus, ini ujud kebebasan berpendapat serta menghasilkan karya.Geert Wilders bebas dalam menuangkan pola pikirnya. Siapapun yang hidup di dunia bebas dengan angan dan pemikirannya, jika pada akhirnya pemikiran tersebut berseberangan dengan sesuatu, tampaknya itu bagian dari sebuah resiko. Geert Wilders bebas-bebas saja menterjemahkan ayat2 Qur’an dengan pemahamannya, karena saya sendiri berpendapat bahwa sebenarnya Wilders sudah menduga jika dengan membuat Fitna pasti akan berdampak heboh dan kontroversial, karena ini akan membuat kebanggaan tersendiri bagi dirinya. Saya tidak perlu mengutuk Wilders secara berlebihan. Karena hanya akan membuat dia semakin senang, kalau toh pada akhirnya dia akan menjadi tertekan itu sebuah resiko. Untunglah Tuhan tidak seperti manusia yang akan langsung marah jika diriNya dihujat…karena ini semua ujud kesempurnaanNya, dengan adanya ayat2 setan maupun Fitna, ataupun apapun hujatan terhadap Tuhan dan islam, Tuhan tidak menderita sedikitpun..posisi Tuhan tetep pada tahap yang tertinggi, ini adalah harga mati dan inilah yang membedakan Tuhan dan manusia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 558,143 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: