20
Mar
08

Big News? Do Something!

Pada tanggal 17 Maret 2008 Adam Air menghentikan penerbangan Semarang – Jakarta, menyusul penutupan rute penerbangan Solo – Jakarta dan Jogja – Jakarta. Sebelumnya, 14 Maret 2008 muncul berita mengejutkan, Bhakti Investama mencabut 50% kepemilikan sahamnya di Adam Air senilai lebih dari Rp 150 miliar, hingga akhirnya pihak manajemen Adam Air memutuskan untuk menghentikan operasi mulai 21 Maret 2008. Kejutan-kejutan tidak berhenti sampai di situ. Departemen Perhubungan mengumumkan, bahwa mulai tanggal 19 Maret 2008, Adam Air dilarang terbang setelah ditemukan paling tidak 8 poin yang dinilai tidak memenuhi persyaratan kelayakan sebuah maskapai penerbangan.

Bagi saya, perjalanan bisnis Adam Air cukup dramatis, mulai dari kepemilikan maskapai penerbangan berbiaya rendah ini oleh Agung Laksono (2002) hingga berakhir dengan cabutnya Bhakti Investama, kemudian terjadi sejumlah kecelakaan yang menimpa maskapai ini, hingga sejumlah ‘news spike’ yang muncul dalam bulan Maret 2008 ini. Untuk melengkapi informasi silahkan klik disini.

Jika dilihat dari sisi news value, seperti significance, nearness, conflict, prominence, magnitude – nya, maka berita mengenai pencabutan ijin terbang Adam Air adalah berita besar. Selain media lokal, tercatat berbagai media asing kenamaan  juga memberitakan peristiwa ini, seperti AFP, CNN, Wall Street Journal, Forbes, Reuters, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selengkapnya silahkan klik disini.

Berita mengenai Adam Air hanyalah contoh. Masih banyak berita besar lainnya. Sebagai jurnalis radio, apa yang harus kita lakukan dalam menyikapi sebuah berita besar? Tidak sedikit jurnalis radio yang masih belum sigap dan tanggap untuk mengelola sebuah berita besar. Radio-radio di kota besar pun, kadang hanya menyajikan reportase sekali dua kali dilengkapi dengan berita baca.

Padahal, sebuah berita besar seharusnya menjadi makanan empuk untuk dikupas habis pada saat masih menjadi pusat perhatian dan keingin tahuan pendengar. Kalaupun hanya disiarkan dalam bentuk reportase atau berita baca, kita bisa meningkatkan frekwensi penyiarannya dari sekali – dua kali menjadi beberapa kali siar dalam setiap jam lengkap dengan perkembangan berita terbarunya.

Strategi ini untuk mengantisipasi pendengar yang baru bergabung mendengarkan siaran radio kita. Sementara pendengar yang sudah lebih dulu mendengar kita menyiarkan berita itu tidak akan keberatan mendengarkan pengulangan berita karena disertai dengan perkembangan berita terbaru. Jangan sampai pendengar tidak tahu kalau radio kita bisa menyajikan informasi tercepat, terakurat dan terlengkap.

Apalagi pemberitaan melalui radio secara tekhnis memilki tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam hal mengejar kecepatan dibandingkan dengan media yang lain. Berita radio hanya memerlukan ibu jari untuk menekan tombol telpon, tidak memerlukan kamera, tidak perlu menunggu dicetak dan tidak perlu menunggu diunggah ke dunia maya.

Bagi radio yang sudah memiliki jaringan narasumber yang kuat, akan lebih menarik jika mampu melengkapi dengan live interview atau bahkan dengan menggelar sebuah talk show mengenai peristiwa tersebut.

Sudah tidak jamannya bagi jurnalis radio untuk diam dan menjadi penonton berbagai peristiwa besar yang terjadi di depan mata kita. Putar otak, dan temukan apa yang harus kita lakukan.

Do not only see it happen, but make it happen!

Iklan

1 Response to “Big News? Do Something!”


  1. Maret 21, 2008 pukul 12:02 am

    loh, emang jarang ya radio memberitakan kasus adam air? kenapa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,670 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: