28
Mar
08

ReTelling – menulis untuk telinga

Meskipun kita bekerja di radio, kita tidak akan lepas dari pekerjaan tulis menulis. Tidak mungkin seorang penyiar bisa menyampaikan materi siaran, informasi atau berita yang terdiri dari beberapa kalimat secara instan tanpa persiapan sebelumnya. Dan seorang penyiar akan nampak lebih siap jika saat siaran dilengkapi dengan naskah siaran.

Seringkali saya menggunakan istilah retelling atau ‘menuturkan ulang’ untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh scriptwriter maupun penyiar baik dalam penulisan naskah berita atau naskah siaran. Saat siaran, kita menuturkan ulang berita dan informasi yang kita dapat, serta menuturkan ulang ke pendengar apa yang ada dibenak kita. Bukan membaca ulang!

Kadang kita hanya mengajarkan penyiar untuk bisa siaran dengan baik, namun lupa mengajarkan bagaimana menulis naskah siaran yang benar. Bagaimana membuat tulisan untuk siaran radio?

Sejak kita sekolah, kita sudah mengenal tulis menulis. Namun, pada saat itu, kita diajarkan menulis untuk mata dimana kita menulis untuk dibaca orang lain dengan diam dan untuk kepentingan mereka sendiri, bukan untuk diucapkan. Sedangkan menulis naskah radio, adalah menulis untuk telinga. Dimana kita menulis sesuatu yang akan kita utarakan atau kita menulis sesuatu sebagaimana ingin kita dengarkan.

Mengapa harus ada perbedaan antara menulis untuk mata dan menulis untuk telinga? Jawabannya bisa diketahui jika kita memahami karakteristik dari kedua indra manusia ini dalam merespon kata-kata.

Mata pada saat membaca dapat menampung beberapa kata dalam waktu yang bersamaan, bahkan melihat lebih dari satu baris kalimat sekaligus. Rata-rata pembaca dewasa hanya memerlukan waktu sepertiga detik untuk menangkap kumpulan kata yang dibacanya, berhenti sekitar seperempat detik untuk memahaminya, kemudian melanjutkan ke kelompok kata berikutnya. Jika ditengah perjalanan ada pengertian yang kurang dipahami, pembaca bisa kembali mengulang untuk melihat kelompok kata yang baru saja dibacanya.

Telinga memahami kalimat yang didengarnya dengan menangkap arti kata per kata secara berurutan. Untuk bisa memahami makna dari perkataan yang didengarnya, pendengar harus menunggu sampai keseluruhan kalimat selesai dituturkan. Selain itu, jika ternyata tidak mengerti dengan pesan yang disampaikan, pendengar tidak bisa kembali melakukan pengecekan ulang atas kata-kata yang baru saja didengarnya.

Dengan demikian kita bisa ketahui, bahwa menulis naskah radio tidak bisa hanya sekedar menulis. Pada saat membuat naskah siaran, kita harus menggunakan bahasa tutur, bahasa percakapan sehari-hari yang mudah dipahami. Menulislah sambil mengucapkan apa yang kita tulis. Jangan takut untuk mengulang, mengganti kata atau mengganti kalimat yang terkesan tidak pas atau tidak enak diucapkan dan sulit diucapkan. Dengan menulis sambil mengucapkan, kita akan menghasilkan naskah siaran melalui conversational approach atau pendekatan percakapan, yang sangat disarankan dalam pembuatan naskah siaran radio.

Iklan

0 Responses to “ReTelling – menulis untuk telinga”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 565,244 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: