30
Jan
08

Barter

Barter? Menurut Wikipedia, Barter is a type of trade that doesn’t use any medium of exchange, in which goods or services are exchanged for other goods and/or services.

Tawaran barter biasanya kita ajukan ke klien jika kantor kita memerlukan suatu barang tanpa harus mengeluarkan uang. Kalau klien setuju, tugas kita selesai dan tidak ada masalah terjadi.

Sebaliknya jika tawaran barter muncul dari klien, sudah pasti akan banyak pertimbangan yang harus kita pikirkan sebelum memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Biasanya radio yang sepi iklan, akan lebih mudah untuk menerima tawaran ini. Sebaliknya, radio yang sudah penuh iklan, biasanya tidak akan mempedulikan tawaran tersebut.

Sebelum menerima tawaran barter, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Win – win Negotiation (sama – sama untung)

Kita harus menghitung, berapa besar nilai iklan yang di minta oleh klien dan apakah sebanding dengan nilai barang / jasa yang mereka tawarkan. Dalam negosiasi ini, hitunglah harga iklan kita tanpa diskon, karena klien tidak perlu mengeluarkan uang. Jika klien tetap meminta diskon tidak ada salahnya kita juga meminta diskon harga dari barang yang ditawarkan. Biasanya klien tidak akan mau memberikan diskon. Jadi daripada pusing, lebih baik sama-sama berhitung tanpa diskon.

  • Needs (siapa yang butuh)

Apakah barang / jasa yang ditawarkan oleh klien diperlukan dan bisa dimanfaatkan oleh radio kita? Jika tidak, posisi kita ada diatas angin…nothing to loose. Kita menjadi lebih mudah untuk memutuskan apakah akan menerima atau menolak tawaran barter dari klien. Kita juga bisa mempertimbangkan, apakah barang / jasa yang ditawarkan bisa kita jual ke pihak lain, sehingga dari barter ini perusahaan tetap mendapat pemasukan. Atau paling tidak bisa kita jadikan sebagai gift untuk relasi atau hadiah kuis.

  • Image

Diluar butuh atau tidak dan win-win negotiation, image radio kita juga perlu dijadikan bahan pertimbangan. Apakah dengan menggunakan barang / jasa yang ditawarkan klien image radio kita akan terangkat? Apakah dengan menyiarkan iklan klien tersebut radio kita akan naik pamornya? Jika tawaran barter datang dari perusahaan atau merk terkenal, paling tidak kita bisa membuktikan ke klien lain, bahwa radio kita dipercaya oleh perusahaan dan merk besar untuk membantu program kampanye mereka.

Mau barter? Why not? Asal dipertimbangkan masak-masak. Tapi jangan keterusan, yang ada nanti kantor kita bisa berubah dari radio menjadi hypermarket karena penuh menampung barang hasil barteran.

Iklan

0 Responses to “Barter”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


B r o a d c a s t o l o g y

JANGAN ASAL COPY - PASTE



Berbagai karya di blog, boleh-boleh saja dikutip atau dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lainnya. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemiliknya, atau paling tidak menyebutkan sumbernya: RadioClinic dot com. Terimakasih.

The copyright of the articles in this blog is owned by Alex Santosa. Permission to republish in print or online must be granted by the author in writing.

Creative Commons License
Hak cipta blog ini dilindungi oleh Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

B e z o e k e r s


tracker

S t a t

  • 552,370 hits

R a d i o p i n i

A r c h i v e s


%d blogger menyukai ini: