10
Mar
08

Mempertahankan Sang Bintang

EMOSI! Itulah perasaan yang biasanya langsung muncul jika mendengar penyiar atau staff kita – apalagi yang terbaik – dibajak oleh radio kompetitor. Sudah capek-capek mendidik, malah diambil orang lain. Setelah masalah ini terlanjur terjadi, barulah kita menyadari bahwa kita ternyata memiliki sumber daya unggul.

HR Hijacking bisa kita hindari jika dari awal sebagai pengelola radio kita memilki paradigma positif terhadap crew kita. Posisikan mereka sebagai BINTANG. Merekalah ARTIS yang kita punya, yang harus kita jaga dan kita rawat untuk menarik pendengar dan pengiklan.

Crew, baik penyiar unggulan maupun sales person andalan, sudah tidak bisa lagi kita perlakukan sama sebagai pegawai biasa. Mereka lebih dari hanya sekedar asset perusahaan. Mau tidak mau harus diakui bahwa kita juga memiliki kepentingan dan kebutuhan terhadapnya. Kita harus membangun kepercayaan diri mereka saat berada dalam perusahaan kita dan membiarkan mereka merasa menjadi asisten kita dengan memperhitungkan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam membantu kita untuk mengembangkan dan memajukan perusahaan.

Help Me to Help You ‘bantulah aku untuk membantumu’

seperti yang diucapkan Tom Cruise dalam perannya sebagai Jerry mcGuire (1996). Dengan membantu kita melalui tanggung-hasil (bukan hanya tanggung jawab) yang berkualitas, tanpa disadari seorang penyiar sudah membantu dirinya sendiri untuk menjadi ‘lebih’. Sebaliknya, kita juga harus membantu crew kita agar mereka dapat membantu kita untuk mencapai tujuan yang kita harapkan, baik dengan memberikan bimbingan maupun memfasilitasi mereka agar lebih mudah dalam menghasilkan kerja yang berkualitas.

Jangan sampai ada crew yang merasa ‘baju’nya sudah terlalu sempit sehingga dia harus mencari ‘baju’ yang lebih pas dengan ukuran badannya yang semakin berkembang. Artinya, kita harus terus memantau perkembangan crew agar jangan sampai dia menganggap radio kita tidak berkembang sehingga tidak akan bisa lagi menampung semangatnya untuk maju. Jangan sampai kita terlambat untuk mengetahui ada BINTANG di radio kita!

Pada saat kita sudah berbuat maksimal namun sang bintang tetap mau hengkang – entah ke radio kompetitor maupun ke industri lain di luar radio, yang bisa kita lakukan adalah menunjukkan perbandingan dimana keunggulan radio kita dibandingkan tempat kerjanya yang baru, baik dari sisi karier, perkembangan industri, penghasilan, masa depan dan lain sebagainya.

Namun jika ternyata perusahaan baru tempatnya nanti bekerja memang lebih bagus, dengan lapang hati kita harus bisa untuk tidak menjadi penghalang bagi seseorang mendapatkan karier dan hidup yang lebih bagus.

Iklan

4 Responses to “Mempertahankan Sang Bintang”


  1. Maret 10, 2008 pukul 10:46 pm

    catet..! hehe..
    Ini masalah klasik banget.. Tantangan manajemen menurut saya adalah ketika ‘sang bintang’ sudah merasa besar sehingga merasa layak diganjar dengan penghargaan ekstra dibanding dengan kolega2nya yang berprofesi sama tapi belum jadi ‘bintang’ namun kemudian terhambat sistem yang tidak punya penghargaan terhadap ‘kebintangan’ seorang penyiar.. akibatnya jadi rentan bajak membajak deh.. tul gak mas..

  2. Maret 11, 2008 pukul 5:39 am

    Yes betul mas! Kalau sampai ada bintang yang pindah ke langit yang lain, yang salah ya langitnya…kenapa ketutup mendung terus..hehehehe… Memang masalah klasik, manajemen tidak buka mata lebar-lebar untuk melihat dan mencari talenta. Kalaupun dalam radio tersebut belum nampak adanya bintang, Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab manajemen untuk menciptakan bintang!

  3. 3 yoghi
    Maret 11, 2008 pukul 10:13 am

    sebenarnya semua hal yang berhubungan dengan bintang dilangit atau langit mendung hehe…karena langit terlalu banyak memikirkan tatasurya yang telah ada, sehingga disaat ada informasi ada problem pada bintang bercahaya sebenarnya harus secepatnya direspon spy bintang itu terselamatkan dan bersinar di tempat kita atau malah menjadi meteor alias bersinar pergi meninggakan langit kita, saya tidak menyalahkan perusahaan yang mendung, kita kurang tanggap terhadap revolusi…apa jadinya dia nantinya membawa satu atau dua temannya cabut dari langit kita…ada saran : orang lapangan lebih tahu persis apa yang terjadi di medan, jika ada sinyal bahaya dari sini sudah seharusnya SIAGA…kalau terlambat semua akan menjadi pelajaran kesalahan yang sebenarnya dapat ditanggulangi.perusahaan bukannya tidak teliti namun banyak hal penting yang harus didahulukan, namun pernahkan kita berpikir hal yang terpenting bisa terdapat pada ketajaman pola pikir sang manager (yang siapa tahu dia telah belajar banyak tanpa perusahaan ketahui). biasanya manager seperti ini tidak lagi manja, tapi mau dijadikan emas atau besi tua pada akhirnya.

  4. Maret 18, 2008 pukul 1:57 pm

    iya harus dipertahankan,agar tidak gampang dilupakan???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,661 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: