03
Mar
08

Tips membuat wawancara radio menarik

wawancara Perbincangan atau wawancara di radio harus disajikan dengan menarik agar laku dijual kepada pendengar. Seringkali kita mendapati, sebuah wawancara radio yang berlarut-larut dan membosankan. Jika sudah begini, pendengar akan lebih memilih mendengarkan lagu daripada mengikuti obrolan di radio kita.

Menarik dan tidaknya sebuah wawancara radio sangat tergantung pada 3 faktor utama, yaitu:

  1. Topik
  2. Pertanyaan
  3. Narasumber

Ketiga hal tersebut memiliki tingkat kepentingan yang sama. Jika salah satu diantaranya tidak terpenuhi, maka tidak akan bisa didapat hasil wawancara yang sempurna.

Topic

Kita bisa mendapatkan topik yang menarik dari dengan memperhatikan fakta yang ada disekitar kita, baik berupa peristiwa hangat yang baru atau sedang terjadi, maupun dari data menarik yang kita temukan. Setelah kita menemukan topik, langkah selanjutnya adalah menentukan sudut pandang – dari sisi mana berita itu akan kita angkat – dan kesimpulan akhir yang ingin didapat dari sebuah wawancara. Sosialisasikan secara lengkap dan jelas – topik, sudut pandang pemberitaan dan kesimpulan akhir yang diharapkan – kepada reporter, agar apa yang mereka lakukan di lapangan bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Untuk lebih menguasai masalah, kita bisa melakukan pengkayaan dengan mencari data apapun yang berkaitan dengan topik.

Pertanyaan

Pertanyaan yang disampaikan oleh reporter kita harus:

  • mewakili apa yang ingin ditanyakan dan ingin diketahui oleh pendengar
  • jelas dan mudah dipahami oleh pendengar
  • singkat, tepat dan langsung pada permasalahan
  • tidak membingungkan narasumber
  • tidak memojokkan
  • tidak dipengaruhi oleh emosi dan opini kita

Biasakan reporter untuk mempersiapkan daftar pertanyaan sebelum turun kelapangan.

Narasumber

Siapa narasumber yang layak kita wawancarai, memang sangat tergantung dari peristiwa atau topik yang kita tentukan. Namun untuk wawancara yang bertujuan meminta pendapat, konsultasi dan yang sejenisnya, narasumber yang kita pilih harus terkenal atau popular di pendengar kita. Selain itu, narasumber yang dipilih harus memiliki kompetensi dan bisa berbicara mengenai topik yang kita ajukan, bisa pelaku peristiwa, ataupun sumber lainnya seperti saksi mata, ahli atau pakar, masyarakat hingga birokrat.

Selalu siapkan narasumber cadangan dan jika mendapatkan jawaban klise, sebaiknya tidak perlu disiarkan agar tidak membosankan.

Iklan

5 Responses to “Tips membuat wawancara radio menarik”


  1. September 12, 2008 pukul 12:35 am

    Terima Kasih atas informasi yang bermanfaat ini, saya sebagai pemula didunia broadcast radio sangat butuh banyak belajar dari para ahli, saya sendiri penyiar radio lokal dipandeglang, Radio Paranti 105.6 FM, nama acara saya two in one mix, yang juga menghadirkan komunitas kita, senin s/d jum’at dengan narasumber dan topik yang berbeda.

    Terima Kasih dan sukses untuk radio clinic, – salam broadcast.

    http://www.2in1mix.co.cc

    terimakasih. sukses untuk radio & acaranya

  2. Maret 2, 2009 pukul 3:54 pm

    blog ini banyak membantu saya, yang baru aja berkecimpung di radio, kalo ada kesempatan bole dengerin streaming Radio Nafiri 107.1 FM http://www.nafirifm.net, di tunggu masukan dan sarannya..maklum masih pemula.

  3. Desember 1, 2009 pukul 1:33 pm

    tips praktisnya ok banget, sangat bermanfaat bagi kami di Radio Dakta FM107 yang formatnya dialog dan informasi. Apalagi sekarang ini pendengar cenderung lebih menyukai musik/lagu daripada wawancara. Ditunggu tips-tips berikutnya. Sukses

  4. Desember 8, 2011 pukul 4:36 pm

    Terima Kasih Mas Alex atas muatan2 informasi seputar dunia radio, jujur sy mendapatkan wawasan luas setelah membaca artikel2 yg ada di radioclinic ini…terima kasih tak terhingga sy ucapkan…Mohon untuk terus meng update informasi dan wawasan terkait dunia Broad casting ini, kebetulan sy adalah penyiar sekaligus produser program di 93,7 krakatau radio (Labuan-Pandeglang, banten). kami adalah radio jaringan dari Bens radio jkt.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,670 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: