13
Feb
08

Tips wawancara: ‘mengendalikan’ narasumber

Kadang pada saat melakukan wawancara, penyiar, interviewer ataupun reporter harus berhadapan dengan berbagai macam masalah. Problem terberat muncul, jika ternyata pada saat wawancara berlangsung kita baru mengetahui bahwa narasumber yang dihadapi adalah orang yang “sulit”. Mulai dari sulit bicara hingga sulit diatur.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini?

Pastikan crew yang kita tugaskan menjadi pewawancara sudah melakukan persiapan dengan baik. Mulai dari penguasaan topik yang akan dibahas, memahami / mengetahui topik yang akan dibahas dan mengenal atau minimal mengetahui siapa narasumber yang akan diwawancara. Dengan demikian, secara dini kita bisa mengetahui persiapan apa saja yang harus kita lakukan.

Pada saat wawancara, pewawancara harus sudah paham benar dengan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, data-data yang diperlukan berkaitan dengan topik bahasan dan narasumber harus dengan mudah bisa diakses oleh pewawancara saat acara berlangsung.

Untuk bisa ‘menguasai’ narasumber, pewawancara harus:

  1. Memposisikan diri sejajar dengan narasumber, tidak boleh minder atau menghormati secara berlebihan
  2. Mampu membuat / memancing narasumber untuk berbicara
  3. Mampu melontarkan pertanyaan cerdas yang mewakili pendengar
  4. Menyimak jawaban dan penjelasan narasumber dengan baik
  5. Fokus terhadap topik bahasan wawancara, mampu mengembalikan jalannya pembicaraan jika melenceng dari topik bahasan
  6. Mampu memotong pernyataan narasumber jika diperlukan, misalnya jika pernyataan narasumber sudah tidak sesuai dengan topik yang dibahas
  7. Mampu menggali narasumber, untuk mendapatkan data-data penting yang diperlukan
  8. Mampu melakukan self censor atau self edit jika ada jawaban narasumber yang tidak layak diudarakan
  9. Mampu berempati dengan narasumber dan pendengar
  10. Menjaga keseimbangan pembicaraan sehingga tidak terkesan memihak
  11. Mampu menetapkan klimaks wawancara

Dalam sebuah wawancara atau talkshow, kita adalah pemegang kendali. Kita yang harus berupaya agar bisa mencapai tujuan dari program ini. This is our show! Jangan sampai justru narasumber yang menguasai jalannya acara.

Iklan

7 Responses to “Tips wawancara: ‘mengendalikan’ narasumber”


  1. 1 dien
    Februari 13, 2008 pukul 11:44 am

    he he, pagi tadi saya ada talkshow dengan salah satu GM sebuah perusahaan. aseli jutek banget mukanya…. PEDE aja sih. taunya setelah talkshow dia bilang “jadi presenter memang harus banyak senyum ya ?” hehe, barulah suasana cair. intinya emang kita harus nyaman dengan segala sikon yang ada. narasumber jutek, ya disenyumin aja…..

  2. 2 ary bangli
    Maret 20, 2008 pukul 1:06 pm

    membawakan acara talkshow memang gampang – gampang susah. apalagi, klo narasumber pelit omong ato malah banyak bicara. sbg tambahan aja, yang penting bikin narasumber nyaman. mampu memotong pembicaraan dengan tepat. yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui hakekat wawancara. Hakekat wawancara adalah tanya – jawab. presenter bertanya. narasumber menjawab. pertahankan posisi ini. jangan sampai terbalik. pernah kan liat talkshow yang presenternya malah ditanya macam – macam ama narasumber, karena nyampaiin data yang kurang akurat. maunya sih kritis. tapi, klo data ga kuat malah jadi bumerang. untuk itu, sedialah ‘amunisi’ yang banyak. medan ‘talkshow’ bukan arena saling mengalahkan. presenter juga harus menjauhkan sikap dari yang paling tahu segalanya. meski demikian, ini tak lantas bahwa apa yang dikatakan narasumber sebagai sesuatu yang benar. kata – kata seperti ‘begitu ya…’, ‘…bener..itu pak / bu..’ harus dibuang jauh – jauh. [nyaman, tajam, kritis mengiris, tapi tidak menyakitkan]. tenang aja, mau narasumber pelit bicara ato terlalu banyak bicara gak penting. yang penting dia bisa omong … salam

  3. Maret 20, 2008 pukul 1:11 pm

    Tips yang bagus mas Ary!

  4. April 26, 2008 pukul 7:07 pm

    menurut aku benar juga, mewawancarai orang susah2 gampang, saya pernah mewawancarai nara sumber, dia hanya menunduk terus, n tidak aktif..uuu sebel..adalagi yang sampai memukul meja, karena marahnya kepada orang lain (bukan penyiar looo.) yang dia kesal terhadap kinerjanya (maklum yang kita wawancara ketua dprd kab. poso)

  5. 5 mynoble
    Agustus 14, 2008 pukul 9:09 pm

    permisi… aku mo ngutip postingannya ye..
    bagus banget.. bermanfaat..(padahal belum baca,.. he..he)

    Blog ku di :
    MyNoble

  6. September 12, 2008 pukul 1:28 am

    thanks alot.. sangat membantu buat saya..! Saya Sudah melihat Semua Artikel Di Weblogs ini,

    adakah artikel yang sudah dikumpulkan (bundle) untuk didownload ?

    jika tak keberatan pa alex santosa, saya ingin mendapatkan artikel-artikel yang anda tulis, yang mungkin sebagian tidak ada disini ataupun artikel jurnalisme radio lain yang bisa saya gunakan untuk belajar. maklum saya sendiri bukan orang yang berpendidikan didunia jurnalisme, untuk itu saya mohon bantuan dan pencerahan dari para ahli, Harapan Saya mungkin pak santosa bisa membundle ataupun mengumpulkan semua artikel jurnalisme mengenai radio dalam satu file, seperti dikompress winzip atau file rar, dan membagikannya dengan lainnya..!

    seperti situs http://www.4shared.com disana kita bisa saling berbagi FILE, salam sukses..!

    harapan saya pa alex bisa mengirimkan artikelnya yang dibundle ke email saya :

    thedunixi@yahoo.co.id

    terimakasih buat usulannya. untuk saat ini materi yang ada memang belum dijadikan 1.

  7. 7 ambarwarih
    Juli 22, 2009 pukul 6:34 pm

    makasih tipsnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 555,546 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: