05
Mar
08

Singkatan dalam berita radio – Cape deh!

Semalam seorang penyiar senior di Jakarta benar-benar mengecewakan saya karena sikapnya yang tidak peduli pada performance – nya di udara dan naskah berita yang dibacanya.

Konyol jika seseorang yang sudah bertahun-tahun menjadi penyiar masih tidak bisa membaca ‘UU Pemilu’. Tulisan dalam naskah berita itu dibacanya begitu saja hingga sepintas terkesan terdengar sebagai ‘uuk pemilu’.

Yang sangat mengecewakan, ketika ditanya apakah tidak paham bahwa dalam konteks ini UU adalah singkatan dari undang-undang, dia menjawab paham. Dan ketika ditanya
kenapa kalau paham, tidak dibaca undang-undang? Dia menjawab, karena yang tertulis di naskah adalah UU, jadi daripada salah ya saya baca UU. Pengambing-hitaman yang kurang cerdas karena tidak bakal ada yang menyalahkan kalau dia menyebutkan UU sebagai Undang – Undang.

Pffff…Sudah paham dengan apa yang harus dilakukan, tapi tidak dilakukan…10 x 10 = cape deh! Dia tidak takut pendengar menilainya kurang smart.

Tidak jarang kita menemukan penyiar yang masih memiliki budaya seperti ini dan sungguh disayangkan jika saat on air, seorang penyiar tidak punya rasa memiliki terhadap show-nya, asal siaran, asal baca dan asal ada yang bisa disalahkan jika terjadi kesalahan. Kalau sudah begini, tidak ada cara lain kecuali menegur mereka dengan keras sesegera mungkin.

Dalam ilmu jurnalistik, penggunaan singkatan dalam berita radio sebaiknya dihindari, mengingat radio hanya mengandalkan audio. Akan sangat menjengkelkan jika kita mendengarkan singkatan dalam sebuah berita, tanpa kita tahu apa kepanjangan atau arti sebenarnya dari singkatan itu. Singkatan dalam sebuah naskah berita harus disampaikan kepanjangannya saat disebutkan pertama kali. Pada penyebutan berikutnya, barulah boleh disingkat atau digunakan kata ganti. Untuk singkatan atau akronim dalam bahasa asing, akan lebih baik jika kepanjangannya disampaikan dalam bahasa Indonesia, misalnya: ASEAN, Asosiasi bangsa-bangsa Asia Tenggara.

Contoh naskah berita: Komisi Pemberantasan Korupsi bergerak cepat / dalam mengusut skandal suap yang melibatkan jaksa Urip Tri Gunawan // Tadi malam / para penyidik KPK menggeledah Gedung Bundar,…

Singkatan yang sudah akrab dengan telinga pendengar, boleh tidak disertai dengan penjelasan kepanjangannya. Contoh: BBM, ASEAN, PBB, Telkom, PLN, BMW, VW. Ingat, jangan beranggapan setiap orang memiliki pengetahuan yang sama tentang arti dari sebuah singkatan. Bisa jadi kita sebagai orang radio dan akrab dengan berita, memiliki pengetahuan yang lebih dibandingkan dengan pendengar kita.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah enak didengar dan tidak terdengar janggal jika diucapkan di radio. Jangan memaksakan menyampaikan singkatan yang tidak enak didengar, seperti UU yang saya permasalahkan diatas, lebih baik kita sampaikan sebagai Undang – Undang. Atau misalnya RS, kita lebih biasa menyampaikan kepanjangannya yaitu rumah sakit.

Iklan

3 Responses to “Singkatan dalam berita radio – Cape deh!”


  1. Maret 6, 2008 pukul 8:10 pm

    Nambahin mas.. yang bikin lebih capek adalah ketika memaksakan penyebutan bahasa asing dengan cara yang sangat ‘cinta laura’ sekali tapi tidak tepat.. hehe.. Saya pribadi sering langsung memindahkan channel kalau dengar penyiar yang begini.

  2. Maret 6, 2008 pukul 10:08 pm

    ‘udah hujan…becyek…ngga ada ojyek’ ya mas..hehehe

  3. 3 iriana indrawati
    Maret 15, 2010 pukul 3:29 pm

    Yang paling susah penyiar radio yang sudah lekat banget taste ‘dangduth”nya,untuk kenal akronim2 dalam bahasa asing.susahnya bukan main, apalagi harus mengelola naskah dengan cerdas..bisa jadi dibaca mloho,apa adanya dengan gaya dangduth khas..”uh uh Pemiluh”..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,124 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: