21
Feb
08

Use brain better than heart

tukul Menangani urusan SDM seringkali membawa kita pada posisi sulit karena harus mengambil keputusan yang kadang bertentangan dengan suara hati kita. Apalagi mengelola SDM radio yang dikenal sebagai seniman. Sebagai manusia, wajar jika kita cenderung lebih senang berada pada posisi aman, yang terhindar dari konflik dan masalah. Padahal dalam hidup tidaklah mungkin kita bebas dari masalah dan konflik. Kita harus menyadari dan siap untuk menghadapi konflik dan masalah yang harus kita selesaikan. Menghindari atau menunda masalah tidak akan membuat masalah itu selesai dengan sendirinya.

Gunakan Logika

Jika hati yang dominan berbicara pada saat kita diharuskan menyelesaikan masalah dengan crew, kita akan dibuat pusing sendiri karena dihadapkan pada pertimbangan yang terlalu banyak. Akan muncul rasa kasihan, sungkan, tidak enak, dan berbagai perasaan lainnya yang akan membuat masalah yang kita hadapi terasa semakin berat. Jangan-jangan malah kita sendiri yang akan sakit hati. Solusinya adalah gunakan logika lebih dominan daripada menggunakan perasaan. Pikirkan masalah bukan rasakan masalah.

Untuk menyelesaikan masalah SDM dengan logika yang perlu kita lakukan adalah:

1. Mengumpulkan data

Cari informasi sebanyak mungkin, baik dengan mengamati maupun bertanya kepada siapapun yang dianggap berkaitan dengan masalah yang terjadi.

2.  Merubah isu menjadi fakta

Usahakan semua informasi yang kita dapat adalah fakta. Jangan sekali-kali mengambil keputusan hanya berdasarkan isu. Jika kita mendapatkan informasi yang berupa rumor, harus kita rubah menjadi fakta dengan mengkonfirmasikannya kepada yang bersangkutan. Biasanya, respon dari yang bersangkutan adalah menolak kebenaran isu tersebut. Bukan masalah, karena tujuan sebenarnya adalah cukup membuat yang bersangkutan mengetahui bahwa kita mendengar isu tentang dirinya. Jika isu tersebut negatif dan bisa membahayakan perusahaan, kita harus berterus terang menyatakan ketidaksukaan. Respon apapun yang kita dapatkan dari yang bersangkutan, bisa kita gunakan sebagai tambahan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

3. Mengambil keputusan berdasarkan aturan perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki aturan atau sistem kerja yang dapat kita jadikan patokan dalam menilai, apakah sesuatu itu benar atau salah. Jadi, biarkan aturan dan sistem yang bekerja. Perlu diingat, untuk masalah yang sama tapi dilakukan oleh orang yang berbeda atau pada waktu yang berbeda, keputusan yang kita ambil juga bisa berbeda, tidak bisa dipukul rata. Misalnya, crew baru biasanya mendapat “kesempatan” berbuat salah yang lebih besar dibandingkan dengan crew lama.

4. Tegas

Jangan berada di grey area. Katakan putih jika putih, dan hitam jika hitam. Jika kita berada di posisi abu-abu, justru akan membuat bingung anak buah kita. Semua orang sebenarnya menyadari jika dirinya melakukan kesalahan. Dan mereka juga sadar bahwa setiap kesalahan ada sangsinya. Agar sangsi yang kita berikan efektif, maka sangsi tersebut harus bisa menimbulkan efek jera. Tanpa ketegasan, seorang pemimpin akan sulit untuk bisa memimpin.

Menggunakan logika dalam menyelesaikan masalah SDM bukan berarti menjalankan aturan dengan kaku. Selalu perhatikan apa sebenarnya yang terjadi di lapangan, karena banyak diantara kita yang sudah berada di posisi managerial lupa untuk menengok keadaan di lapangan.

Jadikan ‘perasaan’ hanya sebagai bumbu agar penyelesaian masalah tidak terasa hambar.

  • face in the picture courtesy Tukul Arwana
Iklan

1 Response to “Use brain better than heart”


  1. April 9, 2008 pukul 8:14 pm

    Saya setuju banget !….but…saya pengen merancang aturan baku utk radio station yang saya pimpin…terutama peraturan utk karyawan…mungkin ada masukan mas !……saya butuh masukan dari temen2 di blog ini…mungkin bisa jadi perbandingan/pertimbangan dalam membuat peraturan perusahaan…. thanks…..

    masukan seperti apa mas? mungkin bisa dirincikan lagi, kalau ada yang bisa saya bantu, pasti saya bantu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,370 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: